Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Misi Comeback Atas PSG, Liverpool Andalkan Magis Anfield

Misi Comeback Atas PSG, Liverpool Andalkan Magis Anfield
ilustrasi logo Liverpool (unsplash.com/alexdavidphotos)
Intinya Sih
  • Liverpool wajib menang selisih tiga gol atas PSG di Anfield demi tiket semifinal Liga Champions 2025/26 tanpa adu penalti.
  • Virgil van Dijk menegaskan pentingnya mentalitas positif dan performa sempurna agar magis Anfield benar-benar terasa.
  • The Reds percaya diri karena punya sejarah comeback epik di Eropa, termasuk melawan Barcelona dan Villarreal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Liverpool, IDN Times – Duel hidup-mati menanti Liverpool, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Mereka wajib membekuk Paris Saint-Germain (PSG) dengan margin tiga gol jika ingin lolos ke semifinal Liga Champions musim 2025/26 tanpa melewati adu penalti.

Skenarionya memang berat, tetapi The Reds bisa bernapas lega karena akan menentukan nasibnya di Anfield Stadium. Atmosfer magis Kopites dapat membantu mereka menghadapi situasi sulit.

1. Liverpool gak boleh pesimistis

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, pun menyebut pesimistis bagi Liverpool adalah haram. Van Dijk bahkan begitu antusias melahap adrenalin untuk melakukan comeback manis atas Les Parisiens.

"Ini adalah tempat yang sudah sangat familiar bagi kami. Anfield, malam besar Liga Champions, lawan kelas atas, dan kesempatan bersama-sama untuk melakukan sesuatu yang benar-benar spesial sebagai sebuah klub," kata Van Dijk di laman resmi klub.

2. Butuh performa sempurna dan energi magis suporter

Mengevaluasi penampilan di Paris yang dinilainya tidak cukup baik, Van Dijk menegaskan perlunya peningkatan kualitas di setiap lini. Magis Anfield tidak akan berlaku jika The Reds gagal memberikan penampilan yang sempurna.

"Ini dimulai dari kami, dengan keyakinan dan mentalitas. Dengan setiap tekel, sundulan, dan serangan, kami harus menunjukkan niat serta komitmen," ujar pria Belanda tersebut.

3. Liverpool memang harus percaya diri

Di sisi lain, Liverpool sebenarnya tak punya alasan untuk tidak tampil percaya diri. Mereka punya rekam jejak impresif dalam urusan comeback di kompetisi Eropa.

Liverpool pernah melakukannya saat menyingkirkan Barcelona pada 2019 dan Villarreal pada 2022, meski sempat kalah di leg pertama. Menarik untuk dinantikan, mampukah Liverpool mengulanginya kembali?

"Mari kita berikan segalanya yang kita miliki, dan semoga kita bisa menulis bab spesial lainnya dalam sejarah Liverpool," ujar Van Dijk.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More