Perbasasi DKI Jakarta Fokus Pembinaan, Bidik PON XXII NTT-NTB

- M David Franico terpilih sebagai Ketua Perbasasi DKI Jakarta periode 2026–2030 dan langsung menyusun program pembinaan prestasi empat tahun ke depan.
- Perbasasi DKI menargetkan peningkatan daya saing atlet serta persiapan matang menuju PON XXII NTT-NTB melalui kompetisi internal dan pembinaan berjenjang.
- Kepengurusan baru juga fokus mempopulerkan slowpitch lewat turnamen, festival komunitas, dan program pengenalan olahraga untuk memperluas partisipasi masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Pengurus Persatuan Baseball dan Softball (Perbasasi) Provinsi DKI Jakarta baru saja menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 9 Mei 2026 di Habitare Hotel. Dalam momen ini, M David Franico resmi terpilih sebagai Ketua Perbasasi DKI Jakarta periode 2026-2030.
Setelah proses pemilihan, pengurus baru Perbasasi DKI langsung menyusun agenda selama empat tahun ke depan. Fokus utamanya adalah penguatan pembinaan prestasi serta penyusunan arah program kerja organisasi.
"DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk terus menjadi salah satu kekuatan utama baseball dan softball nasional, sehingga diperlukan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis prestasi," kata Franico usai Musprov, dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
1. Fokus peningkatan kualitas dan daya saing atlet DKI Jakarta

Tujuan utama dalam pembinaan selama empat tahun ke depan adalah meningkatkan daya saing DKI Jakarta dalam persaingan baseball dan softball di Indonesia. Maka dari itu, menurutnya sangat penting terciptanya kolaborasi antara pengurus, klub, pelatih, atlet, serta komunitas untuk menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif.
"Selain peningkatan kualitas atlet, perhatian juga akan diberikan pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan agar mampu mengikuti perkembangan olahraga internasional," ujar Franico.
2. Fokusnya ke pembinaan di level provinsi

Dalam Pekan Olahraga Nasional XXII yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, Perbasasi DKI Jakarta memastikan bakal menyiapkan tim dengan lebih matang. Pematangan kompetisi, pembinaan jelang turnamen, hingga pembentukan sistem dalam jangka lebih panjang, langsung dibentuk.
Demi menyambut ajang multievent berskala nasional itu, kompetisi internal antarklub dan pembinaan kelompok umur juga akan diperkuat sebagai fondasi regenerasi atlet yang berkesinambungan.
3. Fokus juga memassalkan slopwitch
Fokus lain Perbasasi DKI Jakarta adalah memperluas popularitas slopwitch. Cabang olahraga yang terus berkembang di berbagai negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga berbasis komunitas.
Slopwicth, menurut Perbasasi DKI Jakarta, bukan hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sarana membangun budaya hidup sehat, mempererat komunitas, dan membuka ruang pembinaan atlet baru. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap slowpitch terus meningkat, termasuk dari kalangan profesional muda, komunitas olahraga, hingga keluarga.
Karena itu, kepengurusan baru berkomitmen untuk memperluas penyelenggaraan turnamen, festival olahraga komunitas, serta program pengenalan baseball dan softball kepada masyarakat luas. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi olahraga sekaligus memperbesar basis talenta atlet di masa depan.



















