Mohamed Salah: Wajah Teduh Islam dan Kedamaian di Liverpool

- Mohamed Salah resmi meninggalkan Liverpool setelah sembilan musim, meninggalkan warisan besar berupa citra Islam yang damai dan pengaruh positif di dalam maupun luar lapangan.
- Kehadiran Salah menurunkan tingkat kejahatan dan kebencian terhadap Muslim di Liverpool hingga 19 persen serta mengurangi komentar anti-Muslim sebesar 50 persen menurut studi Universitas Stanford.
- Selain prestasi gemilang dengan ratusan gol dan trofi bergengsi, Salah dikenal karena selebrasi sujud syukur dan sikap religiusnya yang memperkuat citra Islam sebagai agama penuh kedamaian.
Jakarta, IDN Times - Mohamed Salah akhirnya pergi dari Liverpool di musim panas 2026. Kepergiannya ini tidak cuma meninggalkan rasa duka, tetapi juga wajah Islam dan kedamaian yang sukses dihadirkannya di Liverpool.
Memang, suasana Liverpool berubah sejak kedatangan Salah. Tak cuma memberikan dampak bagi performa Liverpool di dalam lapangan, namun Salah juga memberi pengaruh besar atas suasana kota pelabuhan tersebut.
1. Salah sukses meningkatkan derajat Muslim di Inggris
Dilansir Football TNT, studi dari Universitas Stanford mengemukakan, sejak kedatangan Salah di Liverpool, tingkat kejahatan dan kebencian terhadap Muslim turun sebesar 19 persen di kota Liverpool.
Sementara, komentar anti-Muslim turun sebesar 50 persen. Penurunan yang signifikan ini tidak hanya membawa kedamaian bagi Liverpool, tetapi juga memberi citra positif terkait umat Muslim di sepak bola Eropa.
2. Salah hadirkan aroma Islam di atas lapangan
Selama membela Liverpool, Salah selalu menghadirkan aroma Islam di atas lapangan. Kala mencetak gol, eks pemain AS Roma dan Fiorentina ini kerap melakukan selebrasi sujud syukur.
Tidak cuma itu, Salah juga pernah berbuka puasa di tengah lapangan saat final Liga Champions 2018/19. Kebiasaannya ini ternyata mengurangi stigma buruk orang-orang Inggris dan Eropa terhadap Islam.
3. Berbanding lurus dengan kontribusi Salah di atas lapangan
Selama membela Liverpool, Salah sukses jadi pemain paling berpengaruh. Di Premier League, dia menorehkan 189 gol dan 93 assist dari 315 laga, dengan rataan gol per laga sebanyak 2,13 kali.
Di Eropa, Salah juga jadi pemain kunci Liverpool di Liga Champions. Dia mengoleksi 47 gol dan 20 assist dalam 82 laga, dengan total koleksi 51 gol di semua kompetisi Eropa, rekor terbanyak dalam sejarah klub.
Salah juga sukses mengantarkan Liverpool meraih semua trofi bergengsi, mulai dari Premier League, Piala FA, Piala Liga, Community Shield, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

















