- Orang tersebut telah tinggal di negara dari kewarganegaraan lainnya (Suriname, Indonesia, Cape Verde, dan lain-lain) selama lima tahun saat masih di bawah umur (sebelum ulang tahun ke-18).
- Orang tersebut lahir di negara dari kewarganegaraan lainnya dan tinggal di sana pada saat memperoleh kewarganegaraan tersebut.
- Orang tersebut menikah atau berada dalam kemitraan terdaftar dengan seseorang yang memiliki kewarganegaraan lainnya.
Posisi 4 Pemain Timnas dalam Skandal Paspor Eredivisie Sulit, Kenapa?

- Skandal Paspoortgate di Eredivisie masih berlanjut, meski beberapa pemain seperti Tjaronn Chery dan Etienne Vaesen sudah lolos karena memenuhi aturan kewarganegaraan Belanda.
- Pemain Timnas Indonesia seperti Dean James, Tim Geypens, Nathan Tjoe-A-On, dan Justin Hubner menghadapi proses lebih panjang karena hukum Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda.
- Maarten Paes tidak terdampak skandal ini karena Ajax sejak awal mendaftarkannya sebagai pemain asing dan langsung mengurus izin kerja sesuai aturan.
Jakarta, IDN Times - Skandal paspor dalam Eredivisie Belanda atau dikenal sebagai Paspoortgate terus bergulir. Meski sudah ada sejumlah pemain yang dinyatakan lolos dalam aturan setelah sempat ditangguhkan statusnya, tapi kasus ini belum selesai sepenuhnya.
Sejauh ini, baru pemain seperti Tjaronn Chery dan Etienne Vaesen yang dinyatakan selesai kasusnya. Mereka bisa mendapatkan izin kerja dan menerima stiker Uni Eropa (EU) karena memenuhi aturan.
Chery dan Vaesen memiliki anak, istri, atau pasangan, yang memegang paspor Belanda. Jadi, prosedurnya lebih mudah. Sementara, Dean James, Tim Geypens, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On, tak memenuhi syarat tersebut hingga harus menempuh aturan lain. Lantas, bagaimana status para pemain Timnas?
1. Pahami dulu aturan di Belanda
Sebelum membahasnya, mari kita ulas bagaimana hukum kewarganegaraan Belanda bekerja untuk orang-orang asal Suriname, Cape Verde, dan Indonesia. Ada tiga skema dalam hukum Belanda yang memungkinkan mereka tetap memiliki kewarganegaraan ganda, yakni:
2. Terbentur aturan Indonesia, jadi tak memenuhi syarat
Dari tiga aturan tersebut dan dikonfrontir dengan hukum di Indonesia, tak ada yang memenuhi kriteria. Sebab, Indonesia tak mengenal kewarganegaraan ganda.
Setelah dinaturalisasi, para pemain tersebut harus mengembalikan paspor Belanda yang sempat dipegangnya. Mereka hanya boleh memakai paspor Indonesia. Maka dari itu, dilansir Voetbal Primeur, Dean James, Tim Geypens, Nathan Tjoe-A-On, dan Justin Hubner, harus melewati proses yang lebih panjang ketimbang pemain lain karena prosedur secara hukum.
3. Solusinya apa?
Tetap ada solusi yang bisa ditempuh keempatnya. Ketika stiker EU sulit didapatkan karena aturan pasangan atau anak yang lahir dengan keterikatan kewarganegaraan Belanda, maka penggunaan izin tinggal humanitarian non-temporal bisa dipakai. Itu bisa terjadi karena James beserta pemain lainnya lahir di Belanda dan berstatus mantan warga negara Belanda.
Kemudian, James dan pemain naturalisasi lainnya bisa kembali diakui dalam pasar tenaga kerja lokal, tapi harus menyertakan dokumen yang membuktikan sudah tinggal dan bekerja di Belanda. Di sinilah, prosesnya yang memakan waktu lama. Terlebih, pengambilan keputusannya juga gak instan.
"Jika mereka kemudian melanjutkan hidup di Belanda pada tahun berikutnya dengan izin ini, mereka bisa menjadi warga negara Belanda lagi dengan opsi ikut prosedur," kata ahli hukum kewarganegaraan Belanda, Hermie de Voer, dilansir NOS.
4. Paes lolos karena Ajax sadar
Ketika James, Geypens, Nathan, dan Hubner bermasalah dengan paspor, Maarten Paes tidak bermasalah. Ketika direkrut Ajax Amsterdam, Paes sudah dianggap sebagai pemain asing.
Manajemen Ajax menyadari hal tersebut. Maka dari itu, Paes langsung diurus izin kerjanya sebagai pemain asing dan lolos dari Paspoortgate.


















