Maroko vs Skotlandia: Ujian Berat Singa Atlas di Piala Dunia 2026

- Maroko tampil impresif di Piala Dunia 2026 setelah menahan Brasil 1-1, menunjukkan keberanian dan kualitas permainan yang semakin matang di bawah asuhan Mohamed Ouahbi.
- Laga melawan Skotlandia menjadi ujian penting bagi konsistensi Maroko, menghadapi lawan dengan gaya fisik, tekanan tinggi, dan mental kuat yang bisa menentukan nasib mereka di fase grup.
- Azzedine Ounahi, Achraf Hakimi, dan Saibari menjadi tumpuan utama Singa Atlas dalam mengejar sejarah baru serta membuktikan diri sebagai kekuatan serius di panggung dunia.
Jakarta, IDN Times - Maroko sudah membuktikan bukan lagi sekadar pengganggu bagi tim-tim besar. Setelah membuat Brasil kehilangan kemenangan pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Singa Atlas kini menghadapi ujian yang mungkin justru lebih berbahaya, Skotlandia.
Laga Maroko vs Skotlandia Piala Dunia 2026 digelar di Boston Stadium, Foxbaraugh, Sabtu (20/6/2026)
Hasil imbang 1-1 melawan Brasil menjadi pernyataan besar dari Maroko. Menghadapi salah satu kandidat kuat juara dunia, tim asuhan Mohamed Ouahbi tidak hanya bertahan, tetapi juga menunjukkan keberanian untuk melawan.
Sebab, menghadapi Brasil merupakan soal keberanian. Menghadapi Skotlandia adalah soal konsistensi.
Di balik euforia setelah menahan raksasa Amerika Selatan itu, ada satu ancaman yang mulai muncul. Skotlandia, tim yang mungkin tidak memiliki nama sebesar Brasil, justru bisa menjadi lawan yang paling menentukan nasib Maroko di fase grup.
Skotlandia datang dengan modal sempurna setelah mengalahkan Haiti 1-0. Mereka tidak menawarkan permainan glamor, tetapi membawa sesuatu yang sering membuat tim-tim besar kesulitan: tekanan tinggi, duel fisik, bola udara, dan mental bertarung selama 90 menit.
Di balik sorotan terhadap keberhasilan menghentikan Brasil, ada pertandingan yang jauh lebih menentukan bagi masa depan Maroko di turnamen ini.
1. Azzedine Ounahi dan generasi baru maroko mengejar sejarah
Salah satu wajah penting dalam perjalanan Maroko adalah Azzedine Ounahi. Gelandang yang dikenal dengan kemampuan membawa bola, visi permainan, dan ketenangan di lini tengah itu menjadi simbol generasi baru sepak bola Maroko.
Bagi Ounahi, hasil imbang melawan Brasil bukanlah pencapaian akhir. Maroko tidak datang ke Piala Dunia 2026 hanya untuk mendapatkan pujian karena mampu menahan tim besar.
Mereka datang untuk mengumpulkan poin dan menciptakan sejarah baru.
"Kami ingin melangkah lebih jauh dibanding Qatar," kata Ounahi.
2. Bukan Brasil, Skotlandia bisa jadi penghenti Maroko
Sepak bola sering menghadirkan kejutan. Tim besar terkadang bukan ancaman terbesar.
Brasil memiliki kualitas luar biasa, tetapi Maroko sudah membuktikan mampu bertahan menghadapi mereka.
Kini tantangan sebenarnya datang dari Skotlandia. Sebuah tim yang mungkin tidak memiliki sorotan sebesar Brasil, tetapi memiliki gaya permainan yang bisa membuat lawan tidak nyaman.
Jika Maroko mampu melewati laga ini, status mereka sebagai kekuatan baru dunia akan semakin kuat. Namun jika gagal, perjalanan indah sejak Qatar 2022 bisa menghadapi hambatan besar.
90 menit melawan Skotlandia bukan sekadar pertandingan grup.
Ini adalah ujian apakah Maroko benar-benar sudah berubah dari tim kejutan menjadi kandidat serius di Piala Dunia 2026.
3. Hakimi, Saibari, dan Ounahi jadi harapan Maroko
Maroko memiliki sejumlah pemain yang menjadi kunci dalam ambisi mereka kali ini.
Bek kanan Maroko ini bukan hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga menjadi sumber kreativitas dari sisi lapangan.
Kecepatan dan kemampuan menyerang Hakimi membuatnya menjadi salah satu pemain paling berbahaya dalam skuad Singa Atlas.
Di sisi lain, Saibari datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencetak gol melawan Brasil.
Gol tersebut membuat namanya menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian dalam perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026.
Ounahi menjadi pengatur ritme permainan dan penghubung antara lini tengah dengan serangan.
Performa pemain-pemain inilah yang akan menentukan apakah Maroko mampu melewati ujian Skotlandia.


















