Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kiprah Gianluigi Buffon Bareng Italia di Piala Dunia, Juara pada 2006

Kiprah Gianluigi Buffon Bareng Italia di Piala Dunia, Juara pada 2006
trofi Piala Dunia (unsplash.com/My Profit Tutor)
Intinya Sih
  • Gianluigi Buffon resmi mundur dari jabatan Kepala Delegasi Timnas Italia setelah kegagalan tim melaju ke Piala Dunia 2014, mengikuti langkah Gabriele Gravina yang lebih dulu mengundurkan diri.
  • Perjalanan Buffon di Piala Dunia dimulai sebagai cadangan pada 1998, lalu menjadi kiper utama sejak 2002 hingga membawa Italia juara dunia pada edisi 2006 lewat kemenangan dramatis atas Prancis.
  • Meski tampil kembali pada 2010 dan 2014, cedera serta performa tim membuat Italia gagal lolos dari fase grup, menandai akhir kiprah Buffon di panggung Piala Dunia bersama Gli Azzurri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Gianluigi Buffon turut mengambil sebuah keputusan usai Tim Nasional Italia gagal melaju ke Piala Dunia 2014. Lewat akun media sosialnya, ia mengumumkan mundur dari jabatannya sebagai Kepala Delegasi. Dirinya mengikuti langkah Gabriele Gravina yang lebih dahulu melepas jabatannya sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Langkah mundur tersebut menjadi penanda berakhirnya kiprah Gianluigi Buffon dalam struktur Timnas Italia. Namun, jauh sebelum itu, namanya telah lebih dulu terukir sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah Gli Azzurri, khususnya di ajang Piala Dunia. Buffon mengalami berbagai fase, mulai dari peran terbatas di awal karier hingga menjadi figur sentral saat membawa Italia meraih kejayaan. Berikut kiprah Buffon sebagai pemain Timnas Italia di Piala Dunia.

1. Gianluigi Buffon hanya jadi cadangan pada 1998

Gianluigi Buffon telah mendapat kesempatan debut bersama Timnas Italia ketika berusia 19 tahun pada 29 Oktober 1997. Penampilan pertamanya terjadi dalam duel kontra Rusia di Kualifikasi Piala Dunia 1998. Kualitas yang dimiliki kemudian membuat Buffon masuk dalam skuad Gli Azzurri untuk bersaing di Piala Dunia 1998.

Namun, Buffon yang masih berusia cukup muda tak mendapat kesempatan bermain di Piala Dunia 1998. Itu karena Gianluca Pagliuca selalu tampil penuh di bawah mistar gawang dalam lima laga yang dijalani Italia. Pada edisi kali ini, langkah Gli Azzurri dihentikan Prancis di perempat final.

2. Gianluigi Buffon menjadi kiper utama Italia dalam perjalanan ke babak 16 besar Piala Dunia 2002

Gianluigi Buffon berkembang sebagai kiper tangguh usai hanya jadi cadangan di Piala Dunia 1998. Performa apik di level klub bersama Parma membuatnya kembali dibawa Italia untuk bersaing di Piala Dunia 2002. Pada edisi kali ini, Buffon mendapat tanggung jawab yang lebih besar.

Buffon memegang peran sebagai kiper utama Italia di Piala Dunia 2002. Ia selalu bermain selama 90 menit dalam tiga laga yang dijalani timnya di fase grup dengan hasil 1 menang, 1 imbang, dan 1 kalah. Lalu, Buffon juga bermain penuh dalam kekalahan dramatis 1-2 dari Korea Selatan pada babak 16 besar.

3. Gianluigi Buffon mempersembahkan gelar juara untuk Italia pada 2006

Setelah selalu gagal mempersembahkan trofi di Piala Dunia dalam dua keikutsertaan pertama, Gianluigi Buffon membawa Italia terbang tinggi di Piala Dunia 2006. Ia sukses membawa Gli Azzurri merengkuh gelar juara dengan selalu bermain penuh sejak laga pertama fase grup hingga laga final. Dengan kehadiran Buffon di bawah mistar gawang, Italia tak pernah mengalami kekalahan dalam tujuh laga. Satu-satunya kegagalan untuk menang ialah ketika bertemu Amerika Serikat pada laga kedua fase grup dengan skor akhir 1-1.

Keberhasilan ini diwarnai dengan kejadian yang tak terlupakan dalam duel kontra Prancis di final. Zinedine Zidane diusir dari lapangan pada menit 110 usai menanduk Marco Materazzi. Pemenang pada laga ini ditentukan lewat adu penalti yang kemudian dimenangkan oleh Italia.

4. Gianluigi Buffon hanya tampil dalam satu laga dan Italia terhenti di fase grup pada 2010

Italia berstatus sebagai juara bertahan di Piala Dunia edisi 2010. Kali ini, Gianluigi Buffon kembali mendapat tempat di skuad. Sayangnya, ia gagal memberikan kontribusi maksimal karena cedera yang berbuah kegagalan Gli Azzurri lolos dari fase grup.

Pada laga pertama fase grup menghadapi Paraguay, Buffon hanya bermain selama 45 menit. Ia ditarik keluar pada awal babak kedua karena cedera. Situasi ini membuatnya absen dalam dua laga berikutnya dan digantikan Federico Marchetti.

5. Gianluigi Buffon gagal bawa Italia lolos dari fase grup pada 2014

Gianluigi Buffon terakhir kali merasakan atmosfer Piala Dunia pada 2014. Meski tak lagi muda, ia masih mendapat kepercayaan sebagai penjaga gawang utama. Sayangnya, pencapaian Gli Azzurri kali ini sama seperti edisi sebelumnya, gagal lolos dari fase grup.

Buffon tak bermain karena masalah kebugaran ketika Italia melakoni laga pertama fase grup dan meraih kemenangan 2-1 atas Inggris. Ia baru bermain dalam duel kontra Kosta Rika pada laga kedua. Sayangnya, Italia justru kalah dengan skor tipis 0-1. Buffon kembali bermain selama 90 menit saat Gli Azzurri kalah 0-1 dari Uruguay pada laga ketiga, yang sekaligus memastikan akhir dari perjuangan Italia di ajang ini.

Perjalanan Gianluigi Buffon bersama Timnas Italia di Piala Dunia menggambarkan karier yang penuh warna, dari sosok pelapis hingga menjadi pahlawan di bawah mistar. Meski tak selalu berakhir manis di setiap edisi, kontribusinya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah Gli Azzurri, terutama saat mengantarkan tim meraih gelar juara pada 2006.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More