Muncul Dugaan Match Fixing di Piala Dunia 2026, Benarkah?

Jakarta, IDN Times - Dugaan match fixing dalam Piala Dunia 2026 kembali menyeruak. Kali ini, sebuah badan konsultasi yang melawan aksi match-fixing, The Group of Copenhagen, mengendus adanya praktik kotor dalam turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut
Dilansir The Athletic, organisasi independen ini memonitor 104 pertandingan di Piala Dunia 2026. Mereka meninjau apakah ada anomali dalam seluruh pertandingan tersebut dengan meninjau perilaku publik dalam bursa taruhan.
1. Banyak keanehan yang ditemukan The Group of Copenhagen
Meski laporan belum dirilis, sumber dalam menyatakan ada keanehan di beberapa laga yang dicurigai. Status sederet pertandingan itu bahkan sudah masuk kategori yellow notices, atau sinyal adanya keanehan dalam sebuah pertandingan.
Beberapa insiden juga disoroti oleh The Group of Copenhagen. Kartu merah untuk Themba Zwane dalam laga Afrika Selatan versus Meksiko masuk dalam kategori yang dicurigai.
Selain itu, ada taruhan tak wajar ketika uang sebesar 4,8 juta dolar Singapura (Rp66,7 juta) masuk dan memprediksi Cape Verde akan menjungkalkan Spanyol. Selain itu, terlalu panjangnya pengecekan gol Ferran Torres yang dianulir lewat video assistant referee saat Spanyol melawan Arab Saudi, juga jadi sorotan The Group of Copenhagen.
2. Kartu merah Balogun paling disorot

Situasi yang paling digarisbawahi oleh organisasi ini adalah kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Sebelum adanya keputusan FIFA untuk menangguhkan kartu merah Balogun, sudah ada taruhan terkait kemungkinannya untuk bermain di laga melawan Belgia.
Hingga akhirnya, kartu merah Balogun ditangguhkan dan sejumlah pihak menang dalam taruhan tersebut. Keputusan FIFA yang menangguhkan kartu merah Balogun juga dikecam The Group of Copenhagen, karena mencederai nilai-nilai sportivitas.
3. FIFA tepis tudingan tersebut
The Group of Copenhagen sudah meminta penjelasan dari FIFA terkait situasi ini. Apalagi, mereka menemukan fakta perputaran uang di meja judi selama Piala Dunia 2026 berkisar di angka 240 miliar dolar, dua kali lipat ketimbang edisi 2022.
Sementara, FIFA sudah menegaskan tak ada praktik manipulasi atau match fixing. FIFA menyatakan pihaknya sudah menunjuk tim independen yang bertugas memantau setiap pertandingan. Dari klaimnya, dilansir SBC, tak ada keanehan di seluruh laga Piala Dunia 2026.

















