Mengingat Kejayaan Persik, Klub Elit yang Terdegradasi ke Kasta Terendah

Miris, itulah kata yang bisa menggambarkan nasib klub besar Persik Kediri. Klub yang bermarkas di stadion Brawijaya Kediri itu harus menerima pil pahit setelah gagal bertahan di Liga 2. Klub berjuluk Macan Putih ini akhirnya harus rela turun tahta ke kasta terendah sepak bola Indonesia, Liga 3.
Persik Kediri terdegradasi ke Liga 3 setelah pada babak playoff Liga 2 mereka berada pada peringkat ketiga klasemen. Mereka hanya sekali menang, sekali imbang, serta sekali kalah.
Kekalahan tragis 1-0 dari PSIR Rembang dalam laga terakhir babak playoff membuat mereka harus angkat koper dari Liga 2. Setelah kekalahan tersebut, para pendukung pun menggelar demo menuntut pertanggungjawaban manajemen.
Rasanya wajar jika para pendukung melakukan protes. Persik Kediri merupakan klub besar dengan banyak prestasi. Mereka pernah berjaya di kompetisi sepak bola Indonesia. Berikut adalah beberapa fakta tentang Persik Kediri, Macan Putih yang tak kunjung bangun dari tidur panjangnya.
1. Persik Kediri 2 kali menjuarai Liga Indonesia.

Persik Kediri pernah menjadi klub elit dan sangat disegani oleh tim di Indonesia. Klub ini didirikan pada 15 Mei tahun 1950 dan bermarkas di Stadion Brawijaya. Pada tahun 2003, Persik Kediri menjadi juara Liga Indonesia setelah menundukkan PSM Makassar di final.
Pada tahun 2006, Persik kembali menjadi juara Liga Djarum Indonesia. Gelar mereka rengkuh setelah mengalahkan PSIS Semarang 1-0 di final lewat gol Christian Gonzalez di babak perpanjangan waktu.
2. Pernah mewakili Indonesia di Liga Champions Asia.

Persik kediri yang menjuarai Liga Indonesia pada tahun 2003 dan 2006 otomatis menjadi wakil klub Indonesia berkompetisi di Liga Champions Asia. Tercatat Persik bermain di Liga Champions Asia sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2004 dan tahun 2007.
Pada tahun 2003 Persik dibilang kurang baik di kompetisi Liga Champions Asia. Tergabung satu grup G dengan Seongnam Ilhwa Chunma, Yokohama Marinos, dan Bình Ðịnh F.C. Persik hanya mampu 1 kali menang, 1 kali imbang, dan 4 kali kalah.
Meskipun tidak lolos fase grup, penampilan mereka pada 2006 terbilang lebih baik. Tergabung di Grup E, Persik satu grup dengan Urawa Reds Diamond, Sydney FC, dan Shanghai Shenhua. Dalam 6 kali pertandingan, Persik 3 kali menang dalam laga kandang dan 3 kali kalah dalam laga tandang.
3. Persik Kediri melahirkan pemain bagi skuad Timnas Indonesia.

Sempat berjaya di kompetisi Liga Indonesia membuat pemain Persik dilirik oleh Timnas Indonesia. Beberapa pemain Persik pun sempat memperkuat Timnas Indonesia. Mereka antara lain Budi Sudarsono, Saktiawan Sinaga, Markus Haris Maulana, Yongki Ariwibowo, Hamka Hamzah, dan Cristian Gonzáles.


















