Dick Advocaat, pelatih berkebangsaan Belanda, kembali beradu taktik di Piala Dunia pada 2026. Ia datang ke ajang besar ini sebagai juru taktik Curacao yang menyandang status debutan. Negara yang tergabung di zona CONCACAF itu menjadi tim ketiga yang memakai jasa Dick Advocaat sebagai pelatih. Bagaimana hasil yang didapat sang pelatih di Piala Dunia sepanjang kariernya per 2026?
Kiprah Dick Advocaat di Piala Dunia Bersama 3 Negara Berbeda per 2026

1. Bersama Dick Advocaat, Belanda terhenti pada perempat final Piala Dunia 1994
Dick Advocaat untuk pertama kalinya beradu taktik di Piala Dunia sebagai pelatih Timnas Belanda pada 1994. Perjalanan De Oranje menuju putaran final yang berlangsung di Amerika Serikat diwarnai dengan beberapa kemenangan meyakinkan meski sempat tersandung dalam dua laga pertama. Sayangnya, Advocaat hanya mampu membawa anak asuhnya melaju hingga perempat final.
Belanda mengakhiri perjuangan di fase grup sebagai juara grup F meski sama-sama memiliki enam poin dengan Arab Saudi di peringkat kedua dan Belgia di peringkat ketiga. Pada laga pertama, De Oranje melibas Arab Saudi 2-1. Pasukan Advocaat gagal meraih poin penuh pada laga kedua dengan kalah 0-1 dari Belgia. De Oranje mendapat tambahan tiga poin dengan kemenangan 2-1 atas Maroko pada laga terakhir.
Belanda mengunci satu tempat pada perempat final berkat kemenangan 2-0 atas Irlandia pada babak 16 besar. Brasil lantas menjadi tim yang mengubur mimpi skuad besutan Advocaat untuk tampil pada semifinal. Bertanding di Cotton Bowl, Belanda kalah 2-3 oleh gol penentu kemenangan Braco lewat tendangan bebas pada menit 81.
2. Dick Advocaat gagal membawa Korea Selatan lolos dari fase grup edisi 2006
Dick Advocaat kembali unjuk kemampuan di Piala Dunia pada 2006. Kali ini, ia menangani Korea Selatan sebagai salah satu wakil Asia. Sayangnya, tim besutan Advocaat gagal lolos dari fase grup.
Perjuangan Korea Selatan sejatinya dimulai dengan hasil positif. Mereka menang 2-1 dalam duel kontra Togo pada laga pertama. Setelah sempat tertinggal lebih dahulu pada menit 31, Lee Chun Soo menyamakan kedudukan dan disusul gol penentu kemenangan Ahn Jung Hwan.
Taegeuk Warriors memberikan perlawanan apik hingga menahan imbang Prancis 1-1 pada laga kedua. Sayangnya, langkah Korea Selatan resmi terhenti usai kalah 0-2 dari Swiss pada laga terakhir. Pasukan Advocaat finis di peringkat ketiga dan terpaut satu poin dengan Prancis sebagai runner-up.
3. Dick Advocaat mengawal tim debutan pada 2026
Dua dekade berselang, tepatnya pada 2026, Dick Advocaat resmi kembali ke Piala Dunia. Ia diberi tugas untuk mengawal Curacao yang mencetak sejarah tampil pertama kalinya di ajang ini. Pada Mei 2026, Advocaat resmi kembali menangani Curacao usai sempat mengundurkan diri pada Februari 2026 karena masalah kesehatan.
Curacao langsung mendapat pelajaran berharga pada laga pertama. Bersua Jerman sebagai salah satu tim unggulan, mereka terbantai 1-7. Satu-satunya gol Curacao dicetak Livano Comenencia pada menit 21 yang sekaligus menjadikan sang pemain sebagai pemain Curacao pertama yang mencetak gol di Piala Dunia.
Skuad besutan Advocaat sempat membuat kejutan dengan menahan imbang Ekuador tanpa gol. Namun, kekalahan 0-2 dari Pantai Gading pada laga terakhir resmi membuat langkah Curacao terhenti. Mereka finis di peringkat terakhir grup E dengan torehan satu poin, di bawah Ekuador yang berpotensi lolos ke fase gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Meski belum pernah membawa timnya melangkah hingga semifinal Piala Dunia, Dick Advocaat tetap mencatatkan kiprah yang unik dengan menangani tiga negara berbeda di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut. Pengalamannya membesut Belanda, Korea Selatan, hingga Curacao menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan karakter tim dan tantangan yang berbeda di setiap era. Pada edisi 2026, meski gagal meloloskan Curacao ke fase gugur, Advocaat tetap menjadi sosok penting di balik sejarah debut negara tersebut di Piala Dunia.