5 Pelatih yang Kalah dari Arsenal pada Debut di EPL sebelum Igor Tudor

- Igor Tudor menjalani debutnya sebagai pelatih Tottenham Hotspur di EPL 2025/2026 dengan kekalahan 1-4 dari Arsenal yang sedang memuncaki klasemen.
- Artikel menyoroti lima pelatih lain yang juga kalah dari Arsenal pada laga debut mereka di Premier League, termasuk George Burley, Steve McClaren, dan Steve Bruce.
- Meskipun debut mereka berakhir pahit, sebagian besar pelatih tersebut kemudian mampu membangun karier cukup sukses di EPL bersama klub masing-masing.
Igor Tudor untuk pertama kalinya melatih di English Premier League (EPL) pada 2025/2026. Ia ditunjuk sebagai pelatih Tottenham Hotspur sejak 13 Februari 2026. Sialnya, Tudor langsung dihadapkan pada tugas berat. Ia harus memimpin Tottenham dalam Derbi London Utara melawan Arsenal yang sedang memuncaki klasemen pada pekan 27 EPL.
Ditambah badai cedera yang menimpa Tottenham, Tudor tak bisa berbuat banyak. Debutnya di EPL pun berakhir dengan kekalahan 1-4. Nasib Tudor sendiri ternyata sudah pernah dialami oleh beberapa pelatih. Lima pelatih berikut ini lebih dulu dikalahkan Arsenal pada laga pertama mereka sebagai pelatih di Premier League.
1. George Burley memulai kiprah di EPL dengan buruk tetapi akhirnya sukses bersama Ipswich Town
Pertama, ada George Burley, pelatih asal Skotlandia yang paling populer bersama Ipswich Town. Burley mulai menangani Ipswich pada paruh musim 1994/1995. Debutnya adalah laga pekan 21 EPL menghadapi Arsenal. Hasilnya, Ipswich Town yang bermain di kandang sendiri kalah 0-2 karena gol-gol Ian Wright dan Kevin Campbell.
Setelah awal yang buruk tersebut, Ipswich Town terdegradasi dari EPL pada akhir 1994/1995. Namun, ia tetap dipertahankan sebagai nakhoda The Tractor Boys. Ipswich Town lalu sempat berkali-kali hampir meraih tiket promosi ke EPL, tetapi selalu gagal. Upaya Burley mengangkat mereka baru membuahkan hasil pada 1999/2000.
Burley pun kembali ke EPL pada 2000/2001 sebagai pelatih klub promosi. Hebatnya, ia sukses membawa Ipswich Town finis di peringkat kelima. Alhasil, Burley terpilih jadi pelatih terbaik EPL musim tersebut. Burley tercatat sebagai pelatih pertama yang memenangi penghargaan tersebut meski klubnya tidak juara EPL.
2. Steve McClaren dan Middlesbrough dibantai Arsenal 0-4 pada pekan pembuka EPL 2001/2002
Steve McClaren juga memulai karier kepelatihannya di EPL dengan menghadapi Arsenal. Itu terjadi pada 2001/2001, saat McClaren baru ditunjuk sebagai pelatih Middlesbrough. The Boro langsung kebagian jadwal menjamu Arsenal pada pekan pembuka EPL. Hasilnya, Middlesbrough terbantai 0-4 meski Arsenal bermain dengan sepuluh orang sejak menit 51.
Beruntung, awal yang buruk itu tidak terus berlanjut. Middlesbrough menutup musim tersebut di peringkat 12. Selama 4 musim berikutnya, McClaren juga terus membawa The Boro konsisten di papan tengah EPL. Ia bahkan sempat mempersembahkan trofi Piala Liga 2003/2004 dan membawa mereka jadi runner-up Piala UEFA 2005/2006.
3. Steve Bruce kalah 0-2 dari Arsenal saat pertama kali memimpin Birmingham City di EPL
Pada 2002/2003, giliran Steve Bruce yang harus melawan Arsenal pada laga debutnya di EPL. Bruce saat itu menangani Birmingham City, klub yang baru dibawanya promosi ke kasta teratas. Mereka langsung bertamu ke markas Arsenal pada pekan pertama EPL dan menelan kekalahan 0-2. Gol-gol Thierry Henry dan Sylvain Wiltord menjadi penentu hasil laga.
Meski demikian, karier Bruce sebagai pelatih di EPL pun pada akhirnya terbilang lumayan. Birmingham City dibawanya bersaing di papan tengah EPL pada 2002–2005. Bruce juga pernah melakukan hal yang sama pada Wigan Athletic, Sunderland, dan Newcastle United. Namun, ia sudah tak pernah lagi melatih di EPL sejak meninggalkan Newcastle pada 2021.
4. Chris Coleman hampir meraih poin di markas Arsenal pada debutnya sebagai pelatih di EPL
Chris Coleman juga debut sebagai pelatih di EPL pada 2002/2003, tepatnya bersama Fulham. Namun, Coleman baru menangani Fulham jelang musim berakhir. Laga pertamanya memimpin Fulham adalah melawan Arsenal di Highbury. Hasilnya, Fulham sempat menahan tuan rumah 1-1, tetapi akhirnya kalah usai kebobolan gol Robert Pires pada menit 90.
Fulham sendiri sempat terancam degradasi pada musim tersebut. Namun, kepemimpinan Coleman berhasil menyelamatkan mereka. Coleman pun lanjut melatih Fulham selama 4 musim berikutnya dan selalu sukses bertahan di EPL. The Cottagers bahkan finis di peringkat sembilan EPL 2003/2004, alias musim penuh pertama Coleman sebagai pelatih.
5. Bob Bradley hanya memimpin Swansea City dalam sebelas laga EPL, diawali kekalahan dari Arsenal
Satu nama lagi adalah Bob Bradley, pelatih Amerika Serikat yang dipercaya membesut Swansea City pada 2016/2017. Bradley ditunjuk sebagai pengganti Francesco Guidolin yang dipecat setelah pekan 7 EPL musim tersebut. Debut Bradley sebagai pelatih di EPL pun terjadi pada pekan 8, dan lawannya adalah Arsenal.
Hasilnya, Swansea City sempat memberi perlawanan di kandang Arsenal, tetapi akhirnya kalah 2-3. Meski kalah, kiprah Swansea sebenarnya terbilang cukup menjanjikan. Namun, The Swans tetap gagal berkembang di bawah Bradley. Setelah hanya meraih 2 kemenangan dan 7 kali kalah dalam 11 laga EPL, Bradley dipecat dari kursi pelatih Swansea City.
Para pelatih di atas mengakhiri laga debut di EPL dengan kekalahan dari Arsenal. Namun, sebagian besar dari mereka akhirnya memiliki karier di EPL yang terbilang tidak buruk. Bukan mustahil, Igor Tudor bisa mengikuti jejak mereka meski dibantai Arsenal pada laga pertamanya di Premier League.

















