5 Pelatih yang Dipecat Real Madrid setelah Kalah dari Barcelona

- Kekalahan dari Barcelona pada 11 Januari 2026 menyudahi kekuasaan Xabi Alonso
- Real Madrid memecat Julen Lopetegui pada 29 Oktober 2018 setelah kalah 1-5 dari Barcelona
- Periode keempat Luis Molowny sebagai pelatih Real Madrid berakhir setelah kalah dari Barcelona pada Mei 1986
Xabi Alonso harus menerima kenyataan pahit dilengserkan dari kursi pelatih Real Madrid pada Senin (12/1/2026). Manajemen Los Blancos mengambil keputusan tersebut setelah sehari sebelumnya Alonso gagal membawa tim mengalahkan Barcelona pada final Piala Super Spanyol. Alonso tercatat sebagai pelatih kelima yang dipecat Real Madrid usai kalah dari Barcelona.
1. Kekalahan dari Barcelona pada 11 Januari 2026 menyudahi kekuasaan Xabi Alonso
Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol 2025/2026 yang berlangsung di King Abdullah Sports City, Arab Saudi, Minggu (11/1/2026). Sehari kemudan, klub mengumumkan pemecatan Alonso secara halus di situs resminya. Real Madrid menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama dengan pria berusia 44 tahun tersebut.
Sebelum laga melawan Barcelona, Alonso memang berulang kali dilaporkan bakal dipecat Real Madrid. Ia gagal mengendalikan ego para pemain sehingga kehilangan otoritas di ruang ganti dan akhirnya berdampak kepada performa di lapangan. Direkrut dari Bayer Leverkusen pada 1 Juni 2025, Alonso meninggalkan Real Madrid dengan catatan 24 kemenangan, 4 keimbangan, dan 6 kekalahan.
2. Real Madrid memecat Julen Lopetegui pada 29 Oktober 2018 setelah kalah 1-5 dari Barcelona
Real Madrid mengumumkan Julen Lopetegui sebagai pelatih barunya pada 12 Juni 2018. Padahal, Lopetegui saat itu tengah berada di Rusia untuk memimpin Timnas Spanyol berlaga di Piala Dunia. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) pun tidak terima dengan langkah Lopetegui yang bernegosiasi dengan pihak lain tanpa memberi tahu mereka. Hasilnya, Lopetegui dipecat sehari kemudian.
Nahas, kekuasaan Lopetegui di Real Madrid juga hanya berlangsung singkat selama 4 bulan. Ia dipecat pada 29 Oktober 2018 setelah memimpin tim dalam 14 pertandingan dengan hasil 6 kemenangan, 2 keimbangan, dan 6 kekalahan. Laga terakhir Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid adalah kekalahan telak 1-5 dari Barcelona di LaLiga Spanyol.
3. Periode keempat Luis Molowny sebagai pelatih Real Madrid berakhir setelah kalah dari Barcelona pada Mei 1986
Luis Molowny merupakan mantan pemain Real Madrid pada 1946—1957. Pria asli Spanyol yang lahir pada 12 Mei 1925 ini lantas melatih klub dalam empat periode berbeda. Ia melakukannya pada 1973—1974, 1977-1979, 1982, dan 1985—1986.
Masa bakti terakhir Molowny sebagai pelatih Real Madrid tuntas setelah kekalahan dengan agregat 2-6 dari Barcelona pada ronde kedua Copa de la Liga 1985/1986. Chairman Real Madrid saat itu, Santiago Bernabeu, menggeser Molowny secara halus. Ia mengangkatnya sebagai direktur olahraga.
4. Real Madrid melepas Luis Carniglia setelah kalah dari Barcelona pada Juni 1959
Luis Carniglia berhasil membawa Real Madrid menjuarai LaLiga dan Liga Champions Eropa (UCL) pada 1957/1958 yang merupakan musim perdananya sebagai pelatih mereka. Namun, pria asal Argentina ini terpaksa melepas jabatan pada 19 Februari 1959 karena masalah kesehatan. Victor Munoz lantas menggantikannya. Carniglia kembali mengambil kursinya setelah pulih pada 14 Mei 1959. Ia berhasil menambah satu trofi UCL berkat kemenangan 2-0 atas Stade Reims pada 3 Juni 1959.
Namun, Real Madrid lewat presidennya, Santiago Bernabeu, menendang Carniglia 11 hari berselang usai kekalahan dengan agregat 3-7 dari Barcelona pada semifinal Copa del Rey. Meski begitu, Bernabeu mengambil langkah ini bukan semata-mata karena kekalahan dari Barcelona. Ia tidak setuju dengan keputusan Carniglia yang enggan memainkan sang bintang, Ferenc Puskas, saat mereka mengalahkan Reims pada final UCL.
5. Jacinto Quincoces meninggalkan Real Madrid pada 25 Januari 1948 usai kalah dari Barcelona
Jacinto Quincoces menjadi pelatih pertama yang dipecat Real Madrid setelah kalah dari Barcelona. Ini terjadi pada 25 Januari 1948 ketika mereka menyerah dengan skor 2-4 dari Blaugrana di LaLiga. Periode kedua kekuasaan Quincoces sebagai pelatih Real Madrid yang mulai berlangsung pada 1 Juli 1947 pun berakhir.
Sebelumnya, pria asli Spanyol ini memang pernah memegang jabatan yang sama pada 1945/1946. Ia berhasil mempersembahkan trofi LaLiga. Quincoces juga sempat menjadi direktur teknik Real Madrid pada 1946/1947. Ia merupakan mantan pemain mereka pada 1931—1936 dan 1939—1942 dengan sumbangan 2 trofi LaLiga dan 2 Copa del Rey.
Kekalahan dari Barcelona bukan penyebab tunggal pemecatan lima nama di atas. Namun, Real Madrid memilih melepas mereka setelah momen tersebut. Sebab, Barcelona merupakan rival terbesar dan kekalahan dari musuh bebuyutan merupakan aib.

















