Mac Allister Blak-blakan: Pesimistis Liverpool Pertahankan Gelar

- Alexis Mac Allister pesimistis Liverpool bisa pertahankan gelar Premier League 2025/26.
- Liverpool tertinggal 15 poin dari Arsenal dan terlempar dari lima besar klasemen.
- Mac Allister menilai Liverpool kesulitan menjaga momentum dan harus fokus pada upaya mengamankan posisi empat besar.
Jakarta, IDN Times - Gelandang Liverpool Alexis Mac Allister menyampaikan pengakuan jujur bagi publik Anfield. Di tengah performa tim yang tak stabil musim ini, pemain asal Argentina itu menilai The Reds praktis tak memiliki peluang realistis meraih gelar Premier League 2025/26.
Status juara bertahan justru menjadi beban berat bagi Liverpool. Hingga pekan terkini, Tim besutan Arne Slot tertahan di peringkat keempat klasemen Premier League.
Liverpool sudah tertinggal 15 poin dari Arsenal yang tampil konsisten di puncak. Jarak tersebut membuat persaingan gelar kian menjauh dari jangkauan.
1. Mac Allister akui kecil kans Liverpool bisa mempertahankan gelar
Mac Allister berbicara lugas tanpa menutup-nutupi situasi tim. Dia pesimistis Liverpool bisa mempertahankan gelar juara.
“Tak banyak peluang bagi Liverpool untuk mempertahankan gelar. Saya benci harus mengatakannya, tapi itu cukup jelas,” ujar pemain yang merupakan sepupu dari gelandang Persib, Luciano Guaycochea itu, dikutip Sky Sports.
Ia menilai persoalan Liverpool bukan sekadar hasil yang sudah diraih hingga pekan 20 saja, melainkan juga performa secara keseluruhan. Tim tampil tak konsisten hingga harus terrlempar dari lima besar.
Ia kemudian membandingkan kondisi timnya dengan para pesaing utama, terutama Arsenal. dan Manchester City.
“Arsenal sedang dalam momen yang sangat bagus, Manchester City cukup dekat, tapi kami tidak, baik dari performa maupun hasil,” kata gelandang Timnas Argentina tersebut.
2. Banyak perubahan drastis di skuad Liverpool
Penurunan performa Liverpool memang terlihat jelas sejak awal musim. Periode September hingga November menjadi fase paling kelam, ketika pasukan Arne Slot menelan enam kekalahan dari tujuh pertandingan Premier League.
Menurut Mac Allister, situasi ini terasa makin menyakitkan karena datang tepat setelah Liverpool merengkuh gelar liga.
“Ini seharusnya menjadi momen kami menikmati Premier League yang kami menangi dan berada di posisi yang lebih baik,” ucapnya.
Ia juga mengakui banyak hal berubah drastis dibanding musim lalu. Stabilitas permainan, konsistensi hasil, hingga kepercayaan diri tim tak lagi berada di level yang sama. Kondisi tersebut membuat Liverpool kesulitan menjaga momentum di kompetisi terberat Inggris.
3. Mac Allister tetap serius bawa Liverpool ke papan atas
Meski demikian, Mac Allister menegaskan Liverpool tidak boleh larut dalam kekecewaan.
“Ini tidak ideal, tapi itulah situasi kami saat ini dan kami harus menghadapinya,” ujar gelandang berusia 26 tahun tersebut.
Mac Allister menyiratkan ruang ganti Liverpool yang kini lebih realistis. Target juara dinilai sudah bergeser, dengan fokus baru pada upaya mengamankan posisi empat besar dan memperbaiki fondasi permainan.
Bagi Liverpool, musim ini berubah menjadi proses refleksi. Pengakuan jujur Mac Allister menandai fase transisi The Reds, dari tim juara menjadi tim yang harus kembali bekerja keras menemukan identitas dan daya saingnya di Premier League.
















