3 Kekalahan Terakhir Manchester United pada Babak Kedua Piala EFL

Manchester United menelan kekalahan dari Grimsby Town pada babak kedua Piala English Football League (EFL) 2025/2026. Setan Merah menyerah lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal. Hasil ini sangatlah memalukan mengingat Grimsby Town hanya bermain di League Two alias liga kasta keempat di Inggris.
Ironisnya, ini bukan kali pertama MU mengalami nasib semacam itu. Sejak 1995/1996, kini tercatat sudah ada tiga momen ketika mereka gugur di Piala EFL ketika kompetisi baru memasuki fase yang sama. Bagi tim-tim English Premier League (EPL), babak kedua biasanya menjadi tahap pertama mereka terlibat di Piala EFL.
1. Grimsby Town mempermalukan Manchester United pada babak kedua Piala EFL 2025/2026
Manchester United kalah dari Grimsby Town lewat adu penalti pada babak kedua Piala EFL 2025/2026. Kedua tim bermain imbang 2-2 pada waktu normal. MU kecolongan dua gol lebih dulu dalam pertandingan yang berlangsung di Blundell Park ini. Charles Vernam membuka papan skor pada menit 22 dan Tyrell Warren menggandakan keunggulan Grimsby Town pada menit 30.
Bruno Fernandes dan kolega mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua. Bryan Mbeumo memperkecil ketertinggalan lewat sepakannya pada menit 75. Harry Maguire lantas menyelamatkan MU dari kekalahan beberapa saat sebelum waktu normal habis. Bek jangkung tersebut berhasil menanduk umpan yang dilepaskan Mason Mount dari sepak pojok.
Laga pun langsung dilanjutkan dengan adu penalti. MU sebetulnya sempat berada di atas angin ketika penendang ketiga Grimsby Town, Clarke Odour, gagal mencetak gol. Namun, Matheu Cunha juga mengalami nasib yang sama ketika maju sebagai eksekutor kelima MU. Alhasil, adu penalti memasuki sudden death.
Menariknya, fase penentuan tersebut berlangsung cukup lama. Penendang kedua MU dan Grimsby Town sampai harus kembali menjadi algojo. Pada tahap inilah laga akhirnya menemui akhir. MU resmi kalah setelah Bryan Mbeumo gagal mencetak gol. Tendangan bintang kidal asal Kamerun itu hanya membentur tiang.
2. Milton Keynes Dons membantai Manchester United dengan skor 4-0 pada babak kedua Piala EFL 2014/2015
Manchester United meraih salah satu hasil paling memalukan dalam sejarahnya pada babak kedua Piala EFL 2014/2015. Saat itu, mereka dibantai dengan skor 0-4 oleh Milton Keynes Dons, tim yang berasal dari League One atau kasta ketiga di Inggris. David de Gea yang menjaga gawang MU kebobolan empat kali oleh brace dari Will Grigg (25’ & 63’) dan Benik Afobe (70’ & 84’).
Hasil ini tidak terlepas dari keputusan Louis van Gaal untuk melakukan rotasi. Lima penggawa akademi tampil dari menit awal, yaitu Michael Keane, Marnick Vermijl, Reece James, Saidy Janko, dan Nick Powell. Mereka ditemani De Gea, Jonny Evans, Shinji Kagawa, Anderson, Danny Welbeck, dan Javier Hernandez yang terhitung sebagai pemain yang sudah lama berada di tim senior.
Bagi van Gaal, kekalahan ini juga membuatnya makin berada di bawah tekanan. MU memang baru menunjuk sosok asal Belanda tersebut sebagai pelatih baru pada awal musim. Sebelum menghadapi Milton Keynes Dons, van Gaal juga gagal meraih hasil yang positif pada dua laga pertama di Premier League. Mereka kalah dari Swansea City dengan skor 1-2 dan imbang 1-1 kontra Sunderland.
Sementara untuk Milton Keynes Dons, kemenangan ini menjadi awal dari kesuksesan mereka pada musim tersebut. Di Piala EFL, mereka mampu melaju sampai babak 16 besar sebelum disingkirkan Sheffield United. Sementara di liga, tim yang saat itu dilatih Karl Robinson berhasil berakhir di posisi kedua sehingga meraih tiket promosi ke Championship.
3. Manchester United kalah agregat dari York City pada babak kedua Piala EFL 1995/1996
Manchester United menjamu York City di Old Trafford pada babak kedua Piala EFL 1995/1996. Dengan status sebagai tuan rumah dan lawan yang hanya berasal dari kasta ketiga, Alex Ferguson pun memutuskan untuk melakukan rotasi. Ia memainkan beberapa pemain pelapis, seperti Kevin Pilkington, Pat MacGibbon, Phil Neville, Simon Davies, dan David Beckham yang saat itu masih berusia 21 tahun.
Keputusan tersebut nyatanya menjadi bumerang. Paul Barnes mengejutkan MU lewat gol pembuka pada menit 24. Situasi makin memburuk bagi MU ketika McGibbon melanggar Barnes pada menit 51. Tayangan ulang menunjukkan insiden tersebut sebetulnya terjadi di luar kotak terlarang. Namun, John Martin yang saat itu bertindak sebagai wasit menunjuk titik putih. Barnes maju sebagai algojo dan sukses mengemas brace.
Dua menit berselang, York City memastikan kemenangan 3-0 lewat gol dari Tony Barras. Peluang MU untuk membalikkan keadaan terbuka lebar ketika York City harus bermain dengan sepuluh orang mulai menit 75. Sebabnya, Paul Baker mendapat kartu merah. Namun, MU gagal memanfaatkan kesempatan tersebut. Skor tetap bertahan sampai akhir.
Meski begitu, perjuangan MU belum sepenuhnya tuntas. Mereka masih memiliki leg kedua. Pada 1979/1980—2000/2001, babak kedua Piala EFL memang digelar sebanyak dua leg. Alex Ferguson pun memasang tim utamanya ketika momen ini tiba. Terbukti, mereka berhasil mencetak tiga gol melalui Paul Scholes (7’ & 80’) dan Terry Cooke (14’). Namun, tiket babak selanjutnya tetap menjadi milik York City berkat satu gol penyelamat dari Scott Jordan (39’).
Piala EFL merupakan kompetisi yang mempertemukan seluruh tim dari empat kompetisi profesional di Inggris. Hasil-hasil mengejutkan selalui mewarnai ajang yang mulai berlangsung pada 1960/1961 ini. Contohnya seperti tiga laga di atas yang menjadi noda bagi Manchester United. Mereka menyerah di tangan klub papan bawah. Padahal, turnamen baru memasuki babak kedua.