Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Magis Anfield dan Ingatan Iraola soal Gol Pembunuh Chiesa Buat Liverpool

Magis Anfield dan Ingatan Iraola soal Gol Pembunuh Chiesa Buat Liverpool
Striker Liverpool, Alexander Isak, merayakan gol ke gawang Crystal Palace (AFP / Paul Ellis)
Intinya Sih
  • Liverpool resmi memperkenalkan Andoni Iraola sebagai pelatih baru jelang musim 2026/27, menggantikan era sebelumnya di Anfield Stadium.
  • Iraola mengenang pengalaman pahit saat timnya Bournemouth kalah karena gol telat Chiesa dan Salah, yang membuatnya semakin menghormati atmosfer Anfield.
  • Sadar ekspektasi tinggi, Iraola menegaskan ambisinya membawa Liverpool bersaing memperebutkan gelar dengan memanfaatkan kualitas pemain top dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Era baru Liverpool akhirnya dimulai jelang roda kompetisi musim 2026/27 berputar. Itu karena manajemen The Reds telah memperkenalkan Andoni Iraola sebagai pelatih anyar di Anfield Stadium, Jumat (5/6/2026).

Juru taktik yang didatangkan dari Bournemouth itu tentu bukan sosok asing bagi kubu Kopites. Dia pernah tujuh kali menghadapi Liverpool, tiga di antaranya di Anfield.

1. Sering jadi korban angkernya Anfield

Bisa dibilang, Iraola sering menjadi korban angkernya tekanan suporter Liverpool, khususnya ketika melawat ke Anfield. Sejak menukangi Bournemouth pada Juli 2023 lalu, pelatih berpaspor Spanyol itu menelan enam kekalahan dan hanya mampu menang sekali.

Iraola bahkan masih mengingat jelas betapa mengerikannya tekanan publik Anfield saat datang bersama Bournemouth di laga pembuka musim lalu. Sempat comeback dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2, namun mereka kalah akibat dibobol gol telat Federico Chiesa dan Mohamed Salah.

"Saya pernah berada di sisi yang berlawanan. Saya masih ingat gol Chiesa pada laga pertama musim lalu. Saat itu skor 2-2 dan kami berpikir mungkin bisa membawa pulang sesuatu. Namun, dia mencetak gol dan seluruh stadion meledak. Gila sekali, bukan?" kata Iraola di laman resmi Liverpool.

2. Kini tak sabar rasakan magis Anfield

Pengalaman pahit di pihak oposisi itu justru membuatnya semakin tak sabar untuk segera merasakan aura magis dukungan suporter Liverpool. Dia sangat menantikan debutnya di Anfield.

"Sekarang saya ingin merasakan itu dari sisi yang berbeda. Ketika datang ke klub baru, Anda harus membuktikan diri terlebih dahulu. Anda harus mendapatkan hak untuk benar-benar menjadi bagian dari klub ini. Saya ingin melakukannya secepat mungkin agar bisa merayakan bersama para suporter," ucap Iraola.

3. Sadar ekspektasi tinggi, siap berburu gelar juara

Ditanya mengenai ambisi besarnya di Merseyside, Iraola mengaskan target utamanya adalah bertarung memperebutkan gelar. Apalagi, dengan menangani klub sekaliber Liverpool, dia mendapat kesempatan untuk melatih pemain-pemain top dunia yang menjadi modal penting dalam memenangi trofi.

"Saya pikir Liverpool memberi kesempatan untuk melatih pemain-pemain top. Mereka memberi Anda kesempatan untuk memperjuangkan gelar. Saya mengerti ke mana harus datang dan apa yang diharapkan. Saya siap untuk tantangan ini," ujar Iraola.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More