Kesalahan VAR di Premier League Meningkat 30 Persen

- Mayoritas kesalahan karena VAR bisu di saat insiden penting
- Wasit utama juga makin sering blunder
- Mengenal cara kerja Panel KMI
Jakarta, IDN Times - Kinerja wasit Video Assistant Referee (VAR) pada putaran pertama Premier League musim 2025/26 menjadi sorotan. Itu karena kesalahan dalam pengambilan keputusannya mengalami peningkatan.
Kesalahannya meningkat 30 persen. Data dari Key Match Incidents Panel milik Premier League menunjukkan jumlah kesalahan pada paruh musim ini mencapai 13, tiga lebih banyak ketimbang putaran pertama tahun lalu.
1. Mayoritas kesalahan karena VAR bisu di saat insiden penting
BBC melansir, dari total 13 kesalahan tersebut, 11 di antaranya disebabkan oleh kegagalan VAR untuk melakukan intervensi saat dibutuhkan. VAR gagal menyarankan wasit mengubah keputusan, naik tujuh kasus dari musim sebelumnya.
Intervensi yang keliru menurun dari tiga menjadi dua kasus saja. Namun, total keputusan yang dianulir di lapangan juga turun drastis sebesar 17,54 persen, dari 57 menjadi 47 kali.
Meski trennya naik musim ini, catatan tersebut sebenarnya masih lebih baik jika dibandingkan dua atau tiga tahun lalu. Pada tahap yang sama di musim 2023/24 dan 2022/23, jumlah kesalahan wasit sempat menyentuh angka 20 hingga 23 kasus.
2. Wasit utama juga makin sering blunder
Selain VAR, KMI Panel juga menyoroti kinerja wasit utama yang memimpin jalannya pertandingan di lapangan. Tercatat ada kenaikan jumlah kesalahan keputusan wasit utama dari 12 menjadi 15 kasus pada musim ini.
Data kesalahan ini masuk dalam kategori yang tidak mencapai ambang batas. Alhasil, VAR secara aturan tidak bisa melakukan intervensi meski keputusan wasit di lapangan dinilai kurang tepat oleh panel.
3. Mengenal cara kerja Panel KMI
Panel KMI merupakan badan independen yang dibentuk oleh klub-klub Premier League pada 2022 untuk menilai kinerja wasit secara objektif. Panel ini berisikan lima anggota yang terdiri dari mantan pemain, pelatih, serta perwakilan dari Premier League, dan badan wasit (PGMOL).
Penilaian mereka didasarkan pada hukum permainan yang ketat dan ekspektasi standar liga, bukan sekadar pandangan subjektif suporter. Jumlah kesalahan yang dirilis secara resmi sering kali tidak sebanyak keluhan fans di media sosial.


















