Kolektivitas menjadi kunci dalam keberhasilan Bodo/Glimt lolos ke 16 besar Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026 dengan mengalahkan tim sekelas Atletico Madrid, Manchester City, dan Inter Milan. Namun, tidak dapat dimungkiri, setiap klub selalu membutuhkan individu-individu spesial. Setidaknya ada empat sosok yang masuk kategori tersebut di skuad Glimt musim ini. Selain punya kualitas istimewa, mereka memiliki satu kesamaan. Keempatnya pernah meninggalkan Glimt secara permanen.
4 Pemain Bodo/Glimt 2025/2026 yang Sempat Pindah Permanen

1. Patrick Berg sempat mencoba peruntungan di RC Lens selama 8 bulan pada Januari—Agustus 2022
Patrick Berg berstatus sebagai kapten Bodo/Glimt. Gelandang setinggi 1,77 meter itu mengemban tanggung jawab tersebut setelah kembali dari RC Lens pada 2022. Patrick membela Lens selama 8 bulan pada Januari—Agustus 2022. Lens membelinya dengan harga sekitar 4,5 juta euro (Rp78,22 miliar). Namun, setelah hanya mendapat kesempatan tampil sebanyak 19 kali selama 346 menit, ia memilih pulang ke Bodo. Glimt bersedia menebusnya dengan mahar sedikit lebih murah, 4 juta euro (Rp69,32 miliar).
Sebelum pindah ke Lens tersebut, Patrick memang menghabiskan seluruh waktunya sebagai pemain profesional dari 2014 di Glimt. Ia bukan hanya produk asli akademi mereka, melainkan juga sosok lokal. Patrick lahir pada 24 November 1997. Ia merupakan generasi ketiga yang membela Glimt setelah kakeknya, Harald, sang ayah, Orjan, dan kedua pamannya, Arild serta Runar. Per 26 Februari 2026, Patrick, yang memakai nomor 7, tercatat telah bermain 333 kali bersama Glimt dan mencetak 44 gol serta 52 assist.
2. Fredrik Bjorkan kembali ke Bodo/Glimt dari Hertha Berlin pada Januari 2023
Selain Patrick Berg, pemain lain yang meninggalkan Bodo/Glimt pada Januari 2022 adalah Fredrik Bjorkan. Bek kiri yang juga lahir di Bodo pada 21 Agusutus 1997 ini bergabung secara gratis dengan Hertha Berlin. Fredrik hanya bermain sepuluh kali bersama Hertha. Ia sempat dipinjamkan kepada Feyenoord pada Agustus 2022—Januari 2023, tetapi cuma tampil sekali. Setelah membawanya pulang dari Feyenoord, Hertha mempersilakan Fredrik untuk kembali ke Glimt secara gratis. Namun, Herta bakal mendapat bagian sebesar 30 persen jika Glimt menjualnya pada masa mendatang.
Fredrik total sudah membuat 269 penampilan untuk Glimt per 26 Februari 2026 dan mencetak 17 gol serta 40 assist. Penggawa setinggi 1,8 meter ini satu angkatan bersama Patrick di akademi Glimt. Ayah Fredrik, Aasmund, juga pernah membela Glimt pada 1990—2000-an. Aasmund bahkan sempat bertugas sebagai pelatih pada 2016—2017 setelah menjadi asisten pada 2013—2015. Ia pindah ke jajaran manajemen dengan menjadi direktur olahrag pada 2018—2022 dan kemudian bekerja sebagai kepala analis hingga sekarang.
3. Hakon Evjen bergabung kembali dengan Bodo/Glimt dari Brondby pada 2024
Hakon Evjen menjadi satu-satunya sosok dalam daftar ini yang tidak lahir di Bodo. Ia berasal dari Narvik. Meski begitu, gelandang kidal berusia 26 tahun tersebut tetap binaan akademi Bodo/Glimt. Ia bergabung dari Mjolner pada 2016. Begitu pun dengan sang ayah, Andreas, yang membela Glimt pada 1993—2001 usai datang dari Mjolner. Saat merekrut Hakon, Glimt juga menggaet saudara kembarnya, Henrik. Namun, karier Henrik tidak terlalu mujur. Ia kembali ke Mjolner setahun kemudian dan pensiun pada 2022.
Hakon bermain 65 kali dan mencetak 14 gol serta 7 assist sampai 2020. Ini membuat AZ Alkmaar membelinya dengan harga 2,5 juta euro (Rp43,45 miliar). Setelah 67 penampilan, 7 gol, dan 5 assist, Hakon pulang ke Norwegia dengan bergabung bersama Brondby pada 2023. Ia bermain 30 kali dan mencetak 4 gol serta 4 assist dalam setahun. Glimt akhirnya merekrutnya ulang pada 2024 dengan harga yang sama seperti ketika menjualnya kepada AZ. Hakon lantas menambah 76 penampilan, 14 gol, dan 19 assist per 26 Februari 2026.
4. Jens Petter Hauge sempat bertualang dari 2020 sebelum kembali ke Bodo/Glimt pada 2024
Jens Petter Hauge menjadi orang teranyar yang pulang ke Bodo/Glimt. Pria yang lahir di Bodo pada 12 Oktober 1999 itu bergabung dengan harga sekitar 4 juta euro (Rp69,53 miliar) dari Eintracht Frankfurt pada Januari 2025. Setahun sebelumnya, Hauge terlebih dahulu membela Glimt sebagai pinjaman. Transfer ini sekaligus mengakhiri pertualangan winger setinggi 1,84 meter sejak 2020. Pada tahun tersebut, Hauge pindah ke AC Milan dengan mahar sekitar 4,8 juta euro (Rp83,43 miliar).
Sayangnya, Hauge gagal bersaing di Italia. Ia lantas dipinjamkan kepada Eintracht pada 2021 sebelum dilepas permanen setahun kemudian. Namun, Hauge juga tidak mendapat kepercayaan dari Eintracht. Mereka lantas meminjamkannya kepada KAA Gent pada 2022—2023. Hauge akhirnya pulang ke Glimt. Kariernya kembali meningkat. Hauge total sudah bermain 214 kali dan mencetak 62 gol serta 53 assist untuk Glimt per 26 Februari 2026.
Manajemen Glimt mempersilakan empat pemain di atas untuk hengkang demi terus berkembang. Namun, mereka juga membuka pintu selebar-lebarnya ketika keempatnya mengalami kesulitan. Glimt melakukannya bukan akibat iba, melainkan karena sudah mengetahui betul kualitas para mantan pemainnya tersebut. Terbukti, keempatnya kembali tampil impresif setelah pulang. Teranyar, mereka membantu Glimt membuat kejutan di Liga Champions 2025/2026.