Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Lawatan Terakhir Fiorentina ke Markas AS Roma per 22 Agustus 2026

3 Lawatan Terakhir Fiorentina ke Markas AS Roma per 22 Agustus 2026
ilustrasi Stadio Olimpico di Roma, Italia (pexels.com/Cristian Manieri)
  • Fiorentina membuka Serie A 2026/2027 dengan melawat ke AS Roma pada 25 Agustus 2026, menjadi debut Fabio Grosso sebagai pelatih baru La Viola.
  • Dalam tiga kunjungan Serie A terakhir ke Olimpico, Fiorentina meraih satu hasil imbang 1-1 pada 2023/2024, lalu kalah 0-1 dan 0-4 pada dua musim berikutnya.
  • Fiorentina terakhir menang di markas AS Roma pada 2018; kini Grosso menghadapi Roma asuhan Gian Piero Gasperini setelah rentetan hasil sulit di Olimpico.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Fiorentina menyambut musim 2026/2027 dengan Fabio Grosso sebagai pelatih anyar. Di Serie A Italia, La Viola memulai kampanye dengan melawat ke ibu kota menantang AS Roma di Stadio Olimpico pada Selasa (25/8/2026) pukul 01.45 WIB. Dalam beberapa musim terakhir, Fiorentina selalu kesulitan mengalahkan AS Roma di hadapan pendukungnya. Begini tiga hasil kunjungan terakhir Fiorentina ke markas AS Roma di Serie A per 22 Agustus 2026.

  1. 1. Fiorentina mencuri poin di markas AS Roma pada lawatan musim 2023/2024

    Fiorentina bertamu ke kandang AS Roma pada pekan ke-15 Serie A 2023/2024. Kala itu, Fiorentina bertandang bersama Vincenzo Italiano. Fiorentina mampu menahan imbang 1-1 pasukan Jose Mourinho di depan pendukungnya sendiri yang memadati Stadio Olimpico.

    Pada awal permainan, Fiorentina sempat dikejutkan dengan gol cepat AS Roma. Romelu Lukaku mencetak gol untuk membawa tuan rumah memimpin 1-0 saat laga baru berjalan 5 menit. Setelah itu, Fiorentina berusaha menyerang demi bisa menyamakan kedudukan. Namun, solidnya pertahanan tim ibu kota membuat Fiorentina tetap tertinggal saat jeda turun minum.  

    Memasuki babak kedua, Fiorentina tampil lebih agresif hingga beberapa kali menghadirkan peluang matang. Hasilnya, Lucas Martinez Quarta membuat skor menjadi 1-1. Gol sundulannya menit 66 membuat kedudukan sama kuat. Setelah skor sama, Fiorentina tetap melakukan gempuran. Meski begitu, AS Roma bisa menahannya demi tidak kebobolan lagi. Hingga peluit akhir laga berbunyi, skor tidak berubah dan Fiorentina hanya bisa membawa pulang satu poin.

  2. 2. Pada kunjungan 2024/2025, Fiorentina kalah tipis 0-1 dari AS Roma

    Fiorentina menyambangi Stadio Olimpico pada akhir musim Serie A 2024/2025. Kali ini, Fiorentina bertamu dengan Raffaele Palladino. Namun, Fiorentina tetap gagal mendulang kemenangan dan justru pulang tanpa poin setelah mengalami kekalahan 0-1.

    Sejatinya, Fiorentina mampu mengimbangi permainan AS Roma. Menilik statistik, Fiorentina bisa menghasilkan 13 peluang dengan 3 tepat sasaran. Sementara, AS Roma membuat 15 peluang dengan 5 yang membahayakan. Meski terbilang seimbang, AS Roma lebih klinis hingga bisa menjebol gawang Fiorentina melalui Artem Dovbyk pada menit 45+3. 

    Pada babak kedua, keadaan tidak berbeda jauh. Kedua tim tetap saling jual beli serangan. Fiorentina yang berupaya mencetak gol penyama berulang kali menemui kegagalan. Solidnya permainan tim Serigala Ibu Kota membuat para pemain Fiorentina frustrasi. Dukungan publik Olimpico juga menambah beban. Alhasil, Fiorentina gigit jari karena kalah 0-1 pada akhir laga. 

  3. 3. Fiorentina pulang tanpa poin setelah dipermalukan di kandang AS Roma pada 2025/2026

    Kunjungan terakhir Fiorentina ke markas AS Roma berakhir memalukan. Dalam laga akhir musim Serie A 2025/2026, Fiorentina menderita kekalahan telak. Musim yang buruk membuat Fiorentina asuhan Paolo Vanoli dihantam AS Roma dengan empat gol tanpa balas. 

    Fiorentina datang ke ibu kota dengan keadaan buruk. Sepanjang musim, mereka mengalami inkonsistensi hingga sempat terjerembab di dasar klasemen. Beruntungnya, Fiorentina bisa keluar dari kekacauan. Namun, kekalahan 0-4 atas AS Roma menjadi pukulan  yang telak. 

    Sejak awal permainan, Fiorentina tak mampu mengeluarkan tajinya. David De Gea sudah harus memungut bola dari gawangnya tiga kali di babak pertama. AS Roma unggul 3-0 berkat gol Gianluca Mancini, Wesley, dan Mario Hermoso. Selepas jeda, AS Roma menambah gol melalui Nicolo Pisilli. Fiorentina dibuat tak berdaya dan mesti pulang dengan memalukan dari ibu kota.

    Berdasarkan riwayat di atas, Fiorentina selalu kesulitan ketika melawan AS Roma di markasnya. Menilik lebih jauh, Fiorentina terakhir kali bisa menang pada 2018 lalu. Kini, Fabio Grosso menghadapi tantangan berat menghadapi tim ibu kota besutan Gian Piero Gasperini. Menurutmu, mampukah Fiorentina mengakhiri catatan buruk dengan menang di Olimpico?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More