Karam di Tangan Inggris, Solbakken Nilai Perjuangan Norwegia Heroik

- Norwegia tersingkir di perempat final Piala Dunia 2026 setelah kalah 2-1 dari Inggris lewat perpanjangan waktu di Boston Stadium, Massachusetts.
- Pelatih Stale Solbakken memuji perjuangan heroik timnya dan menegaskan tidak ada penyesalan meski gagal melangkah lebih jauh.
- Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi generasi emas Norwegia yang diyakini akan tampil lebih solid pada turnamen besar berikutnya.
Jakarta, IDN Times – Langkah berani Tim Nasional Norwegia di panggung Piala Dunia 2026 akhirnya harus terhenti. Impian besar mereka dikubur Inggris dalam laga perempat final yang melelahkan di Boston Stadium, Foxborough, Massachusetts, Minggu (12/7) pagi WIB.
Kendati tersingkir lewat drama perpanjangan waktu yang berakhir 2-1, sang arsitek Stale Solbakken enggan meratapi hasil tersebut. Ia justru melayangkan pujian setinggi langit dan menilai daya juang pasukannya di atas lapangan hijau sangat luar biasa.
1. Pasang badan untuk Erling Haaland dan kolega
Solbakken yang emosional tetap pasang badan dan menolak menyalahkan para pemainnya atas hasil tersebut.
"Saya merasa sangat sedih untuk para pemain. Inilah sepak bola di level tertinggi. Sepak bola bisa memberikan kebahagiaan terbesar sekaligus kekecewaan terdalam, tergantung di sisi mana Anda berada," ujar Solbakken dengan mata berkaca-kaca, dikutip BeIN Sports.
Ia kemudian mengenang kembali momen magis saat Norwegia sukses menumbangkan Brasil. Sayangnya, dewi fortuna kali ini enggan berpihak pada The Vikings saat bersua Inggris, hingga peluit panjang dibunyikan.
2. Solbakken pastikan pemain tak menyesal walau harus tersingkir
Solbakken juga menegaskan, tidak ada ruang untuk penyesalan di dalam ruang ganti pemain. Menurutnya, semua sudah berjuang dengan gigih.
"Kami berada di sisi yang bahagia saat melawan Brasil, tetapi tidak kali ini. kami menunjukkan penampilan yang heroik dalam segala aspek. Saya tidak bisa menyalahkan para pemain atau meminta lebih dari apa yang sudah mereka berikan," katanya.
Pertarungan sengit di Amerika Utara ini memperpanjang tren negatif armada Norwegia. Hingga saat ini, mereka belum mampu memetik kemenangan dalam tujuh bentrokan kontra sesama wakil Eropa di putaran final.
Catatan minor bersua wakil Eropa di fase gugur pun kini bertambah menjadi tiga kekalahan beruntun.
3. Optimistis generasi emas Norwegia tampil lebih baik lagi
Kekalahan menyakitkan ini sejatinya menjadi pelajaran berharga bagi generasi emas Norwegia. Menghadapi kolektivitas taktik Inggris, Erling Haaland dan kolega dipaksa memeras keringat hingga batas maksimal demi menjaga asa.
Kendati harus pulang lebih awal, fondasi solid yang telah dibangun Solbakken justru melahirkan optimisme baru. Publik Oslo meyakini generasi tangguh ini bakal kembali jauh lebih kuat pada turnamen mayor berikutnya.
















