Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lisandro Martinez: Jatuhnya Argentina adalah Kebahagiaan Medioker!
Lisandro Martinez saat berduel dengan Mikel Oyarzabal. Bek Argentina itu menjadi sorotan publik usai mengunggah pesan kontroversial "jatuhnya sang raksasa" pascakalap dari Spanyol. (Foto: CHARLY TRIBALLEAU / AFP)
  • Lisandro Martinez menulis pesan emosional pascakekalahan Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, memicu kontroversi lewat pernyataan tajam terhadap para pengkritik timnya.
  • Meski sempat melontarkan kalimat pedas, Martinez tetap menunjukkan sportivitas dengan memberi selamat kepada Spanyol dan menegaskan perjuangan keras Argentina tak ternilai oleh hasil akhir.
  • Ungkapan Martinez mencerminkan semangat kebangkitan Argentina yang bertekad bangkit lebih kuat setelah gagal mempertahankan gelar juara dunia dua edisi berturut-turut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bek Timnas Argentina, Lisandro Martinez, akhirnya buka suara usai kekalahan menyakitkan timnya dari Spanyol di laga final Piala Dunia 2026.

Unggahan emosional bintang Manchester United tersebut kemudian memicu kontroversi panas dan menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia.

Pemain berjuluk The Butcher itu melontarkan kalimat menohok yang ditujukan langsung kepada para pengkritik, serta pihak-pihak yang bersuka ria di atas kegagalan La Albiceleste.

"Ingatlah, jatuhnya Sang Raksasa merupakan kebahagiaan bagi mereka yang medioker," kata Lisandro Martinez dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

1. Apresiasi mendalam diberikan ke seluruh elemen tim

Martinez mengawali pesannya dengan nada haru, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen tim, staf medis, koki, hingga suporter setia.

"Di atas segalanya, untuk kalian semua, yang telah menyalurkan seluruh cinta, kekuatan, serta semangat membara yang menjadi ciri khas Argentina, sekaligus persatuan bangsa yang saya harap akan bertahan sepanjang masa," ujar Martinez.

Namun, emosi sang pemain mendadak membuncah dan berubah tajam saat menyinggung gelombang ejekan yang menyerang timnya pascakekalahan.

Pernyataan pedas tersebut langsung viral dan memicu bentrok opini di media sosial. Sebagian publik menilai reaksi Martinez terlalu defensif dan anti-kritik, sementara pendukung setia Argentina menganggapnya sebagai bentuk ketegasan dalam menjaga harga diri serta martabat tim nasional.

2. Lisandro Martinez tetap ucapkan selamat kepada Spanyol

Gelandang Argentina, Leandro Paredes, saat membanting Gavi usai final Piala Dunia 2026 (AFP / Charly Triballeau)

Di luar kalimat kontroversial tersebut, Martinez secara lapang dada mengakui keunggulan lawan dan menyelipkan ucapan selamat kepada Timnas Spanyol yang keluar sebagai juara baru.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas gelar juara yang layak mereka dapatkan," bebernya.

Kendati demikian, bek berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa skor di papan nilai sama sekali tak mengerdilkan perjuangan berdarah-darah yang telah dilalui Argentina. Ia menyebut timnya telah melampaui berbagai batasan mustahil demi bisa melangkah sejauh ini.

3. Menanti kebangkitan Argentina

Kapten Argentina, Lionel Messi, meratapi kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de Melo Moreira)

Pesan emosional Martinez ini menyusul jajaran ungkapan kekecewaan dari para pilar Argentina lainnya. Seluruh elemen tim kini mulai belajar memeluk kenyataan pahit usai gagal mempertahankan takhta tertinggi sepak bola dunia.

Meski harus puas menjadi runner-up Piala Dunia 2026, keberhasilan menembus partai puncak untuk kedua kalinya secara berturut-turut membuktikan kapasitas Argentina yang tetap berada di jajaran teratas peta sepak bola jagat. Mereka terus berjuang hingga detik-detik terakhir pertandingan.

Bagi Lisandro Martinez dan kolega, luka mendalam di laga final ini harus segera dicerna menjadi bahan bakar baru. Perjuangan membela warna kebanggaan La Albiceleste belum berakhir, dan Argentina berjanji akan kembali dengan kekuatan yang lebih solid.

Curated For You

Editorial Team

Related Article