Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Surat dari Guardiola Untuk ManCity: Oasis, Kota Pekerja, Solidaritas

Surat dari Guardiola Untuk ManCity: Oasis, Kota Pekerja, Solidaritas
potret Etihad Stadium, markas Manchester City (unsplash.com/supergios)
Intinya Sih
  • Pep Guardiola resmi meninggalkan Manchester City setelah satu dekade, keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh klub melalui situs resminya.
  • Dalam surat perpisahan, Guardiola mengenang awal kedatangannya di Manchester, termasuk wawancara pertamanya dengan Noel Gallagher dari band Oasis.
  • Guardiola menyoroti semangat kerja keras dan solidaritas warga Manchester, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dan cinta yang ia terima selama berada di kota tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pep Guardiola sudah menentukan masa depannya. Dia sudah memutuskan cabut dari ManCity setelah 10 tahun bermarkas di Etihad Stadium.

Seiring dengan kepergiannya, Guardiola melayangkan surat terbuka kepada seluruh suporter, pemain, dan elemen ManCity lainnya. Di dalamya, dia menyinggung bagaimana pentingnya ManCity, Oasis, hingga karakter Manchester sebagai kota pekerja.

1. Mengenang soal Noel Gallagher dan Oasis

Guardiola mengingat momen pertama ketika saat gabung ke ManCity. Saat itu, dia langsung diwawancarai oleh pentolan band Oasis, Noel Gallagher, yang akhirnya memberikan kesan tersendiri.

"Ketika saya datang, wawancara pertama adalah dengan Noel Gallagher. Saya keluar sambil berpikir, 'Baiklah... Noel ada di sini? Ini akan menyenangkan'," ujar Guardiola dilansir foto kolase yang di akun Instagram Guardiola, @pepteam.

2. Kenangan manis Guardiola dengan Manchester

Masa 10 tahun bersama ManCity, membuat Guardiola tahu betul soal atmosfer Manchester. Dia paham, kota ini tidak dibangun oleh rasa malas, melainkan oleh kerja keras konstan yang sudah terbentuk sejak era revolusi industri.

"Kota ini dibangun dengan kerja keras. Dari orang-orang yang berangkat bekerja sejak pagi, pulang larut malam. Dari pabrik-pabrik, serikat pekerja. Musik, lalu revolusi industri, dan bagaimana peristiwa itu mengubah dunia," ujar Guardiola.

Selain itu, Guardiola juga menyaksikan langsung solidaritas Manchester kala kota ini diguncang oleh teror bom pada 2017. Dia juga melihat langsung bagaimana warga kota saling membantu membantu saat pandemik COVID-19 melanda.

"Ingatkah kalian pada tragedi Manchester Arena, ketika kota ini menunjukkan kepada dunia seperti apa kekuatan yang sesungguhnya? Bukan kemarahan, ketakutan. Melainkan cinta, kebersamaan, solidaritas. City United. Ingat ketika saya kehilangan ibu saat masa COVID-19 dan merasakan bagaimana klub ini membantu melewati semuanya, memberi semangat," kata Guardiola.

3. Ucapan terima kasih bagi Manchester

Terakhir, Guardiola mengucapkan terima kasih karena Manchester sudah memercayai dirinya jadi salah satu bagian dari kota tersebut. Selamanya, Manchester akan selalu spesial di hati Guardiola.

"Jadi, saat masa saya di sini akan berakhir, berbahagialah. Oasis kembali bersatu lagi. Hadirin sekalian, terima kasih telah mempercayai saya. Terima kasih telah mendorong saya untuk terus berkembang. Tony Walsh pernah berkata dalam puisinya yang tak terlupakan, ‘This is the place.’ Maaf, Tony, this is my place," ujarnya

Berikut adalah isi lengkap dari surat terbuka Guardiola untuk ManCity:

“Ketika saya datang, wawancara pertama saya adalah dengan Noel Gallagher. Saya keluar sambil berpikir, ‘Baiklah... Noel ada di sini? Ini akan menyenangkan,’”

Dan betapa luar biasanya waktu yang telah kita lalui bersama. Jangan tanyakan alasan saya pergi. Tidak ada alasan khusus, tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ini memang waktunya. Tidak ada yang abadi. Jika sesuatu benar-benar abadi, mungkin saya akan tetap berada di sini. Yang akan abadi adalah perasaan ini, orang-orangnya, kenangan-kenangannya, dan cinta yang saya miliki untuk Manchester City saya.

Ini adalah kota yang dibangun oleh kerja keras. Oleh perjuangan. Anda bisa melihatnya dari warna batu bata di kota ini. Dari orang-orang yang berangkat bekerja sejak pagi, yang pulang larut malam. Dari pabrik-pabrik. Dari keluarga Pankhurst. Dari serikat pekerja. Dari musik. Dari Revolusi Industri dan bagaimana peristiwa itu mengubah dunia. Dan saya rasa saya perlahan memahami hal itu, begitu juga dengan tim-tim saya.

Kami bekerja. Kami menderita. Kami berjuang. Dan kami melakukan semuanya dengan cara kami sendiri. Cara kami.

Kerja keras hadir dalam berbagai bentuk. Perjalanan ke Bournemouth saat kami kehilangan gelar Liga Inggris, dan kalian tetap ada di sana. Perjalanan ke Istanbul, ketika kalian juga tetap hadir.

Ingatkah kalian pada tragedi serangan Manchester Arena, ketika kota ini menunjukkan kepada dunia seperti apa kekuatan yang sesungguhnya? Bukan kemarahan. Bukan ketakutan. Melainkan cinta. Kebersamaan. Solidaritas. Sebuah kota yang bersatu.

Ingat ketika saya kehilangan ibu saya saat masa COVID, dan saya merasakan bagaimana klub ini membantu saya melewati semuanya. Para suporter, staf, dan masyarakat Manchester, kalian memberi saya kekuatan pada saat saya sangat membutuhkannya. Cris, anak-anak saya, seluruh keluarga saya, kalian selalu ada. Khaldoon, Anda juga ada di sana.

Para pemain tidak akan melupakan semuanya — setiap detik, setiap momen; saya, staf saya, klub ini, semuanya. Apa yang telah kami lakukan, kami lakukan untuk kalian semua. Dan kalian sungguh luar biasa. Kalian mungkin belum menyadarinya sekarang, tetapi kalian sedang meninggalkan sebuah warisan.

Jadi, saat masa saya di sini akan berakhir, berbahagialah. Oasis kembali bersatu lagi.

Hadirin sekalian, terima kasih telah mempercayai saya. Terima kasih telah mendorong saya untuk terus berkembang. Terima kasih telah mencintai saya.

Tony Walsh pernah berkata dalam puisinya yang tak terlupakan, ‘This is the place.’ Maaf, Tony: ‘This is my place.’ (Ini tempat saya.)

Noel... saya benar. Semua ini sungguh sangat menyenangkan.

Saya mencintai kalian semua.”

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More