Cegah Ebola di Piala Dunia 2026, Pemain Kongo Harus Diisolasi

- Pemerintah AS mewajibkan skuad Kongo menjalani isolasi 21 hari di Belgia sebelum tampil di Piala Dunia 2026 karena wabah Ebola yang sedang merebak di negara tersebut.
- Task Force Piala Dunia 2026 menegaskan, pelanggaran terhadap aturan isolasi bisa membuat seluruh skuad Kongo ditolak masuk ke Amerika Serikat demi mencegah penyebaran virus.
- Federasi Sepak Bola Kongo memindahkan pemusatan latihan ke Belgia, namun suporter dan jurnalis terancam gagal hadir karena penundaan layanan visa AS akibat wabah Ebola.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat bakal menerapkan prosedur khusus untuk skuad Kongo yang akan berlaga di Piala Dunia 2026. Mereka diwajibkan untuk menjalani isolasi terlebih dulu sebelum berlaga di turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Kebijakan ini diambil karena wabah Ebola sedang merebak di Kongo. Task Force Piala Dunia 2026 menegaskan prosedur ini tak bisa ditawar dan harus dijalani oleh seluruh anggota skuad Kongo sebelum masuk ke wilayah Amerika Serikat.
1. Diisolasi 21 hari di Belgia
Dilansir ESPN, kepala Task Force Piala Dunia 2026 dari Gedung Putih, Andrew Giuliani, telah mengirimkan surat ke FIFA terkait kebijakan tersebut. Andrew meminta FIFA memberitahu skuad Kongo untuk melakukan isolasi selama 21 hari.
Seluruh anggota skuad Kongo, diharapkan bisa mempertahankan bubble yang dibuat selama masa pemusatan latihan (TC) di Belgia.
"Kami dengan jelas menegaskan, Kongo harus menjaga integritas bubble selama 21 hari sebelum datang ke Houston pada 11 Juni nanti," ujar Giuliani, dilansir ESPN.
2. Sudah ingatkan pemerintah Kongo
Giuliani menegaskan, ada risiko yang dihadapi Kongo jika permintaan itu dilanggar. Bukan gak mungkin, seluruh skuad Kongo ditolak masuk bila ada pelanggaran komitmen yang dilakukan.
"Kami telah menegaskan kepada pemerintah Kongo juga tentang kebijakan ini. Atau, mereka berisiko gak boleh ke Amerika Serikat. Kami tegas atas aturan ini. Kami mau memastikan tak ada virus yang masuk ke dalam atau dekat perbatasan," kata Giuliani.
3. Pemain diprediksi aman, suporter dan jurnalis terancam gagal masuk AS
Kongo sebenarnya sempat merencanakan untuk menggelar TC di ibu kota negara, Kinshasa. Namun, semua harus dibatalkan karena wabah Ebola merebak.
Tak mau ambil risiko gagal mentas di Piala Dunia yang sudah dinantikan sejak 1974, manajemen Federasi Sepak Bola Kongo akhirnya memindahkan pemusatan latihan ke Belgia.
Dengan kebijakan itu, para pemain Kongo diprediksi akan aman masuk ke Amerika Serikat. Kini, permasalahannya adalah suporter dan jurnalis yang sudah mengajukan visa Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kongo saat ini sedang menunda pelayanan visa akibat wabah Ebola. Ada potensi, mereka gak bisa datang ke Piala Dunia 2026 nanti.
"Jika ada orang lain yang mau datang, harus berada di bubble berbeda dari tim. Jika mereka pada akhirnya datang, lalu beberapa darinya mengalami gejala, pasti menjadi risiko buat tim untuk berkompetisi," ujar Giuliani.

















