Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Makin Ruwet, UEFA Tuding Infantino Jalin Hubungan Terlarang
Presiden Argentina, Javier Milei, memperhatikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara dalam pertemuan perdana "Board of Peace" yang digelar oleh Presiden AS Donald Trump di US Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2/2026). (Foto: AFP/Saul Loeb).
  • UEFA mengonfirmasi pembayaran pesangon dan biaya program MBA kepada seorang mantan pegawai.
  • Gianni Infantino membantah tuduhan bahwa pembayaran itu berkaitan dengan dugaan hubungan pribadi.
  • Kontroversi berlangsung ketika hubungan FIFA dan UEFA disebut berada dalam kondisi tegang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah bantahan Gianni Infantino sudah cukup?
Vote Now
Sebelumnya

Isu pembayaran pesangon menjadi sorotan dalam laporan media Inggris. Kebocoran rencana FIFA menjual sebagian hak komersial dan operasional Piala Dunia juga memicu penolakan keras dari UEFA.

sejak 2016

UEFA menyatakan regulasi mengenai kompensasi pegawai telah diperketat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah bantahan Gianni Infantino sudah cukup?
Vote Now
  • What?
    UEFA mengonfirmasi pembayaran pesangon dan biaya program MBA kepada mantan pegawai.
  • Who?
    UEFA, Gianni Infantino, mantan pegawai, dan juru bicara FIFA terlibat dalam isu ini.
  • Where?
    Pembayaran terkait mantan pegawai yang bekerja di UEFA.
  • When?
    Regulasi kompensasi pegawai UEFA disebut telah diperketat sejak 2016.
  • Why?
    Pembayaran dikaitkan dengan dugaan hubungan pribadi antara Infantino dan mantan pegawai, yang dibantah Infantino.
  • How?
    UEFA menyampaikan pengakuan pembayaran, sedangkan bantahan Infantino disampaikan melalui juru bicara FIFA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah bantahan Gianni Infantino sudah cukup?
Vote Now

UEFA bilang mereka memberi uang pesangon dan biaya sekolah MBA kepada bekas pegawai. Ada orang yang menduga uang itu terkait hubungan pribadi dengan Gianni Infantino. Gianni lewat juru bicara FIFA bilang tuduhan itu tidak benar. UEFA sekarang punya aturan kompensasi yang lebih ketat sejak 2016.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah bantahan Gianni Infantino sudah cukup?
Vote Now

Pengetatan regulasi kompensasi pegawai UEFA sejak 2016 menunjukkan adanya standar yang berlaku bagi seluruh karyawan, tanpa memandang jabatan. Dalam situasi yang memunculkan tuduhan terhadap pembayaran pesangon, penjelasan UEFA mengenai aturan tersebut memberi dasar untuk melihat bahwa mekanisme staf kini diterapkan lebih seragam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah bantahan Gianni Infantino sudah cukup?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Konflik antara FIFA dengan UEFA kini memasuki babak baru. Setelah melancarkan mosi tak percaya, UEFA kini melayangkan serangan bersifat personal kepada Presiden UEFA, Gianni Infantino.

UEFA menduga Infantino memiliki hubungan terlarang dengan salah seorang eks pegawai UEFA. Hal itu, diklaim UEFA, diketahui ketika Infantino menyetujui pembayaran pesangon besar kepada mantan pegawai tersebut saat masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.

1. Bukan cuma pesangon, tapi juga biaya pendidikan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9).

Melansir CNN, bukan cuma pembayaran pesangon, tapi UEFA mengaku tahu ada uang yang dipakai untuk membiayai pendidikan MBA bagi pegawai tersebut. UEFA heran dana tersebut bisa mengalir dengan mudah, padahal regulasi mengenai kompensasi pegawai telah diperketat sejak 2016, tanpa memandang jabatannya.

"Pembayaran pesangon telah diberikan kepada individu yang bersangkutan, disertai dengan biaya untuk mengikuti program MBA di sebuah sekolah bisnis setempat. Pembayaran tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi staf yang meninggalkan organisasi pada saat itu. Peraturan tersebut telah diperketat sejak 2016, dan peraturan staf yang berlaku saat ini, yang diterapkan kepada seluruh karyawan UEFA, di tingkat apa pun, mencerminkan standar berlaku di organisasi modern dan berprofil tinggi," tulis UEFA.

2. Infantino bantah adanya tuduhan perselingkuhan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dan Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Dok. PSSI)

Eks pegawai perempuan itu, disebutkan memiliki hubungan spesial dengan Infantino saat masih bekerja di UEFA. Eks pegawai tersebut juga diklaim sempat dipromosikan ke posisi manajerial dengan penghasilan lebih tinggi sebelum akhirnya meninggalkan organisasi.

Namun, UEFA tidak mengungkap identitas mantan pegawai tersebut. Melalui juru bicara FIFA, Infantino membantah seluruh tuduhan mengenai dugaan hubungan pribadi yang menjadi alasan pembayaran tersebut.

"Dengan tegas menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut, sama sekali tidak benar. Setiap inisiasi mengenai tindakan yang tidak pantas atau pelanggaran terhadap statuta maupun peraturan merupakan tindakan pencemaran nama baik," ujar Juru Bicara FIFA, mengutip CNN.

3. Hubungan FIFA dan UEFA memburuk

Logo UEFA (Dok. UEFA)

Kontroversi ini muncul ketika hubungan FIFA dan UEFA sedang berada pada titik paling tegang dalam beberapa tahun terakhir. UEFA bersama AFC dan CONCACAF sudah melayangkan mosi tak percaya kepada FIFA.

Hal itu dituangkan dalam surat bersama, setelah FIFA berinisiatif menjual hak komersial dan operasional Piala Dunia lewat program FIFA Forward Enterprise. Meskipun proposal tersebut akhirnya dibatalkan, UEFA menyatakan masih tak percaya dengan kepemimpinan FIFA saat ini di bawah Infantino.

Sampaikan pandanganmu soal bantahan Infantino

Apakah bantahan Gianni Infantino sudah cukup?

See More
Ya, sudah cukup
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak, belum cukup

Curated For You

Editorial Team

Related Article