Beberapa kiper dari lima liga top Eropa menunjukkan penampilan impresif dengan menciptakan rekor mentereng kala menggagalkan penalti lawan. Sebagai informasi, lima liga top Eropa meliputi English Premier League (EPL), LaLiga Spanyol, Serie A Italia, Bundesliga Jerman, dan Ligue 1 Prancis. Dilansir Opta, tercatat ada empat kiper yang mengantisipasi tiga penalti di lima liga top Eropa per 4 Mei 2026.
4 Kiper yang Menggagalkan Penalti 3 Kali di 5 Liga Top Eropa

Sebagian dari mereka berhasil menjadi pahlawan kemenangan tim berkat aksinya menyelamatkan gawang dari sepakan penalti lawan. Berikut empat kiper yang menggagalkan penalti tiga kali di lima liga top Eropa 4 Mei 2026.
1. Caoimhin Kelleher mengantisipasi tiga penalti lawan-lawannya pada EPL 2025/2026
Caoimhin Kelleher menunjukkan penampilan impresif sejak bergabung dengan Brentford pada musim panas 2025. Ia memenuhi harapannya bermain reguler sebagai kiper utama di EPL dengan mencatat 33 penampilan serta menorehkan 9 nirbobol di semua kompetisi. Kelleher mampu mengantisipasi 3 dari 6 penalti lawan di EPL per 21 April 2026.
Secara perinci, ia menepis sepakan gelandang serang Manchester United, Bruno Fernandes, saat Brentford meraih kemenangan 3-1 pada 27 September 2025. Kelleher lalu mengantisipasi tendangan penalti Jorgen Strand Larsen ketika Brentford mengalahkan Wolverhampton Wanderers (Wolves) 2-0 pada 20 Desember 2025. Ia kemudian menggagalkan penalti gelandang Sunderland, Enzo Le Fee, saat Brentford menang 3-0 pada 7 Januari 2026.
2. Kamil Grabara menggagalkan tiga penalti lawan-lawannya pada Bundesliga 2025/2026
Kamil Grabara merupakan kiper jebolan akademi Liverpool yang bermain untuk VfL Wolfsburg sejak Juli 2024. Ia menjadi kiper nomor satu Wolfsburg setelah kepergian Koen Castells sejak 2024/2025. Namun, performa Grabara terbilang kurang impresif dengan catatan 11 nirbobol dan kebobolan 115 kali dalam 63 laga di semua kompetisi selama membela Wolfsburg.
Meski begitu, catatannya dalam mengantisipasi penalti lawan-lawannya cukup apik pada Bundesliga 2025/2026. Grabara menggagalkan 3 dari 12 penalti per 4 Mei 2026. Salah satu aksinya berperan penting bagi kemenangan Wolfsburg 1-0 atas Hamburger SV pada 25 Oktober 2025.
3. Vanja Milinkovic-Savic mengantisipasi tiga penalti pada Serie A 2025/2026
Vanja Milinkovic-Savic didatangkan Napoli dari Torino pada musim panas 2025. Awalnya, ia merupakan kiper pilihan kedua setelah Alex Meret. Namun, Milinkovic-Savic berhasil merebut posisi kiper utama Napoli selama Meret cedera pada 2025/2026.
Ia membuktikan layak mengisi posisi kiper utama Napoli dengan catatan 13 nirbobol dan 35 kebobolan dalam 35 laga di semua kompetisi per 4 Mei 2026. Milinkovic-Savic mampu mengantisipasi 3 dari 7 penalti pada Serie A 2025/2026 per 4 Mei 2026. Ia memegang peran penting bagi catatan clean sheet Napoli saat menang 1-0 atas Lecce pada 28 Oktober 2025 dan imbang 0-0 kontra Como pada 1 November 2025.
4. Dominik Greif menghentikan tiga penalti pada Ligue 1 2025/2026
Dominik Greif bergabung dengan Olympique Lyon pada Agustus 2025. Awalnya, ia tidak menjadi pilihan utama pelatih Lyon, Paolo Fonseca, dalam tiga laga pekan pertama Ligue 1 2025/2026. Greif baru diberi kesempatan tampil sebagai penjaga gawang nomor satu Les Gones sejak kemenangan 1-0 atas Angers SCO pada pekan kelima.
Penampilannya kemudian terbilang konsisten dengan catatan 14 nirbobol dan 32 kebobolan dalam 31 laga di semua kompetisi per 4 Mei 2026. Lebih detail, Greif mampu menahan 3 dari 5 sepakan penalti lawan-lawannya di Ligue 1 per 4 Mei 2026. Salah satunya ketika Lyon menang 2-1 atas Paris Saint-Germain (PSG) pada 19 April 2026. Greif menggagalkan penalti striker PSG, Goncalo Ramos, pada menit ke-33.
Keempat kiper di atas menunjukkan kepiawaiannya dalam mengantisipasi penalti pada 2025/2026. Sebagian besar dari mereka berkontribusi besar bagi hasil positif yang diraih timnya. Keempat kiper tersebut memiliki tantangan masing-masing bersama klubnya menjelang akhir 2025/2026. Milinkonvic-Savic dan Greif memiliki misi mengamankan tiket Liga Champions Eropa (UCL) untuk Napoli serta Lyon. Sementara itu, Grabara bersama Wolfsburg tengah berjuang keluar dari zona degradasi setelah menempati urutan ke-17 Bundesliga per pekan ke-30.















