Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Kemenangan Iran di Piala Dunia sebelum 2026, Bungkam Amerika Serikat

3 Kemenangan Iran di Piala Dunia sebelum 2026, Bungkam Amerika Serikat
trofi Piala Dunia (unsplash.com/My Profit Tutor)
Intinya Sih
  • Iran memastikan tempat di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada setelah tampil solid di kualifikasi zona Asia.
  • Sepanjang sejarah keikutsertaannya, Iran baru mencatat tiga kemenangan di Piala Dunia: melawan Amerika Serikat pada 1998, Maroko pada 2018, dan Wales pada 2022.
  • Meskipun sempat muncul kekhawatiran terkait konflik politik dengan tuan rumah Amerika Serikat, FIFA menegaskan Iran tetap akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Iran menjadi salah satu negara yang akan bertarung di Piala Dunia 2026. Mereka mengamankan satu tempat pada fase grup putaran final yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai pertengahan Juni 2026 usai tampil apik pada fase kualifikasi zona Asia. Iran akan bersaing dengan Selandia Baru, Mesir, dan Belgia di grup G. Ini akan menjadi ketujuh kalinya bagi Iran tampil di panggung Piala Dunia.

Namun, Iran belum mampu berbicara banyak di ajang terbesar sepak bola dunia tersebut. Dalam enam edisi sebelumnya, langkah mereka selalu terhenti pada fase grup. Iran tercatat hanya pernah menang dalam tiga laga berbeda. Itu termasuk ketika mengalahkan Amerika Serikat pada 1998.

1. Iran membungkam Amerika Serikat dengan skor 2-1 pada 1998

Iran tak pernah meraih kemenangan saat pertama kalinya tampil di Piala Dunia pada 1978. Kemenangan pertama baru mereka raih saat lolos ke putaran final dan bersaing di grup F pada edisi 1998. Di antara Jerman, Yugoslavia, dan Amerika Serikat, Iran hanya mampu meraih kemenangan atas Amerika Serikat. Sedangkan, mereka selalu kalah saat bertemu dua negara lainnya. Torehan tiga poin membuat Iran finis di peringkat 3 dan tak lolos ke fase berikutnya.

Dalam duel kontra Amerika Serikat pada 21 Juni 1998, Iran yang dilatih Jalal Talebi mampu unggul lebih dahulu lewat gol Hamid Estili pada menit 40 yang sekaligus menjadi satu-satunya gol selama babak pertama. Memasuki menit-menit akhir laga, Iran unggul lebih jauh lewat sepakan kaki kanan Mehdi Mahdavikia pada menit 84. Tiga menit kemudian, Amerika Serikat memperkecil ketertinggalan lewat Brian McBride yang sekaligus menjadi gol terakhir dalam duel ini.

2. Iran menang dramatis atas Maroko pada 2018

Setelah kemenangan pertama, Iran harus menunggu selama 20 tahun untuk mencatatkan kemenangan kedua. Mereka mengalahkan Maroko pada fase grup edisi 2018. Kali ini, Iran mengakhiri perjuangan pada fase grup dengan torehan empat poin, dengan satu poin lainnya didapat dari hasil imbang kontra Portugal. Sayangnya, mereka lagi-lagi harus finis di peringkat 3, di bawah Spanyol dan Portugal yang sama-sama mengumpulkan lima poin.

Kemenangan Iran atas Maroko tak didapat dengan mudah. Skuad yang ditangani Carlos Queiroz mendapat perlawanan sengit dari Maroko yang dihuni Achraf Hakimi. Iran lantas menutup duel dengan keunggulan tipis 1-0 lewat gol bunuh diri Aziz Bouhaddouz yang berawal dari tendangan bebas Ehsan Hajsafi pada menit 90+5.

3. Iran menang 2-0 atas Wales pada 2022

Iran kembali tak lolos dari fase grup Piala Dunia pada edisi 2022. Mereka hanya finis di peringkat 3 dengan torehan 3 poin dari kemenangan atas Wales. Sedangkan dalam dua laga lainnya, Iran kalah 2-6 dari Inggris dan 0-1 dari Amerika Serikat. Inggris lantas lolos sebagai juara grup, didampingi Amerika Serikat sebagai runner-up

Dalam laga menghadapi Wales, Iran menutup pertarungan di atas lapangan dengan keunggulan dua gol tanpa balas. Gol pertama tercipta lewat aksi Roozbeh Cheshmi pada menit 90+8. Tiga menit kemudian, terciptalah gol kedua Iran yang dicetak Ramin Rezaeian lewat skema counter attack.  

Iran memang telah mengamankan satu tempat pada fase grup Piala Dunia 2026. Namun, konflik dengan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah membuat status mereka sempat tak menentu. Meski demikian, FIFA memastikan Iran tetap dijadwalkan tampil di turnamen tersebut walau sempat muncul berbagai kekhawatiran terkait keamanan dan persoalan visa. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More