Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Maroko Cetak Rekor Usai Bekuk Skotlandia, Bukti Tangguh di Piala Dunia

Maroko Cetak Rekor Usai Bekuk Skotlandia, Bukti Tangguh di Piala Dunia
Penyerang Maroko, Ismael Saibari (kanan), dan penyerang Skotlandia, Ryan Christie, berebut bola selama pertandingan sepak bola Grup C Piala Dunia 2026 antara Skotlandia dan Maroko di Stadion Boston di Foxborough pada 20 Juni 2026 WIB. (AFP/Franck Fife)
Intinya Sih
  • Maroko menundukkan Skotlandia 1-0 di laga Grup C Piala Dunia 2026 yang digelar di Boston Stadium, Sabtu pagi WIB.
  • Kemenangan ini membuat Maroko memimpin klasemen sementara Grup C dengan empat poin, unggul satu angka dari Skotlandia.
  • Maroko mencetak rekor tak terkalahkan dalam enam laga terakhir Piala Dunia sejak 2022, termasuk menghadapi tim besar seperti Spanyol dan Brasil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Maroko baru saja meraih kemenangan atas Skotlandia dalam laga kedua penyisihan Grup C Piala Dunia 2026. Mereka mengalahkan Skotlandia lewat gol tunggal Ismael Salibari dalam duel yang digelar di Boston Stadium, Sabtu pagi WIB (20/6/2026).

Kemenangan ini membuat Maroko sementara merajai Grup C. Mereka mengoleksi empat poin, unggul satu angka atas Skotlandia, yang menempati posisi kedua.

Permutasi di Grup C masih bisa terjadi, mengingat Brasil baru akan bermain kontra Haiti. Namun, yang pasti adalah Maroko berhasil mencatat rekor usai menang atas Skotlandia.

Dilansir Squawka, Maroko ternyata tak pernah kalah dalam enam laga terakhirnya di fase grup Piala Dunia. Mereka menorehkan tiga kemenangan dengan tiga hasil imbang dalam perjalanannya di Piala Dunia sejak 2022 hingga 2026.

Tak cuma itu, Maroko juga mampu menahan tim-tim raksasa seperti Spanyol, Kroasia, hingga Brasil. Bahkan, mereka juga mampu mengalahkan Belgia.

Ini merupakan catatan terbaik yang pernah ditorehkan tim asal Afrika. Maroko melewati prestasi Kamerun, yang tak kalah dalam lima laga fase grup antara 1982 dan 1990, dan Senegal (2002 dan 2018).

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More