Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Martinez Bantah Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Lewat Jalur Mudah
Kiper Argentina bernomor punggung 23, Emiliano Martinez, merayakan gol pertama Argentina saat pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Juan Mabromata)
  • Emiliano Martinez menegaskan Argentina tidak diuntungkan oleh undian menuju final Piala Dunia 2026 dan semua lawan di fase gugur sama sulitnya.
  • Martinez menjelaskan perjalanan Argentina penuh tantangan, termasuk menghadapi Swiss setelah rangkaian hasil mengejutkan antara Kolombia, Portugal, dan Swiss.
  • FIFA mencatat rekor pertemuan Spanyol dan Argentina imbang dengan enam kemenangan masing-masing, menjadikan final ini penentu dominasi keduanya di panggung dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kiper Timnas Argentina, Emiliano Martinez, menepis anggapan bahwa La Albiceleste menembus ke final Piala Dunia 2026 karena mendapat lawan yang lebih mudah dibanding tim lain. Menurut Martinez, seluruh pertandingan di fase gugur memiliki tingkat kesulitan yang sama dan tidak ada tim yang bisa memilih lawan.

Martinez menegaskan, perjalanan Argentina menuju partai puncak justru dipenuhi tantangan. Buktinya, beberapa hasil fase gugur terbilang mengejutkan sehingga perjalanan berat perlu mereka lewati untuk mencapai partai puncak.

1. Martinez: Argentina tidak pilih-pilih lawan

Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, bereaksi saat terjatuh ke lapangan di samping bek Inggris bernomor punggung 25, Djed Spence, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Jewel Samad)

Martinez mengaku tahu ada banyak pihak yang menilai Argentina diuntungkan oleh drawing menuju final. Namun, Martinez menegaskan timnya hanya menghadapi lawan yang berhasil lolos di setiap putaran.

"Banyak orang punya pendapat soal lawan-lawan yang kami hadapi, tetapi kami tidak memilih siapa lawan kami,” ujar Martinez mengutip cuitan Fabrizio Romano.

2. Harusnya lawan Portugal

Cristiano Ronaldo menangis, menunjukkan kekecewaannya setelah Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar di Dallas Stadium, Arlington, 6 Juli 2026. (Foto: Thomas COEX/AFP)

Kiper Aston Villa itu menjelaskan, tidak ada yang mudah di Piala Dunia 2026. Drawing Argentina pun bukan diuntungkan karena pilihan skuad, namun, karena kekalahan tim lawan.

"Sebagai contoh, Kolombia mendominasi Portugal, lalu Swiss mengalahkan Kolombia, dan akhirnya kami menghadapi Swiss,” ujar Martinez.

3. Head to head ketat Spanyol vs Argentina jelang laga final

Penyerang Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, menendang bola melewati bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella, dan gelandang bernomor punggung 5, Marcos Llorente, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juli 2026. (AFP/Franck Fife)

FIFA mencatat, Spanyol dan Argentina telah bertemu sebanyak 14 kali sepanjang sejarah. Hasilnya seimbang dengan masing-masing meraih enam kemenangan, sedangkan dua pertandingan lainnya berakhir tanpa pemenang.

Sebagian besar pertemuan kedua negara terjadi dalam laga persahabatan. Namun, duel kali ini memiliki arti jauh lebih besar karena menjadi pertemuan pertama mereka di final Piala Dunia sekaligus penentu siapa yang akan unggul dalam rekor head to head.

Curated For You

Editorial Team

Related Article