3 Laga Pertama Real Betis di UCL 2026/2027, Selalu Menang

- Real Betis membuka Liga Champions 2026/2027 dengan comeback 3-2 atas Lille, meraih kemenangan UCL pertama sejak 2005 dan mencetak lebih dari satu gol untuk pertama kalinya.
- Pada matchday kedua, Betis kembali membalikkan keadaan untuk menang 3-2 atas FC Porto; Cucho Hernandez menyamakan skor sebelum Isco mengunci kemenangan lewat penalti.
- Betis menundukkan Feyenoord 1-0 melalui penalti Isco, mengoleksi sembilan poin dari tiga laga dan menembus lima besar klasemen fase liga.
UEFA Champions League (UCL) 2026/2027 telah menyelesaikan tiga matchday pertama fase liga. Sejauh ini, ada 5 klub yang masih sempurna dengan 3 kemenangan. Empat di antaranya sudah pernah juara UCL, sedangkan sisanya terbilang sebagai kuda hitam. Klub tersebut adalah Real Betis, yang statusnya sama sekali bukan unggulan.
1. Real Betis mengawali UCL 2026/2027 dengan kemenangan comeback atas LOSC Lille
Sepanjang sejarah, Real Betis baru dua kali tampil di UCL. Debut mereka terjadi pada 2005/2006, saat terhenti pada fase grup. Setelah itu, Real Betis baru tampil lagi di Liga Champions pada 2026/2027 alias lebih dari 20 tahun kemudian. Wajar jika tim asuhan Manuel Pellegrini tak dijagokan untuk berbuat banyak.
Ternyata, Real Betis sukses tampil mengejutkan. Mereka memulai fase liga dengan kemenangan 3-2 di markas klub Prancis, LOSC Lille. Hebatnya, Real Betis menang meski sempat tertinggal dua kali. Gawang mereka dibobol Lille pada menit 12 melalui Ayase Ueda. Setelah Marc Bartra menyamakan skor, Lille unggul lagi berkat sundulan Alexsandro.
Meski demikian, Real Betis tak menyerah. Mereka membukukan comeback berkat dua gol pada awal babak kedua hingga menang 3-2. Itu menjadi kali pertama Real Betis mencetak lebih dari satu gol dalam laga UCL. Mereka juga sukses meraih kemenangan pertama di UCL sejak 2005.
2. Real Betis kembali menang via comeback pada matchday kedua
Pada matchday kedua fase liga, giliran Real Betis tampil sebagai tuan rumah. Mereka menjamu raksasa Portugal, FC Porto, yang kalah dari Manchester City pada laga pertama. FC Porto pun datang ke Spanyol membawa misi menang. Hasilnya, tim tamu berpeluang meraihnya karena sempat unggul 2-1.
Real Betis sebenarnya mencetak gol duluan pada awal babak kedua. Namun, FC Porto berhasil membalikkan keadaan berkat tendangan bebas Gabri Veiga dan sepakan Samu Aghehowa. Beruntung, Real Betis sendiri akhirnya mampu comeback lagi. Cucho Hernandez menyamakan skor pada menit 74 memanfaatkan assist Antony.
Berselang 10 menit kemudian, Real Betis mencetak gol ketiga via penalti. Eksekutornya adalah sang kapten, Isco, yang sukses mengecoh kiper lawan. Real Betis pun menang 3-2 dan terus bertahan di papan atas klasemen sementara fase liga.
3. Gol penalti juga menangkan Real Betis saat menjamu Feyenoord
Setelah menang dua kali beruntun, kejutan Real Betis di UCL 2026/2027 ternyata belum selesai. Mereka meneruskan rentetan kemenangan dengan membekuk Feyenoord pada matchday 3. Namun, hasil itu tak diraih dengan mudah. Real Betis yang menjadi tuan rumah hanya bisa menang tipis 1-0.
Real Betis sebenarnya ngotot mencoba membongkar pertahanan Feyenoord. Mereka membuat total 23 tembakan sepanjang laga. Namun, hanya satu yang menjadi gol, itu pun via titik penalti. Seperti pada matchday dua, Isco maju sebagai eksekutor dan arah sepakannya gagal ditebak penjaga gawang lawan.
Aksi Isco ternyata cukup bagi Real Betis untuk meraih tiga poin. Mereka pun melesat ke lima besar klasemen fase liga dengan sembilan poin. Itu sudah melebihi jumlah poin mereka pada fase grup UCL 2005/2006, yaitu tujuh. Namun, perjalanan Real Betis lolos ke fase knockout tentu belum usai karena masih ada lima pertandingan sisa.
Tak ada yang menduga Real Betis bisa meraih hasil sempurna dalam tiga matchday pertama fase liga UCL 2026/2027. Jika terus berlanjut, Real Betis berpeluang mencapai fase knockout UCL untuk pertama kali dalam sejarah. Akankah terwujud?




















