3 Pelatih Italia yang Berkiprah di Piala Dunia 2026

- Italia absen di Piala Dunia 2026, tapi tiga pelatih asal negeri itu tetap hadir memimpin tim berbeda di ajang bergengsi tersebut.
- Vincenzo Montella sukses membawa Turki lolos ke Piala Dunia setelah absen panjang sejak 2002 lewat perjuangan dramatis di babak play-off.
- Carlo Ancelotti menjadi pelatih asing pertama Brasil, sementara Fabio Cannavaro dipercaya menangani Uzbekistan yang debut di Piala Dunia 2026.
Italia absen untuk ketiga kalinya secara beruntun di Piala Dunia pada edisi 2026 nanti. Namun, aroma sepak bola mereka tampaknya tidak akan sepenuhnya hilang. Sebab, ada tiga allenatore yang bekerja di ajang yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini.
1. Vincenzo Montella membawa Turki kembali bermain di Piala Dunia setelah absen sejak 2002
Turki debut di Piala Dunia pada 1954. Mereka baru kembali terlibat pada 2002. Tim yang saat itu dilatih Senol Gunes tersebut membuat kejutan dengan lolos sampai semifinal sebelum kalah 0-1 dari Brasil yang pada akhirnya menjadi juara. Turki mendapat hiburan dengan merebut tempat ketiga usai mengalahkan tuan rumah, Korea Selatan, 3-2.
Nahas, setelah pencapaian impresif itu, mereka kembali gagal untuk lolos hingga lima edisi beruntun. Tren negatif tersebut akhirnya selesai pada 2026 ini. Mereka melaju ke babak final dengan mati-matian. Sebab, Turki mengamankan tiket lewat laga play-off. Mereka mengalahkan Kosovo 1-0. Vincenzo Montella pun berhak mendapat apresiasi.
Sebab, pria yang lahir di Italia pada 18 Juni 1974 itu bertugas sebagai pelatih mereka mulai 21 September 2023. Federasi menunjuknya karena kiprahnya yang impresif bersama Adana Demirspor pada 2021--2023. Montella juga sudah menunjukan kinerja yang positif di tim nasional dengan membawa Turki menembus perempat final Euro 2024.
2. Carlo Ancelotti menjadi pelatih asing pertama dalam sejarah Timnas Brasil
Drama antara Timnas Brasil, Real Madrid, dan Carlo Ancelotti akhirnya selesai pada 12 Mei 2025. Brasil mengumumkan pria asal Italia tersebut akan mulai memimpin tim nasional mereka pada 26 Mei 2026, sehari setelah LaLiga Spanyol 2024/2025 selesai. Menariknya, pada saat yang sama, Los Blancos belum mengeluarkan pernyataan apa pun soal masa depan Ancelotti. Terlebih, kontraknya masih tersisa sampai 2026. Madrid baru mengabarkan secara resmi berita kepergian Ancelotti pada 23 Mei 2026.
Ketertarikan Brasil kepada Ancelotti memang sudah terjadi cukup lama, setidaknya sejak ditinggal Tite pada 2022. Mereka sempat mencoba menggantikan sosok legendaris tersebut dengan Fernando Diniz dan Dorival Junior. Namun, Brasil membutuhkan nama yang sama besarnya. Mereka akhirnya mendapatkan Ancelotti sekaligus menjadikan pria yang lahir pada 26 Mei 1959 itu sebagai pelatih asing pertama dalam sejarah tim nasionalnya.
Debut Ancelotti sebagai pelatih Brasil berakhir imbang tanpa gol melawan Ekuador pada 6 Juni 2025. Namun, 5 hari berselang, mereka berhasil menang 1-0 atas Paraguay yang memastikan satu tempat di Piala Dunia 2026. Brasil kemudian membantai Chile 3-0 dan kalah 0-1 dari Bolivia pada laga kualifikasi terakhir. Setelahnya, Ancelotti memimpin mereka dalam 6 laga uji coba yang berakhir dengan 3 kemenangan, 2 kekalahan, dan 1 keimbangan.
3. Uzbekistan menunjuk Fabio Cannavaro pada 6 Oktober 2025
Uzbekistan merupakan tim debutan di Piala Dunia 2026 bersama Cape Verde, Curacao, dan Yordania. Mereka meraih 10 kemenangan dari total 16 pertandingan kualifikasi dengan 1 saja yang berakhir kekalahan. Namun, secara mengejutkan, mereka melakukan pergantian di posisi pelatih.
Pada 5 Oktober 2025, federasi secara resmi menunjuk Fabio Cannavaro. Mereka kemudian menugaskan Timur Kapadze sebagai salah satu asistennya. Namun, Kapadze menolak posisi tersebut. Ia pun mengundurkan diri setelah bekerja dari 2018 dengan berbagai peran.
Pengurus federasi Uzbekistan menyampaikan secara jelas alasan di balik keputusan yang mereka buat. Kapadze memang berperan besar dalam keberhasilan mengukir sejarah. Namun, mereka membutuhkan sosok berpengalaman. Cannavaro dinilai memenuhi kriteria tersebut. Salah satunya karena statusnya sebagai juara Piala Dunia saat aktif bermain.
Sepak bola Italia tercoreng akibat kegagalan lolos ke Piala Dunia hingga tiga edisi beruntun. Tiga sosok di atas pun diharapkan bisa sedikit mengharumkan nama negaranya dengan membawa tim masing-masing tampil apik di Piala Dunia 2026.



















