Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Momen Pertama SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga

3 Momen Pertama SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga
ilustrasi bola Bundesliga (unsplash.com/tobiasrehbein)
Share Article

SC Paderborn 07 akan kembali bermain di Bundesliga Jerman pada 2026/2027. Mereka mencapainya lewat play-off. Sebelumnya, klub yang terbentuk pada 1907 ini bermain di level tertinggi pada 2014/2015 dan 2019/2020. Dalam dua kesempatan pertama itu, Paderborn naik kasta berkat menjadi runner-up. Berikut detail tiga momen promosi Paderborn tersebut.

1. Paderborn menjadi runner-up di Bundesliga 2 2013/2014

Meski terbentuk pada 1907, Paderborn saat ini sebetulnya merupakan klub hasil merger dengan TuS Schloss Neuhaus pada 1985. Mereka pun memulai perjalanannya di kasta ketiga. Pada 2000/2001, Paderborn sempat bermain di level keempat. Namun, mereka langsung naik lagi hingga akhirnya menembus Bundesliga 2 pada 2005/2006.

Pada 2008/2009, Paderborn kembali turun ke kasta ketiga. Namun, mereka cuma bertahan di level tersebut semusim. Paderborn mampu bangkit. Setelah 5 musim beruntun di Bundesliga 2, Paderborn pun promosi ke Bundesliga untuk pertama kalinya pada 2014/2015. Mereka keluar sebagai runner-up di Bundesliga 2 2013/2014.

Tim yang saat itu dilatih Andre Breitenreiter tersebut memastikannya usai menang comeback 2-1 atas VfR Aalen pada pertandingan terakhir. Mereka sempat tertinggal oleh gol Joel Pohjanpalo (9’) sebelum Marc Vucinovic mencetak brace (14’, 41’). Paderborn pun mengumpulkan 62 poin. Mereka unggul 2 angka dari Greuther Fuerth yang ada di bawahnya dan tertinggal 6 poin dari FC Koeln sebagai juara.

2. Paderborn kembali berakhir di posisi kedua di Bundesliga 2 2018/2019

Paderborn sempat membuat kejutan di Bundesliga 2014/2015. Dalam 4 laga pertama, mereka menang 2 kali dan seri 2 kali, 3 kali clean sheet, dan hanya kebobolan 2 gol. Itu bahkan membuat klub sempat memuncaki klasemen. Sayangnya, Paderborn tidak bisa menjaga konsistensi hingga akhirnya terdegradasi sebagai juru kunci pada penghujung kompetisi.

Nahas, tren negatif tersebut berlanjut di Bundesliga 2 2015/2016. Mereka juga berakhir di posisi buncit sehingga kembali ke kasta ketiga. Bahkan, Paderborn sebetulnya mengalami degradasi di Bundesliga 3 2016/2017. Mereka beruntung tetap bertahan karena menjadi pengganti TSV 1860 Munich yang mengalami masalah finansial.

Momen tersebut menjadi titik kebangkitan Paderborn. Dipimpin Steffen Baumgart, mereka berhasil menjadi runner-up di Bundesliga 3 2017/2018 sehingga mendapat tiket promosi. Paderborn kemudian berakhir di posisi yang sama di Bundesliga 2 2018/2019. Mereka unggul 1 angka saja dari Union Berlin yang ada di bawahnya dengan 56 poin.

3. Paderborn mengalahkan Wolfsburg di play-off Bundesliga 2025/2026

Sayangnya, setelah perjuangan yang begitu keras, Paderborn lagi-lagi tidak mampu bersaing di Bundesliga pada 2019/2020. Mereka kembali berakhir di posisi terbawah dengan koleksi 20 poin saja dari hasil 4 kemenangan, 8 keimbangan, dan 22 kekalahan. Mereka bahkan berselisih sepuluh angka dengan Fortuna Duesseldorf sebagai satu tim lain yang terdegradasi.

Steffen Baumgart tetap bertindak sebagai pelatih di Bundesliga 2 2020/2021. Namun, ia digantikan Lukas Kwasniok setelah cuma mengantarkan tim ke peringkat sembilan. Progres Paderborn bersama Kwasniok jauh lebih baik dengan berakhir di posisi 7, 6, 7, dan 4. Namun, kesabaran manajemen pada akhirnya habis. Mereka menggantikannya dengan Ralf Kettemann pada awal 2025/2026.

Keputusan tersebut pada akhirnya terbukti jitu. Ketteman mempersembahkan tiket promosi lewat play-off. Berakhir di posisi 3, mereka bertemu dengan tim peringkat 16 di Bundesliga, Wolfsburg. Paderborn sukses menahan Wolfsburg 0-0 saat bermain tandang pada leg pertama. Mereka kemudian menang 2-1 lewat babak tambahan dan secara comeback pada leg kedua.

Paderborn akan kembali bermain di Bundesliga pada 2026/2027 setelah kali ini meraih tiket promosi lewat play-off. Mereka jelas harus membangun tim yang kuat jika tidak ingin bernasib seperti 2 musim pertamanya di kompetisi teratas yang berakhir sebagai juru kunci.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More

Incar Kontrak Dana White, Yudi Cahyadi Siap Bawa Pencak Silat ke UFC

27 Mei 2026, 16:29 WIBSport