Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kutukan Peraih Ballon d'Or Berlanjut di Piala Dunia 2026

Kutukan Peraih Ballon d'Or Berlanjut di Piala Dunia 2026
ilustrasi Ballon d'Or (commons.wikimedia.org/Ank Kumar)
Intinya Sih
  • Prancis gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 dari Spanyol, dengan Ousmane Dembele tak mampu menunjukkan performa terbaiknya.
  • Kekalahan ini memperpanjang kutukan Ballon d'Or yang sudah berlangsung sejak 1956, di mana tak ada pemenang penghargaan itu menjuarai Piala Dunia pada tahun yang sama.
  • Sejumlah legenda seperti Johan Cruyff, Rummenigge, Baggio, dan Ronaldo Nazario juga pernah terkena kutukan serupa di ajang Piala Dunia sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bagi para peraih Ballon d'Or, Piala Dunia menjadi turnamen yang paling menakutkan. Ada kutukan yang menimpa mereka dan berlanjut pada Piala Dunia 2026.

Ousmane Dembele menjadi korban terbaru atas kutukan ini. Pemenang Ballon d'Or edisi 2026 itu mentas bersama Prancis dan gagal melaju ke final.

1. Prancis gagal ke final Piala Dunia

Prancis dipastikan gagal melaju ke final Piala Dunia 2026. Kepastian itu didapat setelah dihajar Spanyol di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, dengan skor 0-2.

Dembele tak berkutik dalam laga tersebut. Begitu juga Kylian Mbappe, Michael Olise, dan bintang-bintang Prancis lain, yang berhasil dikunci mati oleh para pemain Spanyol.

2. Kutukan yang bertahan sejak 1956

Kekalahan Prancis dan Dembele memastikan kutukan peraih Ballon d'Or di Piala Dunia berlanjut. Sejak 1956, belum pernah ada pemenang Ballon d'Or yang mampu menjadi juara Piala Dunia di tahun yang sama.

Dari 17 edisi Piala Dunia yang melibatkan pemenang Ballon d'Or aktif, tercatat hanya mampu mengantarkan negaranya menembus final sebanyak lima kali. Sisanya berujung dengan kegagalan.

3. Siapa saja yang pernah merasakan kutukan ini?

Menariknya, sederet pemain hebat merasakan kutukan dari Ballon d'Or di Piala Dunia. Mereka adalah Johan Cruyff (1974), Karl-Heinz Rummenigge (1982), Roberto Baggio (1994), hingga Ronaldo Nazario (1998).

Sekarang, mitos Ballon d'Or dan kegagalan berlanjut di Piala Dunia 2026. Pada edisi 2030 nanti, menarik untuk menunggu apakah mitos ini akan tuntas atau justru sebaliknya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More