4 Pemain Chelsea Terakhir yang Brace Kontra Arsenal per Januari 2026

- Alejandro Garnacho cetak brace ke gawang Arsenal di leg pertama semifinal Piala Liga 2025/2026
- Didier Drogba membuat 13 gol ke gawang Arsenal, termasuk 5 brace
- Oscar mencetak dua gol saat Chelsea membantai Arsenal 6-0 di EPL 2013/2014
Alejandro Garnacho tampil gemilang pada leg pertama semifinal Piala Liga 2025/2026. Winger Chelsea itu mencetak dua gol ke gawang Arsenal. Ketajaman Garnacho memang gagal mencegah Chelsea kalah 2-3. Namun, ia bisa menjadi tumpuan Chelsea untuk membalikkan keadaan pada pertemuan kedua.
Selain itu, brace Garnacho bukan capaian remeh. Tak banyak pemain Chelsea yang pernah membuat dua gol ke gawang Arsenal. Termasuk Garnacho, hanya empat pemain berikut ini yang berhasil melakukannya dalam 2 dekade terakhir.
1. Didier Drogba membuat 13 gol ke gawang Arsenal, termasuk 5 brace
Pertama, ada striker legendaris Chelsea, Didier Drogba. Semasa membela Chelsea pada 2004–2012, Drogba adalah momok Arsenal dan Arsenal adalah mangsa favorit Drogba. Striker Pantai Gading itu mencetak total 13 gol ke gawang The Gunners, lebih banyak dari koleksinya kontra tim mana pun.
Torehan Drogba ke gawang Arsenal juga mencakup lima brace. Yang pertama ia bukukan pada laga Community Shield 2005 saat Chelsea mengalahkan Arsenal 2-1. Skenario identik terjadi di final Piala Liga 2006/2007. Plus, ada tiga brace yang dibuat Drogba ke gawang Arsenal di ajang English Premier League (EPL).
Jumlah 13 gol juga menjadikan Drogba pemain tersubur dalam laga Chelsea melawan Arsenal. Ia unggul dari Bobby Tambling dan Thierry Henry yang masing-masing membuat sepuluh gol. Yang terpenting, ketajaman Drogba membuat Chelsea dominan atas Arsenal. The Blues dibawanya menang 10 kali dan hanya kalah 1 kali dalam 15 pertemuan.
2. Oscar mencetak dua gol saat Chelsea membantai Arsenal 6-0 di EPL 2013/2014
Setelah ditinggal Didier Drogba, Chelsea masih tetap dominan atas Arsenal. The Blues bahkan mencatat kemenangan terbesar atas Arsenal tanpa Drogba. Itu terjadi pada laga pekan 31 EPL 2013/2014. Tak tanggung-tanggung, Chelsea yang menjadi tuan rumah menghajar anak asuh Arsene Wenger 6-0.
Partai itu harusnya spesial bagi Arsenal karena merupakan laga ke-1000 mereka bersama Wenger. Namun, momen itu malah jadi mimpi buruk The Gunners. Dalam 17 menit pertama saja Arsenal sudah tertinggal 0-3 dan kehilangan satu pemain. Derita Arsenal diperparah brace Oscar pada menit 42 dan 66 lalu ditutup gol Mohamed Salah.
Uniknya, itu adalah satu-satunya laga di mana Oscar membobol gawang Arsenal. Gelandang Brasil itu tak pernah melakukannya lagi meski melakoni total sembilan laga kontra The Gunners. Meski demikian, Oscar juga menikmati dominasi bersama Chelsea. Dalam 9 penampilannya, ia merasakan 6 kemenangan dan hanya 1 kali kalah.
3. Eden Hazard membuat brace ke gawang Arsenal di final Liga Europa 2018/2019
Berikutnya, ada Eden Hazard, eks gelandang top Belgia. Selama berbaju Chelsea pada 2012–2019, Hazard 19 kali tampil menghadapi Arsenal. Hasilnya, ia mencetak 7 gol dan membawa Chelsea meraih 9 kemenangan. Namun, yang paling spesial adalah brace ke gawang The Gunners di final Liga Europa 2018/2019.
Chelsea membuka skor melalui Olivier Giroud pada menit 49 laga tersebut. Pedro menggandakan keunggulan Chelsea pada menit 60 berkat assist Hazard. Hazard sendiri kemudian memastikan Arsenal tak bisa mengejar lagi. Golnya pada menit 65 dan 72 memastikan Chelsea menang 4-1 dan juara, plus membuatnya terpilih jadi Man of the Match.
4. Alejandro Garnacho menjaga asa Chelsea untuk lolos ke final Piala Liga 2025/2026
Dalam 6 tahun terakhir, Chelsea sudah tak lagi dominan atas Arsenal. The Blues hanya sekali menang atas The Gunners sejak 2020. Chelsea juga tak punya lagi pemain yang bisa membuat brace ke gawang Arsenal. Setelah Alejandro Garnacho datang, barulah fakta itu berubah.
Garnacho memang belum bisa membawa Chelsea menang atas Arsenal. Namun, ia sudah menyusul tiga pemain di atas berkat dua golnya pada leg pertama semifinal Piala Liga 2025/2026. Padahal, Garnacho mengawali laga tersebut dari bangku cadangan. Ia baru diturunkan pada menit 53 saat Chelsea tertinggal 0-2.
Hanya 4 menit setelah masuk lapangan, Garnacho memperkecil selisih usai menerima umpan Pedro Neto. Setelah Arsenal mencetak gol ketiga, Garnacho pun melengkapi brace-nya pada menit 83. Meski Chelsea tetap kalah, dua gol Garnacho membuat asa mereka untuk membalikkan keadaan lebih realistis.
Alejandro Garnacho menyusul capaian tiga legenda Chelsea berkat brace ke gawang Arsenal. Namun, misi yang lebih krusial adalah membawa Chelsea menang pada leg kedua semifinal Piala Liga dan melaju ke final. Bisakah Garnacho melakukannya?

















