Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Kegagalan Terakhir Juventus ke Babak 16 Besar UCL per 2025/2026

3 Kegagalan Terakhir Juventus ke Babak 16 Besar UCL per 2025/2026
Pertandingan Juventus versus Galatasaray di play-off babak 16 besar Liga Champions. (AFP/Isabella Bonotto)
Intinya Sih
  • Juventus kembali gagal menembus babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 setelah disingkirkan Galatasaray lewat agregat 5-7, meski sempat tampil heroik pada leg kedua di Turin.
  • Sejak terakhir kali lolos ke babak 16 besar pada musim 2021/2022, Juventus sudah tiga kali tersingkir lebih awal, termasuk kegagalan di fase grup UCL 2022/2023 dan playoff 2024/2025.
  • Rangkaian hasil buruk ini memperlihatkan penurunan performa Juventus di Eropa, sementara kiprah mereka di Serie A musim 2025/2026 juga belum cukup menjanjikan untuk bangkit.
    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
    Is this "Intinya Sih" helpful?

Juventus telah tersingkir dari UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. Langkah mereka terhenti pada babak playoff knockout di tangan Galatasaray. Kalah telak pada laga pertama, Juventus tampil heroik pada duel kedua hingga memaksakan babak tambahan. Namun, mereka akhirnya tetap tak mampu melewati sang raksasa Turki.

Juventus pun lagi-lagi gagal mencapai babak 16 besar UCL. Itu bukan lagi kebetulan, karena Bianconeri kini mulai rutin mengalaminya. Juventus terakhir kali menembus babak 16 besar Liga Champions pada 2021/2022. Sejak itu, mereka sudah tiga kali ikut serta UCL dengan capaian sebagai berikut.

1. Juventus tersingkir pada fase grup Liga Champions 2022/2023

Juventus tampil buruk di Liga Champions 2022/2023. Mereka tersingkir pada fase grup sembari mengukir rekor memalukan. Si Nyonya Tua saat itu tergabung di Grup H bersama Paris Saint-Germain (PSG), Benfica, dan Maccabi Haifa. Dalam dua laga pertama, Juventus langsung menelan kekalahan beruntun dari PSG dan Benfica.

Juventus tampaknya akan bangkit usai mengalahkan Maccabi Haifa pada matchday 3. Namun, saat ganti bertamu ke Haifa pada laga berikutnya, Juventus malah keok. Bianconeri lalu dibekuk 3-4 di markas Benfica pada matchday 5. Hasil itu mengonfirmasi kegagalan Juventus lolos dari fase grup UCL untuk pertama kalinya sejak 2013/2014.

Pada laga terakhir, Juventus dikalahkan PSG. Juventus pun menutup fase grup di peringkat ketiga dengan koleksi 3 poin dalam 6 laga. Itu adalah capaian terburuk mereka sejak Liga Champions menggunakan format fase grup. Sebelumnya, raihan terendah Bianconeri di fase grup adalah enam poin.

2. Juventus terkena comeback oleh PSV Eindhoven pada playoff knockout UCL 2024/2025

Juventus tidak tampil di kompetisi Eropa mana pun pada 2023/2024. Namun, mereka langsung kembali ke Liga Champions pada 2024/2025. Juventus pun sempat mengawali fase liga dengan apik. Mereka mengalahkan PSV Eindhoven dan RB Leipzig dalam dua laga pertama hingga masuk delapan besar klasemen.

Sayangnya, setelah itu Juventus gagal menang dalam tiga laga beruntun. Mereka baru meraih tiga poin lagi saat menjamu Manchester City pada matchday 6. Namun, hasil positif itu pun gagal berlanjut. Juventus ditahan Club Brugge dan kalah dari Benfica dalam dua laga terakhir hingga menutup fase liga di peringkat 20.

Alhasil, Juventus harus melakoni babak playoff knockout. Mereka bertemu PSV Eindhoven dan berhasil menang 2-1 pada leg pertama. Namun, Bianconeri terkena comeback dalam duel kedua. Mereka kalah 1-2 hingga laga harus berlanjut ke babak tambahan. Gol Ryan Flamingo pada menit 98 pun memastikan Si Nyonya Tua batal melaju ke babak 16 besar.

3. Juventus gagal melewati Galatasaray di UCL 2025/2026 meski tampil hebat pada leg kedua

Pada 2025/2026, juventus mengawali fase liga UCL dengan lebih buruk. Mereka hanya meraih 3 hasil imbang dan 1 kekalahan dalam 4 laga pertama. Juventus lalu bangkit dalam 4 partai berikutnya dengan 3 kali menang dan 1 kali seri. Namun, mereka tetap gagal finis di delapan besar klasemen hingga lagi-lagi harus melakoni babak playoff.

Juventus bertemu Galatasaray, tim yang finis lebih rendah dari mereka pada klasemen akhir fase liga. Juventus pun mendapat keuntungan berupa status tuan rumah pada leg kedua. Sayangnya, keuntungan itu seolah tak berarti karena Juventus terbantai 2-5 pada laga pertama di Turki. Alhasil, mereka tetap dibebani target berat saat ganti menjamu Galatasaray.

Target berat itu sebenarnya sempat tercapai oleh Juventus. Mereka tampil luar biasa di Turin hingga menang 3-0 dalam 90 menit. Padahal, Bianconeri harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit 49. Sayangnya, Juventus gagal menuntaskan comeback mereka. Gawang mereka bobol dua kali pada babak tambahan hingga tersingkir dengan skor agregat 5-7.

Juventus selalu gagal mencapai babak 16 besar dalam tiga penampilan terakhir mereka di Liga Champions. Sudah begitu, kiprah mereka di Serie A Italia 2025/2026 pun tak menjanjikan. Jika tak mampu lolos ke UCL musim depan, reputasi mereka di turnamen tersebut bakal makin buruk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More