3 Klub yang Diperkuat Niklas Suele Sepanjang Karier sebagai Pemain

- Niklas Suele memutuskan pensiun pada usia 30 tahun setelah cedera lutut berulang, menutup perjalanan karier profesionalnya selama 13 tahun di dunia sepak bola.
- Suele memulai karier bersama TSG Hoffenheim, tampil 117 kali dan menjadi bek andalan sebelum direkrut Bayern Munich pada 2017 dengan nilai transfer sekitar 20 juta euro.
- Setelah meraih 14 trofi bersama Bayern Munich, ia bergabung ke Borussia Dortmund hingga musim 2025/2026, mencatatkan lebih dari seratus penampilan sebelum akhirnya gantung sepatu.
Niklas Suele memutuskan pensiun dini pada usia 30 tahun setelah berakhirnya musim 2025/2026. Keputusan ini diambil karena cedera lutut yang dialaminya pada April lalu. Selain itu, ia juga punya riwayat dua kali anterior cruciate ligament (ACL). Ia tidak ingin lebih parah sehingga memilih untuk mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola.
Dengan keputusan pensiun tersebut, Suele mengakhiri perjalanannya di lapangan hijau selama 13 tahun. Sepanjang kariernya, bek asal Jerman ini hanya memperkuat tiga klub. Begini kiprahnya bersama klub-klub tersebut.
1. Niklas Suele mulai mencuri atensi ketika membela TSG 1899 Hoffenheim
TSG 1899 Hoffenheim merupakan klub profesional pertama Niklas Suele. Ia bergabung dengan akademi ketika usianya 15 tahun pada 2010. Tak butuh waktu lama baginya untuk membuktikan potensinya dan debut di tim utama. Partai pertamanya bersama Hoffenheim terjadi pada 1 Mei 2013. Setelah itu, ia dipromosikan penuh ke tim utama mulai musim 2013/2014.
Di bawah arahan Markus Gisdol, Suele menjelma sebagai bek muda yang menonjol. Kerja sama keduanya ini berlangsung hingga 2015. Setelah itu, nama Suele makin dikenal ketika ditangani Julian Nagelsmann. Ia menjadi tembok kokoh di barisan pertahanan Hoffenheim. Meski begitu, kerja sama keduanya di PreZero Arena hanya berlangsung selama 1,5 tahun.
Bersama Hoffenheim, Suele menunjukkan peran krusial membawa klub kompetitif di liga domestik. Meski klub beberapa kali mengalami pergantian pelatih, ia mampu menjadi andalan di lini belakang. Selama 4 tahun di tim utama, ia mencatatkan 117 pertandingan di lintas kompetisi. Dari jumlah penampilan ini, ia berhasil membukukan 8 gol dan 4 assist.
2. Bersama Bayern Munich, Niklas Suele meraih berbagai prestasi mentereng
Performa gemilang Niklas Suele di Hoffenheim menarik minat Bayern Munich pada musim panas 2017. Biaya transfer 20 juta euro atau sekitar Rp410 miliar membuatnya berlabuh ke Allianz Arena. Bersama Die Roten, ia menghabiskan waktu 5 tahun hingga 2022.
Suele mengalami periode emas dalam karier sepak bolanya bersama Bayern Munich. Dalam kurun waktu tersebut, ia menjadi tembok kokoh di lini belakang. Catatan 171 penampilan di berbagai ajang merupakan bukti ketangguhannya. Ia juga membuat 7 gol dan 5 assist.
Prestasi termewahnya tentu saat membawa Bayern Munich meraih sextuple pada 2020. Meski melewatkan sebagian musim karena cedera, kontribusinya tetap krusial dalam membantu tim juara. Tercatat, ia menghadirkan 14 trofi untuk publik Allianz Arena. Ia menjalani karier terbaiknya bersama Bayern Munich dengan raihan 5 Bundesliga Jerman, 4 DFL-Supercup, 2 DFB-Pokal, 1 Liga Champions Eropa, 1 UEFA Super Cup, dan 1 Piala Dunia Antarklub.
3. Niklas Suele mengakhiri kariernya dengan seragam Borussia Dortmund
Setelah 5 tahun membela Bayern Munich, Niklas Suele menyeberang ke Borussia Dortmund. Ia hengkang dari Allianz Arena setelah kontraknya berakhir pada musim panas 2021. Bek setinggi 195 cm ini kemudian berlabuh ke Signal Iduna Park dengan status bebas transfer.
Bersama Borussia Dortmund, Suele mampu diandalkan dalam 2 musim pertamanya. Ia turut membantu tim kompetitif hingga menembus final Liga Champions 2023/2024. Sayangnya, ia mengalami cedera pada lututnya pada 2024. Ia sempat absen lama sebelum akhirnya kembali cedera pada April 2026. Setelah itu, ia memutuskan pensiun pada akhir musim 2025/2026.
Kendati banyak melewatkan pertandingan karena cedera, Suele merupakan sosok andalan ketika dalam kondisi terbaiknya. Bersama Borussia Dortmund, ia mencatatkan 110 penampilan di lintas ajang dengan kontribusi 5 gol dan 6 assist. Meski belum berhasil memberikan trofi, masa 4 tahunnya di Signal Iduna Park memberikan kesan tersendiri, terutama 2 tahun awalnya.
Dengan usia masih 30 tahun, pensiun sebagai pesepak bola karena cedera memang bukan menjadi harapan. Namun, Niklas Suele memilihnya demi mencegah hal lebih buruk terjadi terhadap tubuhnya. Meski begitu, ia punya kesempatan lain untuk menjadi pelatih. Dengan ditangani sederet pelatih top, peluangnya menjadi juru taktik sangat potensial di masa depan.


















