Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
LaLiga Gunakan Teknologi Bola Ala Piala Dunia di Musim 2026/27
Puma Stellar Nitro menggunakan teknologi Connected Ball yang mirip dengan Piala Dunia 2026 digunakan di LaLiga musim 2026/27 (Dokumentasi LaLiga)
  • LaLiga musim 2026/27 akan memakai Puma Stellar Nitro Ultimate berteknologi Connected Ball, serupa Piala Dunia 2026, untuk mendukung wasit, VAR, dan offside semi-otomatis.
  • LaLiga menjadi kompetisi pertama yang menerapkan teknologi ini setelah berdiskusi dengan CTA, Puma, dan Kinexon; tujuannya menghadirkan data lebih akurat, transparan, dan adil.
  • Bola berchip hanya digunakan saat pertandingan demi integritas data. Setiap laga menyediakan 14 bola terhubung, disertai protokol pengelolaan, pengecekan sinyal, konektivitas, dan penanganan insiden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kompetisi kasta tertinggi Spanyol, LaLiga, kembali bergulir mulai akhir pekan ini dengan ditandai oleh duel antara Alaves versus Getafe pada Minggu dini hari WIB (16/8/2026). Tak cuma menawarkan persaingan yang lebih ketat, LaLiga musim 2026/27 juga menawarkan inovasi baru dengan penggunaan bola berteknologi tinggi.

Bola Puma Stellar Nitro Ultimate nantinya akan diinjeksikan dengan teknologi Connected Ball seperti yang digunakan pada Piala Dunia 2026. Cara kerjanya juga mirip, bisa mendukung kinerja wasit, Video Assistant Referee (VAR), dan teknologi semi-otomatis offside (SAOT) demi mengidentifikasi insiden-insiden yang krusial.

Dengan inisiatif ini, LaLiga menjadi kompetisi pertama yang menggunakan teknologi tersebut. Keputusan ini diambil LaLiga setelah menjalani diskusi dengan Komite Teknis Wasit (CTA), Puma, dan Kinexon, yang menjadi penyedia teknologi chip di dalam bola.

1. Menciptakan kompetisi yang lebih transparan

LaLiga 2026/27 siap dihelat dengan segala inovasi yang ada. (Dok. LaLiga)

Melalui Connected Ball, diharapkan kompetisi menjadi lebih transparan dan memberikan data akurat lewat berbagai indikator, seperti getaran terhadap bola, posisi pemain, dan lainnya, agar keputusan yang diambil wasit, VAR, dan SAOT, bisa terkonfirmasi.

"Perbedaan paling mendasar adalah bola yang kami pakai di musim depan. Kami menggunakan teknologi Connected Ball, yang membuat pertandingan menjadi transparan, lebih adil, dan mendukung atmosfer kompetisi. LaLiga terus berinovasi agar bisa memberikan terobosan kepada para penggemar di seluruh dunia," ujar Perwakilan LaLiga untuk Indonesia, Almudena Gomez Benito, saat ditemui IDN Times di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

2. Cuma bisa dipakai di pertandingan

Teknologi yang terpasang di dalam Puma Stellar Nitro memang mirip dengan bola yang dipakai sepanjang Piala Dunia 2026. Namun, ada prosedur khusus yang dijalani pada setiap pertandingan.

Bola dengan chip di dalamnya hanya boleh dipakai selama pertandingan. Untuk pemanasan dan keperluan latihan, bola tak akan ditanamkan teknologi tersebut. Prosedur ini diterapkan demi menjaga integritas data yang muncul sepanjang pertandingan.

3. Ada protokol khusus

Nantinya, setiap laga yang dimainkan akan menggunakan 14 bola yang terhubung. Sebanyak satu bola akan dipegang oleh ofisial keempat, sementara satu lagi dipakai dalam pertandingan.

Lalu, 12 bola yang tersisa ditempatkan di titik-titik sekitar lapangan sebagai bagian dari sistem multi-ball. Protokol tersebut juga mengatur tanggung jawab terkait pengelolaan bola, verifikasi sinyal, pengujian konektivitas, serta penanganan insiden, sehingga memastikan kerangka operasional yang konsisten di seluruh kompetisi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article