Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Pelatih yang Paling Sering Memainkan Dimitri Payet

6 Pelatih yang Paling Sering Memainkan Dimitri Payet
stadion Olympique Marseille, Stade Velodrome (pixabay.com/Noel_Bauza)
Intinya Sih
  • Dimitri Payet resmi pensiun pada Maret 2026 di usia 38 tahun setelah 21 tahun berkarier dan delapan bulan tanpa klub sejak dilepas Vasco da Gama.
  • Rudi Garcia menjadi pelatih yang paling sering memainkan Payet, total 197 laga di Lille dan Olympique Marseille dengan kontribusi 40 gol serta 67 assist.
  • Lima pelatih lain yang banyak memainkannya adalah Slaven Bilic, Christophe Galtier, Jorge Sampaoli, Andre Villas-Boas, dan Laurent Roussey yang turut membentuk karier panjang Payet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dimitri Payet memutuskan untuk pensiun pada 22 Maret 2026. Keputusan itu ia ambil setelah 8 bulan tak memiliki klub sejak dilepas secara gratis oleh Vasco da Gama pada Juli 2025. Mantan pemain Timnas Prancis ini pensiun pada usia 38 tahun setelah 21 tahun (2005–2026) berkarier.

Saat jadi pemain, puluhan pelatih pernah memainkannya. Mereka sangat berjasa dalam perkembangan karier Payet di sepak bola. Dari puluhan nama tersebut, enam pelatih inilah yang paling sering memainkannya.

1. Rudi Garcia (197 laga) memainkan Dimitri Payet di dua klub

Rudi Garcia menjadi pelatih yang paling sering memainkan Dimitri Payet. Hal ini bisa terjadi karena kedua pria asal Prancis ini bertemu di dua klub berbeda. Mereka pertama kali bertemu di LOSC Lille pada 2011–2013, lalu kembali bertemu di Olympique Marseille pada 2016–2019. Dalam kurun waktu tersebut, Payet memainkan 197 laga dengan mencetak 40 gol dan 67 assist sebagai gelandang serang.

2. Slaven Bilic (60 laga) menjadi satu-satunya pelatih yang membesut Dimitri Payet di West Ham United

Dimitri Payet bermain untuk West Ham United pada Juli 2015–Januari 2017. Dalam kurun waktu tersebut, ia hanya dilatih oleh Slaven Bilic. Selama dilatih Bilic, Payet tampil sangat produktif dengan mencetak 15 gol dan 22 assist dari 60 laga. Saat itu, ia juga dikenal sebagai maestro tendangan bebas. Sayangnya, hubungan keduanya sedikit merenggang karena Payet memilih untuk hengkang, sedangkan Bilic dan West Ham United bersikeras untuk mempertahankannya.

3. Christophe Galtier (58 laga) sangat sering memainkan Dimitri Payet di AS Saint-Etienne

Dimitri Payet pernah membela AS Saint-Etiennes pada 2007–2011. Ia paling sering dimainkan oleh Christophe Galtier saat berseragam klub asal Prancis tersebut. Torehan 58 laga, 15 gol, dan 16 assist dibukukan Payet saat dilatih pelatih yang kini membesut Neom SC tersebut. Momen tersebut terjadi selama 1,5 musim, tepatnya pada 2009–2011. Berkat asuhan Galtier, Payet pun diminati dan dibeli Olympique Marseille pada musim panas 2011.

4. Jorge Sampaoli (57 laga) melatih Dimitri Payet di Olympique Marseille

Pelatih lain yang membesut Dimitri Payet di Olympique Marseille adalah Jorge Sampaoli. Pria asal Argentina itu melatih Marseille pada Maret 2021–Juli 2022. Ia memimpin 67 laga. Dari jumlah tersebut, Payet memainkan 57 laga dengan mencetak 19 gol dan 21 assist.

5. Andre Villas-Boas memainkan Dimitri Payet dalam 50 laga di Olympique Marseille

Serupa dengan Rudi Garcia dan Jorge Sampaoli, Andre Villas-Boas juga melatih Dimitri Payet di Olympique Marseille. Momen ini terjadi pada Juli 2019–Februari 2021. Dalam kurun waktu tersebut, Payet menjadi salah satu andalan Villas-Boas. Ia mencatatkan 50 laga dengan mencetak 18 gol dan 9 assist.

6. Laurent Roussey (46 laga) menjadi sosok yang membawa Dimitri Payet ke AS Saint-Etienne

Dimitri Payet merapat ke AS Saint-Etienne pada bursa transfer musim panas 2007 atas permintaan Laurent Roussey. Bersama manajer asal Prancis tersebut, ia langsung diplot sebagai pemain utama. Pada Juli 2007–November 2008, Payet mencatatkan 46 laga. Akan tetapi, ia belum terlalu produktif dan hanya mencatat 3 gol dan 8 assist.

Enam pelatih tersebut menjadi sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan panjang karier Dimitri Payet di level klub. Di tangan mereka, Payet berkembang sebagai gelandang kreatif yang dikenal karena visi, assist, dan tendangan bebasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More