Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kiprah Amerika Serikat di Piala Dunia sebelum 2026, Pernah Juara?

Kiprah Amerika Serikat di Piala Dunia sebelum 2026, Pernah Juara?
trofi Piala Dunia (unsplash.com/My Profit Tutor)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat akan tampil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, otomatis lolos ke putaran final dan tergabung di grup D.
  • Dalam sejarah 11 partisipasi sebelumnya, AS belum pernah juara; pencapaian terbaiknya adalah mencapai semifinal pada edisi perdana tahun 1930 di Uruguay.
  • AS paling sering terhenti di babak 16 besar sebanyak lima kali, dengan capaian terakhir pada Piala Dunia 2022, serta sekali mencapai perempat final pada tahun 2002.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Amerika Serikat (AS) akan tampil di hadapan pendukung sendiri di Piala Dunia 2026 yang berlangsung mulai pertengahan Juni 2026. Mereka lolos otomatis ke putaran final sebagai tuan rumah bersama dua negara lainnya, Kanada dan Meksiko. AS memulai perjuangan di ajang ini dengan bersaing bersama Australia, Paraguay, dan Turki di Grup D.

Edisi kali ini sekaligus menandai keikutsertaan AS yang ke-12 sepanjang sejarah Piala Dunia. Dalam sebelas partisipasi sebelumnya, mereka mencatatkan pencapaian yang beragam. Namun pertanyaannya, apakah AS pernah keluar sebagai juara?

1. Amerika Serikat terhenti pada fase grup dalam empat edisi

Amerika Serikat terhitung telah empat kali merasakan pahitnya terhenti pada fase grup. Momen pertama terjadi ketika finis di peringkat terakhir Grup 2 di Piala Dunia 1950 yang berlangsung di Brasil. Setelah absen lama, AS kembali tampil di Piala Dunia 1990 dan lagi-lagi mengakhiri perjuangan sebagai juru kunci grup.

Untuk ketiga kalinya, AS terhenti pada fase grup di Piala Dunia pada 1998. Mereka finis di peringkat terakhir saat bersaing dengan Iran, Yugoslavia, dan Jerman di Grup F. Lalu, kegagalan untuk lolos dari fase grup kembali terjadi saat finis sebagai juru kunci Grup E pada 2006, kalah bersaing dengan Italia, Ghana, dan Ceko.

2. Amerika Serikat paling sering terhenti pada babak 16 besar, yaitu lima kali

Amerika Serikat terhitung pernah lolos dari fase grup dalam tujuh edisi berbeda. Namun, langkah mereka terhenti pada babak 16 besar sebanyak lima kali. Dengan demikian, babak 16 besar paling kerap menjadi titik berhentinya perjalanan AS di Piala Dunia.

AS untuk pertama kalinya tersingkir pada babak ini usai dibantai Italia dengan skor 1-7 pada 1934. Pencapaian yang sama kembali menghampiri lantaran kalah 0-1 dari Brasil pada 1994. Sedangkan, tiga edisi berikutnya ketika AS terhenti pada babak 16 besar ialah pada 2010, 2014, dan 2022.

3. Langkah Amerika Serikat terhenti pada perempat final di Piala Dunia 2002

Amerika Serikat pernah sekali terhenti pada perempat final Piala Dunia. momen tersebut terjadi pada 2002. Pada Edisi kali ini, turnamen berlangsung di Asia, tepatnya Korea Selatan dan Jepang yang menjadi tuan rumah bersama.

Di Piala Dunia 2002, Amerika Serikat lolos dari fase grup sebagai runner-up Grup D sebelum menyingkirkan Meksiko pada babak 16 besar. Namun, ambisi mereka untuk melaju lebih jauh sirna usai kalah tipis 0-1 pada perempat final.

4. Pencapaian terbaik Amerika Serikat ialah melaju ke semifinal

Selama bersaing di Piala Dunia, pencapaian terbaik Amerika Serikat ialah melangkah hingga semifinal. Itu terjadi di Piala Dunia edisi perdana 1930 yang berlangsung di Uruguay. Skuad AS yang dihuni Tom Florie, Jim Brown, dan Bart McGhee diarsiteki oleh Bob Millar.

Pada edisi kali ini, AS lolos dari fase Grup 4 sebagai peringkat teratas usai bersaing dengan Paraguay dan Belgia. Lalu, mereka tak berkutik hingga kalah telak 1-6 dari Argentina. Argentina lantas gagal juara usai takluk 2-4 dari tuan rumah, Uruguay, di final.

Berstatus sebagai tuan rumah tentu membuat Amerika Serikat memikul ekspektasi besar pada Piala Dunia 2026. Dukungan publik sendiri diharapkan mampu membantu mereka melangkah lebih jauh dibanding beberapa edisi sebelumnya yang kerap berakhir pada babak 16 besar. Meski belum pernah meraih gelar juara, AS setidaknya memiliki pengalaman panjang dan sempat menembus semifinal pada edisi perdana. Kini, tantangan bagi mereka ialah memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah untuk kembali mencatatkan pencapaian terbaik di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More