Legenda Argentina Bantah Pukul Dani Olmo saat Ribut Final Piala Dunia 2026

Jakarta, IDN Times - Asisten pelatih sekaligus legenda Argentina, Roberto Ayala, buka suara soal insiden yang terjadi usai final Piala Dunia 2026 kontra Spanyol di New York New Jersey Stadium, Senin dini hari WIB (20/7/2026) lalu. Ayala mengaku meminta maaf karena tindakannya yang kurang ajar kepada skuad Spanyol.
Menurut Ayala, sikapnya terhadap para pemain Spanyol sangat tidak pantas. Dia mengaku membiarkan emosinya berlarut, sampai terlibat dalam keributan.
"Saya meminta maaf. Karena posisi saya, tak bisa membiarkan perasaan, atau susah menerima kenyataan orang lain berselebrasi, mengubah suasana hati dan memengaruhi aksi saya," ujar Ayala, dilansir program Esports Migdia di Valencia Capital Radio.
1. Minta publik melupakan
Eks pemain Valencia itu menegaskan insiden yang terjadi sudah selesai dan tak usah dibahas secara berkepanjangan. Sebab, hal tersebut merupakan noda di final Piala Dunia yang seharusnya dilupakan.
"Mohon maaf, tapi menurut saya semua sudah selesai dan sampai di situ saja. Bagi saya, ada hal yang harus dilupakan dan biarkan berlalu," kata Ayala.
2. Bantah sudah pukul Olmo
Terkait tudingan yang menyebutnya memukul gelandang Spanyol dan Barcelona, Dani Olmo, Ayala membantahnya. Ayala mengaku tak pernah memukul Olmo, namun mengakui aksinya hanya mendorong wajahnya.
"Lebih ke dorongan ketimbang lainnya. Aksi saya bukan pukulan seperti yang mereka bilang. Hal tersebut menjadi reaksi atas ucapannya kepada saya. Cukup sampai di situ. Tentu, setelahnya saya minta maaf," kata Ayala.
3. FIFA periksa Argentina akibat keributan tersebut
FIFA telah mengambil sikap tegas atas keributan yang terjadi usai final Piala Dunia 2026. Mereka akan menginvestigasi insiden tersebut karena sudah mencoreng integritas pertandingan.
Argentina tentunya menjadi pihak yang menjadi objek dalam penyelidikan karena merupakan pemicu keributan. Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, dan Ayala, memang terlibat aktif dalam keributan tersebut karena aksi-aksinya yang mencederai nilai dasar sepak bola.
Terlebih Paredes, yang sampai membanting Eric Garcia dan Gavi di lapangan. Paredes bahkan tak seperti Ayala, yang meminta maaf di depan publik.


















