Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Pemain Penting yang Bawa Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026

6 Pemain Penting yang Bawa Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/Annabel_P)
Intinya Sih
  • Swedia sempat jadi juru kunci Grup B kualifikasi Piala Dunia 2026, tapi berhasil lolos lewat jalur playoff setelah menjuarai Liga C UEFA Nations League 2024/2025.
  • Enam pemain jadi kunci keberhasilan Swedia, termasuk Isak Hien, Gustaf Lagerbielke, Gabriel Gudmundsson, Yasin Ayari, Anthony Elanga, dan Viktor Gyokeres yang tampil menonjol di berbagai fase.
  • Viktor Gyokeres menjadi bintang utama di babak playoff dengan torehan empat gol dalam dua laga yang memastikan Swedia melangkah ke Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Timnas Swedia tampil buruk pada fase grup kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Mereka menjadi juru kunci grup B, di bawah Swiss, Kosovo, dan Slovenia. Namun, mereka lolos ke playoff Piala Dunia 2026 karena menjadi juara grup di Liga C UEFA Nations League 2024/2025.

Kesempatan tersebut berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Swedia. Mereka akhirnya lolos ke Piala Dunia 2026 berkat dua kemenangan pada laga playoff, kontra Ukraina (3-1) dan Polandia (3-2). Enam pemain ini merupakan yang paling menonjol dalam perjalanan Timnas Swedia di kualifikasi Piala Dunia 2026.

1. Isak Hien memiliki menit bermain terbanyak pada fase grup

Pada fase grup, Isak Hien dipilih sebagai pemain utama sekaligus kapten Swedia. Ia sangat diandalkan dengan mencatatkan 5 laga dengan perincian 450 menit. Hal tersebut membuatnya menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak pada fase grup. Akan tetapi, menit bermainnya berkurang drastis pada playoff. Bek Atalanta Bergamo ini hanya mencatat 1 laga dengan perincian 37 menit.

2. Gustaf Lagerbielke menjadi andalan pada fase grup dan playoff

Gustaf Lagerbielke juga beroperasi di posisi bek tengah. Pemain yang membela SC Braga ini diandalkan baik pada fase grup maupun playoff. Ia mencatatkan 4 laga (276 menit) pada fase grup dan 2 laga (180 menit) pada playoff. Ia juga turut menyumbang 1 gol dan 1 assist.

3. Gabriel Gudmundsson lebih sering dipilih untuk mengawal sayap kiri

Swedia memiliki dua sayap kiri dengan kualitas yang sama baiknya, yakni Gabriel Gudmundsson dan Daniel Svensson. Namun, jika dibandingkan, Gudmundsson lebih diandalkan. Pemain Leeds United ini memiliki kualitas mumpuni dalam bertahan dengan kemampuan umpan sebagai pendukungnya. Hal inilah yang membuatnya bisa menjalankan peran sebagai bek sayap modern dalam 8 laga dengan perincian 584 menit.

4. Yasin Ayari mendominasi di lini tengah

Yasin Ayari menjadi pemain yang paling diandalkan Swedia di kualifikasi Piala Dunia 2026. Pemain Brighton & Hove Albion ini memiliki gaya bermain yang kreatif dan dibutuhkan tim. Hal tersebut yang membuatnya sulit tergantikan. Selama kualifikasi Piala Dunia 2026, ia tampil 5 laga (378 menit) pada fase grup dan 2 laga (167 menit) pada playoff. Ia menyumbang 1 gol dan 2 assist.

5. Anthony Elanga memberi dua gol untuk Swedia

Kecepatan Anthony Elanga dalam mengeksploitasi sisi sayap sangat dibutuhkan Swedia untuk menyerang. Pergerakannya membuat lini pertahanan lawan kesulitan. Selama kualifikasi Piala Dunia 2026, ia dimainkan dalam 6 laga dengan perincian 417 menit. Hasilnya, ia bisa mencetak 2 gol, termasuk 1 gol ke gawang Polandia pada laga kedua playoff kontra Polandia.

6. Viktor Gyokeres menggila pada playoff

Viktor Gyokeres tampil tumpul pada fase grup. Ia hanya mencatat 1 assist dari 4 laga (360 menit). Namun, pada playoff, penyerang Arsenal ini menggila dengan mencetak 4 gol dari 2 laga (180 menit). Ketajamannya itu menjadi penentu lolosnya Swedia ke Piala Dunia 2026. Pada laga pertama playoff kontra Ukraina, ia mencetak hattrick, sedangkan, pada laga kedua playoff kontra Polandia, ia mencetak gol penentu kemenangan.

Timnas Swedia dibesut oleh dua pelatih berbeda dalam usahanya lolos ke Piala Dunia 2026. Pada fase grup, mereka dilatih oleh Jon Dahl Tomasson. Sedangkan, pada playoff, mereka dilatih oleh Graham Potter. Kedua pelatih memiliki pemain andalan yang berbeda, hampir di semua posisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More