Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lini Serang Timnas Indonesia Lebih Kaya Opsi di Era John Herdman
Timnas Indonesia melawan Oman di FIFA Matchday Juni 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Timnas Indonesia menang 3-0 atas Oman di laga FIFA Matchday Juni 2026, menunjukkan peningkatan signifikan di bawah arahan John Herdman.
  • Herdman fokus memperkuat skema bola mati dan permainan terbuka, menghasilkan gol dari kedua situasi tersebut berkat latihan intensif tim.
  • Pelatih Oman memuji performa Indonesia yang kini dianggap lebih tangguh dan berpotensi bersaing di level Asia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tak berhenti membuat kejutan. Inovasi terbarunya di Timnas muncul saat mengalahkan Oman dalam laga FIFA Matchday Juni 2026, Jumat (5/6/2026) malam WIB.

Dalam laga tersebut, Timnas menang dengan skor 3-0. Kemenangan itu muncul karena adanya eksplorasi atas opsi di lini depan.

1. Mempertajam eksekusi bola mati

Potret Mathew Baker di laga Timnas Indonesia vs Oman. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Di laga ini, satu dari tiga gol Timnas lahir dari situasi bola mati. Bukan cuma itu, eksekusi bola mati malah jadi pemecah kebuntuan setelah Justin Hubner menanduk bola umpan Nathan Tjoe-A-On. Herdman menyebut, penguatan di skema bola mati memang sudah dilakukan.

"Kami sebenarnya cukup kecewa setelah laga lawan Bulgaria. Kami mendapatkan tujuh sepak pojok, tetapi tidak memenangkan duel sekalipun dalam situasi itu. Alhasil, spesialis bola mati kami, Andrew, telah bekerja sangat intensif bersama para pemain," ujar Herdman dalam sesi jumpa pers pasca laga.

"Jadi, malam ini saya ingin memberikan apresiasi kepadanya. Desain skema bola mati itu adalah hasil kerjanya, dan para pemain menunjukkan sikap yang luar biasa dalam mengaplikasikan apa yang dia ajarkan," lanjutnya.

2. Kombinasi lini serang juga terlihat

Timnas Indonesia melawan Oman di FIFA Matchday Juni 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Tak cuma bola mati, Herdman juga membenahi skema open play lini serang Indonesia. Gol kedua Ole Romeny merupakan hasil dari pembenahan skema open play tersebut.

"Mengenai kombinasi permainan terbuka, itu memang kami latih sepanjang pekan ini. Kami berusaha membuat para pemain berada lebih dekat ke gawang lawan," ujar Herdman.

3. Timnas jadi lebih menakutkan

Timnas Indonesia melawan Oman di FIFA Matchday Juni 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Buntut dari pembenahan ini, Timnas pun jadi lebih menakutkan. Pelatih Oman, Tarik Sektioui, sampai mengakui Pasukan Garuda punya peluang untuk bersaing di Asia.

"Saya pikir Timnas Indonesia punya peluang besar (untuk bersaing di Asia). Mereka tim yang bagus di semua lini, dan memiliki kemampuan fisik sangat baik untuk bersaing," ujar Sektioui.

Editorial Team

Related Article