Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Masalah yang Hambat Performa Enea Bastianini di MotoGP Thailand 2026

Masalah yang Hambat Performa Enea Bastianini di MotoGP Thailand 2026
Enea Bastianini saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya Sih
  • Enea Bastianini alami akhir pekan sulit di MotoGP Thailand 2026, gagal menembus sepuluh besar sejak latihan hingga balapan sprint karena performa motor yang kurang kompetitif.
  • Dengan strategi konservatif dan manajemen ban belakang lebih baik, Bastianini berhasil finis ke-12 pada balapan utama serta menjadi salah satu dari tiga pembalap KTM yang meraih poin.
  • Bastianini keluhkan motor RC16 yang tidak stabil dan munculnya getaran saat perpindahan gigi, membuatnya kecewa karena hasil tahun ini lebih buruk dibanding GP Thailand musim lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pekan balap MotoGP Thailand yang digelar pada 27 Februari--1 Maret 2026 menjadi momen mengecewakan untuk Enea Bastianini. Pembalap KTM Tech3 itu gagal tampil maksimal di Chang International Circuit. Ia kesulitan menembus posisi sepuluh besar pada balapan sprint dan utama.

Bastianini mencermati hambatan yang dialami selama pekan balap GP Thailand. Salah satunya berkaitan dengan tingkat keausan ban. Bahkan, Bastianini menggunakan pendekatan lebih konservatif pada fase akhir balapan utama.

1. Enea Bastianini telah mengalami kesulitan sejak sesi latihan GP Thailand 2026

Enea Bastianini mengalami kesulitan sejak sesi latihan GP Thailand pada Jumat (27/2/2026) siang waktu setempat. Pembalap bernomor motor 23 itu menempati posisi ke-17 setelah membukukan waktu 1 menit 30,030 detik. Bastianini menjadi pembalap KTM dengan catatan waktu terbawah pada sesi tersebut.

Performa kurang menjanjikan berlanjut saat sesi kualifikasi pertama (Q1). Bastianini menduduki posisi kesepuluh usai menorehkan waktu 1 menit 30,078 detik. Hasil tersebut menempatkan Bastianini di posisi start ke-20 pada balapan sprint dan utama.

Capaian Bastianini pada balapan sprint juga tidak mengesankan. Pembalap asal Italia itu gagal mencetak poin karena hanya mampu finis di posisi ke-17. Bastianini tertinggal 15,452 detik dari Pedro Acosta yang finis sebagai pemenang pada balapan tersebut.

2. Manajemen ban belakang yang lebih baik membawa Enea Bastianini finis ke-12 pada balapan utama GP Thailand 2026

Performa Enea Bastianini sedikit membaik pada balapan utama GP Thailand 2026. Ia menggunakan strategi konservatif dengan melakukan manajemen ban. Rekan setim Maverick Vinales itu sengaja tidak menggunakan ride height device demi menjaga ketahanan ban belakang.

Cara tersebut berbuah hasil sehingga Bastianini finis di posisi ke-12. Ia menjadi salah satu dari tiga pembalap KTM yang mencetak poin pada balapan utama. Adapun pencapaian pembalap KTM dalam sesi balapan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pedro Acosta (KTM Factory Racing) +5,543 detik;
  1. Brad Binder (KTM Factory Racing) +17.363 detik;
  1. Enea Bastianini (KTM Tech3) +23,386 detik;
  1. Maverick Vinales (KTM Tech3) +36,545 detik.

"Kondisi ban motorku tidak terlalu buruk pada fase akhir balapan. Namun, kondisinya turun drastis pada dua lap terakhir. Ban juga selip di trek lurus, tetapi menurutku lebih sedikit terjadi ketimbang pembalap lainnya. Itulah karakteristik yang aku punya dan diriku berhasil menyelamatkan balapan karena bisa memperbaiki posisi dalam lima lap terakhir," jelas Enea Bastianini dilansir Crash.

3. Enea Bastianini keluhkan motornya yang tidak stabil dan munculnya getaran saat berpindah gigi

Enea Bastianini tak puas atas hasil balapan di GP Thailand 2026. Ia tak berhasil menunjukkan performa terbaik karena sejumlah hambatan pada motornya. Juara Moto2 2020 itu mengaku motornya tidak stabil saat melaju di trek lurus. Ini menyebabkan RC16 miliknya sulit dikendalikan.

Selain itu, Bastianini sering merasakan getaran saat berpindah gigi kelima. Ia tak menampik masalah tersebut terjadi sejak sesi Sabtu. Bastianini membandingkan capaian yang diperoleh saat pekan balap GP Thailand 2025. Ketika itu, ia berhasil merampungkan balapan utama di posisi kesembilan.

"Balapan kali ini berjalan serupa seperti musim lalu, tetapi hasilnya lebih baik pada saat itu. Aku tidak puas dengan performaku saat ini. Ekspektasiku lebih tinggi. Kami harus mengubah cara kerja kami," ujar Bastianini dikutip Speedweek.

Bastianini juga merespons perihal ketiadaan sayap tambahan di sisi samping motornya. Sayap tersebut digunakan pembalap tim KTM Factory Racing pada pekan balap di Buriram. Baginya, tidak ada sayap tambahan bukanlah sebuah kerugian. Justru, Bastianini menyebut motornya kurang responsif saat menikung jika sayap tersebut digunakan.

Bastianini kini menduduki peringkat ke-13 di klasemen pembalap lewat perolehan 4 poin. Ia berjarak 28 poin dari Pedro Acosta yang bertengger di peringkat teratas. Capaian Bastianini lebih baik ketimbang Maverick Vinales yang gagal meraih poin pada seri pembuka MotoGP 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More