5 Negara Top yang Sedang Puasa Trofi Mayor, Siapa Terlama?

Bagi sebuah tim sepak bola, meraih trofi sudah pasti jadi tujuan. Apalagi bagi tim yang terkenal sebagai tim besar. Tak hanya klub, timnas negara pun pasti ingin meraih trofi bergengsi, atau biasa disebut trofi mayor. Puasa trofi hingga bertahun-tahun adalah torehan memalukan yang pasti ingin dihindari.
Di kancah sepak bola internasional, yang umumnya dianggap sebagai trofi mayor hanyalah trofi Piala Dunia dan trofi benua seperti Piala Eropa, Copa America, Piala Asia, dan sebagainya. Nah, saat ini beberapa timnas negara kuat ternyata sedang mengalami puasa trofi mayor. Negara mana saja, dan siapa yang terlama? Ini dia ulasannya.
5. Spanyol (trofi mayor terakhir: Piala Eropa 2012)

Timnas Spanyol terakhir kali memenangi trofi mayor berupa Piala Eropa 2012. Setelah itu, mereka melewati Piala Dunia 2014, Piala Eropa 2016, dan Piala Dunia 2018 tanpa jadi juara. Artinya, sejauh ini mereka sedang puasa trofi mayor selama sekitar 9 tahun.
Spanyol sebenarnya sempat mengalami masa kejayaan yang luar biasa pada 2008 hingga 2012 berkat strategi tiki-taka yang mendunia. Namun setelah itu mereka menurun, dan pencapaian terbaik mereka di turnamen mayor hanyalah babak 16 besar di Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018. Jelas, Spanyol perlu berbenah supaya bisa berprestasi lagi seperti dulu.
4. Italia (trofi mayor terakhir: Piala Dunia 2006)

Sementara Italia sudah tak meraih trofi dalam 6 turnamen mayor terakhir. Kejayaan teranyar mereka terjadi di Piala Dunia 2006. Setelah itu, performa Tim Azzurri sempat naik turun. Mereka hanya mentok di babak grup Piala Dunia 2010 dan 2014, bahkan tak lolos ke Piala Dunia 2018.
Tapi mereka sukses menembus perempat final Piala Eropa 2008 dan 2016, bahkan jadi runner-up Piala Eropa 2012. Saat ini, Italia sedang berlaga di Piala Eropa 2020, dan optimisme sempat membuncah karena mereka sukses menorehkan rekor tak terkalahkan dalam 30 pertandingan sejak 2018. Akankah mereka akhirnya berjaya lagi tahun ini?
3. Argentina (trofi mayor terakhir: Copa America 1993)

Argentina adalah salah satu negara kuat di dunia sepak bola. Hal itu tak perlu diragukan lagi, karena mereka sudah mengoleksi 2 trofi Piala Dunia dan 14 kali menjuarai Copa America. Namun, Tim Tango saat ini sebenarnya sedang menjalani masa puasa trofi mayor yang cukup lama.
Ya, kali terakhir Argentina menjuarai turnamen bergengsi adalah pada Copa America 1993. Sejak itu mereka tak pernah juara lagi, dan prestasi terbaiknya adalah 4 kali jadi runner-up Copa America dan 2 kali jadi runner-up Piala Dunia. Bisakah Lionel Messi dkk. mengakhiri paceklik trofi tersebut dengan menjuarai Copa America 2021?
2. Belanda (trofi mayor terakhir: Piala Eropa 1988)

Belanda juga sejak dulu dikenal sebagai negara kuat di dunia sepak bola, karena mereka sering menghasilkan pemain-pemain terbaik. Namun dalam hal prestasi timnas, sebenarnya Tim Oranye tak terlalu mentereng. Mereka hanya punya satu trofi bergengsi yaitu Piala Eropa 1988.
Sejak itu, Belanda tak pernah lagi memenangkan Piala Eropa, dan sejauh ini masih belum bisa menjuarai Piala Dunia. Prestasi terbaik Belanda sejak 1988 hanyalah 3 kali menjadi semifinalis Piala Eropa dan sekali jadi runner-up Piala Dunia. Punya performa bagus di Piala Eropa 2020 sejauh ini, bisakah Belanda meraih trofi juara di tahun ini?
1. Inggris (trofi mayor terakhir: Piala Dunia 1966)

Timnas negara top yang sedang mengalami puasa trofi mayor terlama adalah Inggris. Seperti Belanda, Inggris juga baru sekali memenangi turnamen mayor, yaitu Piala Dunia 1966. Sejak saat itu hingga sekarang, Inggris belum bisa lagi berprestasi. Artinya, mereka sudah puasa gelas selama kira-kira 55 tahun!
Peluang jadi juara sempat terbuka bagi Inggris di Piala Eropa 1996 kala mereka jadi tuan rumah, tapi mereka mentok di semifinal. Begitu pula di Piala Dunia 1990 dan 2018 yang hanya berakhir jadi juara ke-4. Punya skuad bagus di Piala Eropa 2020, bisakah Inggris memaksimalkan potensi dan jadi juara?
Lima negara kuat di atas sudah lama tidak meraih trofi mayor, namun mereka semua punya kesempatan tahun ini baik di ajang Piala Eropa maupun Copa America. Bisakah mereka memanfaatkan peluang yang ada untuk mengakhiri puasa trofi?


















