Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inter vs Bodo/Glimt: Mentalitas Treble 2010 Jadi Inspirasi Nerazzurri

Inter vs Bodo/Glimt: Mentalitas Treble 2010 Jadi Inspirasi Nerazzurri
ilustrasi Inter Milan (unsplash.com/Janice Kwong)
Intinya Sih
  • Inter Milan wajib menang dengan selisih tiga gol atas Bodo/Glimt di Giuseppe Meazza demi tiket 16 besar Liga Champions 2025/26.
  • Pelatih Cristian Chivu menekankan pentingnya mentalitas juara ala skuad treble 2010 sebagai inspirasi untuk membalikkan keadaan.
  • Chivu mengingatkan tim agar tak mengulang kesalahan leg pertama dan tetap waspada terhadap reputasi Bodo/Glimt sebagai pembunuh raksasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TImes - Inter Milan akan melakoni duel hidup-mati kontra Bodo/Glimt, dalam perebutan tiket 16 besar Liga Champions 2025/26. Nerazzurri dipaksa menang dengan skor lebar dalam duel yang berlangsung pada Rabu (25/2/2026) dini hari WIB.

Inter dalam posisi yang kurang diuntungkan, meski akan tampil di depan publiknya sendiri, Giuseppe Meazza Stadium. Mereka harus menang dengan minimal selisih tiga gol, akibat keok 1-3 pada leg pertama.

1. Mentalitas treble jadi inspirasi untuk comeback

Pelatih Inter, Cristian Chivu, meminta anak-anak asuhnya untuk meniru mentalitas baja skuad Nerazzurri yang meraih treble winner pada 2010 silam. Chivu percaya Inter memiliki karakter tangguh untuk lolos dari lubang jarum.

"Para pemain ini punya kepercayaan diri, dan mereka telah menunjukkannya selama tiga bulan terakhir," kata Chivu di laman resmi klub.

2. Jangan ulangi kesalahan di Norwegia

Meski motivasi berlipat ganda, Chivu mengingatkan Inter untuk tidak mengulangi kesalahan di leg pertama. Cuaca dan kondisi lapangan sempat menjadi alasan, namun kali ini tidak ada toleransi untuk Nerazzurri yang bermain di kandang sendiri.

"Kami perlu beradaptasi lebih baik dengan konteks pertandingan, sayangnya kami tidak mampu melakukannya sepanjang laga (di leg pertama)," ucap Chivu.

3. Waspada status pembunuh raksasa

Inter harus sadar Bodo/Glimt bukanlah tim sembarangan. Rekam jejak lawan yang mampu menahan Borussia Dortmund, mengalahkan Manchester City, hingga membekuk Atletico Madrid adalah bukti nyata bahaya mereka.

"Kami tahu kekuatan lawan kami, apa yang mereka raih di fase liga bukanlah kebetulan," kata pria yang membawa Inter treble winner 2010 lalu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More