Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Lawan Belanda pada Fase Grup Piala Dunia 2026, Grup Neraka!

3 Lawan Belanda pada Fase Grup Piala Dunia 2026, Grup Neraka!
ilustrasi pendukung Timnas Belanda (unsplash.com/Omar Ramadan)
Intinya Sih
  • Belanda tergabung di Grup F Piala Dunia 2026 bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia, yang disebut sebagai grup neraka karena kekuatan lawan yang beragam dan menantang.
  • Laga pembuka Belanda melawan Jepang digelar di AT&T Stadium pada 15 Juni 2026, disusul duel kontra Swedia enam hari kemudian di NRG Stadium.
  • Pertandingan terakhir fase grup mempertemukan Belanda dengan Tunisia pada 26 Juni 2026, laga penting untuk menentukan peluang De Oranje lolos ke babak gugur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tim Nasional Belanda memulai perjuangan di Piala Dunia 2026 dengan menemui lawan-lawan yang tak mudah selama fase grup. Berada di Grup F, yang disebut-sebut sebagai salah satu grup neraka, mereka harus bertarung dengan Jepang, Swedia, serta Tunisia. Ketiga tim tersebut memiliki kualitas dan karakter permainan berbeda yang berpotensi menyulitkan langkah De Oranje. Oleh karena itu, konsistensi dan performa terbaik akan sangat dibutuhkan jika skuad besutan Ronald Koeman ingin mengamankan tiket ke fase gugur.

1. Belanda melakoni laga pembuka dengan menghadapi Jepang

Jepang menjadi lawan pertama bagi Belanda pada fase grup Piala Dunia 2026. Kedua tim akan beradu taktik di AT&T Stadium pada Senin (15/6/2026) pukul 03.00 WIB. Ini sekaligus menjadi duel pembuka di grup F.

Pertandingan ini akan menjadi pertemuan keempat sepanjang sejarah kedua tim. Sejauh ini, De Oranje masih mendominasi dengan meraih dua kemenangan, yaitu pada laga persahabatan tahun 2009 dan Piala Dunia 2010. Sementara itu, keduanya bermain imbang 2-2 pada laga persahabatan tahun 2013. 

Belanda patut waspada dengan lawan pertama mereka. Jepang datang ke Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi berkat rentetan hasil positif dalam beberapa laga terakhir. Pada Maret 2026, mereka selalu menang 1-0 dalam lawatan ke Eropa menghadapi Skotlandia dan Inggris.

2. Swedia menjadi lawan yang tak mudah pada laga kedua

Setelah beristirahat selama hampir 6 hari, Belanda kembali turun ke lapangan. Negara kedua yang akan bertemu De Oranje ialah Swedia. Kedua tim diharuskan berduel di NRG Stadium pada Minggu (21/6/2026) pukul 00.00 WIB.

Sepanjang sejarah, Belanda dan Swedia telah bertemu dalam 25 laga berbeda di berbagai ajang, termasuk di Olimpiade. Pertemuan terakhir yang berlangsung pada 10 Oktober 2017 dimenangkan De Oranje dengan skor 2-0. Arjen Robben memborong semua gol tersebut dalam duel di Amsterdam Arena.

Swedia menjadi lawan yang tak bisa diremehkan meski meraih satu tempat di putaran final dengan cara yang tak mudah. Skuad yang ditangani Graham Potter dihuni beberapa pemain berkualitas, termasuk Viktor Gyokeres dan Alexander Isak yang beroperasi di lini serang. Swedia juga datang dengan motivasi lebih usai absen pada 2022.

3. Duel kontra Tunisia menjadi penutup bagi Belanda pada fase grup

Belanda menutup perjuangan pada fase grup dengan melakoni pertarungan dengan salah satu wakil Afrika, Tunisia. Pertemuan keduanya akan berlangsung di GEHA Field at Arrowhead Stadium pada Jumat (26/6/2026) pukul 06.00 WIB. Kehadiran sejumlah tim kuat di Grup F membuat laga terakhir ini berpotensi berlangsung sengit, terutama dalam persaingan memperebutkan tiket ke fase berikutnya.

Kedua tim belum pernah bertemu di ajang resmi, tapi pernah tiga kali berduel pada laga persahabatan. Hasilnya, Belanda menang sekali dengan skor 4-0 pada 1978. Lalu, dua pertemuan berikutnya yang terjadi pada 1994 dan 2009 selalu berakhir dengan hasil imbang.

Tunisia belum memiliki kiprah mentereng di Piala Dunia. Dalam enam keikutsertaan sebelumnya, mereka selalu terhenti pada fase grup. Itu termasuk ketika kalah bersaing dengan Denmark, Australia, dan Prancis pada 2022.

Sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia, Belanda tentu menargetkan langkah mulus menuju fase gugur. Namun, ketatnya persaingan di Grup F membuat setiap pertandingan memiliki arti penting bagi De Oranje. Jika mampu tampil konsisten dan memaksimalkan kualitas yang dimiliki, skuad asuhan Ronald Koeman berpeluang besar mengakhiri fase grup dengan hasil positif dan melaju ke babak berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More