Kata-Kata Pedas Amorim Sebelum Akhirnya Dipecat MU

- Ruben Amorim resmi dipecat sebagai manajer Manchester United setelah mengkritik manajemen klub.
- Amorim menegaskan bahwa dia adalah manajer, bukan pelatih, dan meminta semua departemen di MU bekerja dengan baik.
- Pernyataan kerasnya membuat manajemen MU mengambil langkah tegas, meskipun tim masih bisa bersaing di klasemen sementara Premier League.
Jakarta, IDN Times - Ruben Amorim akhirnya resmi mengakhiri kerja sama dengan Manchester United sebagai manajer. Sebelum dipecat, dia sudah mengeluarkan kata-kata keras yang menampar manajemen MU.
Selepas MU ditahan imbang Leeds United dalam laga pekan 20 Premier League 2025/26, Minggu (4/1/2026), Amorim mengkritik manajemen MU. Dia menegaskan posisinya sebagai manajer, bukan pelatih.
"Saya adalah manajer di sini (MU), bukan pelatih. Itu sudah jelas. Kontrak saya selama 18 bulan di sini, dan itu adalah sebagai manajer, bukan pelatih kepala biasa," ujar Amorim, dilansir Mirror.
Lebih lanjut, Amorim pun meminta semua departemen yang ada di MU mengerjakan tugasnya dengan baik. Hal ini berkaitan dengan kebijakan transfer tim dan hubungan kerjanya dengan Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox.
Sosok asal Portugal itu muak dengan dinamika internal yang terjadi di MU sekarang. Dia pun sempat mengatakan tak akan menyerah, sampai akhirnya dia dipecat dan ada yang menggantikan posisinya.
"Jika orang-orang tak bisa menangani kritik-kritik dari luar, macam dari Gary Neville, semua jajaran klub harus dirombak. Sekali laig saya tegaskan, saya adalah manajer MU, bukan pelatih. Semua harus menjalankan tugasnya dengan baik," kata Amorim.
Pernyataan kerasnya ini akhirnya membuat manajemen MU mengambil langkah tegas. Setelah 14 bulan menjabat sebagai manajer, Ruben Amorim akhirnya harus mengakhiri kerja sama dengan Setan Merah.
Seiring kepergian Ruben Amorim, MU masih bertengger di posisi enam klasemen sementara Premier League, dengan catatan 31 poin. Mereka sebenarnya masih bisa bersaing untuk naik ke papan atas.



















