Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pemain Kelahiran Spanyol yang Membela Maroko di Piala Afrika 2025

ilustrasi sepak bola
ilustrasi sepak bola (pexels.com/Pixabay)
Intinya sih...
  • Maroko unggul di Piala Afrika 2025 karena pemain keturunan Spanyol membela timnas
  • Brahim Diaz mencetak 5 gol, Ilias Akhomach baru bermain 26 menit, Achraf Hakimi menjadi andalan Maroko
  • Munir El Kajoui hanya pelapis Yassine Bounou, Ismael Saibari tak memegang paspor Spanyol
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Maroko menjadi salah satu unggulan juara di Piala Afrika 2025. Selain berstatus sebagai tuan rumah, anggapan tersebut tercipta karena Maroko memiliki kualitas pemain yang sangat mumpuni. Kualitas ini tercipta karena Maroko berhasil mengajak dan memanfaatkan pemain keturunan yang tumbuh besar di Eropa.

Salah satu negara Eropa yang menjadi tempat kelahiran pemain Timnas Maroko adalah Spanyol. Total, ada lima pemain kelahiran Spanyol yang membela Maroko di Piala Afrirka 2025. Siapa sajakah mereka dan seperti apa kiprahnya?

1. Brahim Diaz tak pernah absen mencetak gol dari laga pertama hingga kelima

Brahim Diaz lahir dan besar di Malaga, Spanyol. Saat masih muda, ia selalu menjadi andalan di tim muda Spanyol. Bahkan, ia pernah mencatatkan satu caps bersama tim senior Spanyol. Namun, karena sulitnya mendapatkan kesempatan tampil, ia pun memilih untuk membela tanah leluhurnya, Maroko di level senior, sejak Maret 2024.

Piala Afrika 2025 menjadi turnamen besar pertama yang diikutinya bersama Maroko. Pemain Real Madrid ini langsung tancap gas. Ia telah mencetak 5 gol yang dicetak di setiap laga yang dijalani Maroko di turnamen ini. Dengan hal tersebut, ia sangat menarik perhatian dan masuk daftar top skor sementara.

2. Ilias Akhomach baru bermain selama 26 menit di Piala Afrika 2025

Serupa dengan Brahim Diaz, Ilias Akhomach juga menjalani debut bersama Timnas Maroko pada Maret 2024. Pemain muda Villarreal ini lahir di Katalan, tepatnya di Hostalets de Pierola. Ia pun pernah membela Spanyol di beberapa kelompok umur.

Dengan usia yang baru menginjak 21 tahun, Akhomach menjalani debutnya di turnamen besar bersama Maroko. Namun, per 14 Januari 2026, ia baru memainkan 26 menit di Piala Afrika 2025. Momen tersebut terjadi pada laga ketiga grup A kontra Zambia. Sedangkan, pada laga lain, ia selalu menjadi pelapis Brahim Diaz.

3. Achraf Hakimi selalu menjadi andalan Timnas Maroko

Achraf Hakimi lahir dan di Getafe, Madrid. Ia menapaki awal karier sepak bolanya di Spanyol. Meski begitu, bek kanan Paris Saint-Germain (PSG) tersebut telah mantap untuk membela Timnas Maroko sejak dini. Ia mulai memperkuat Maroko dari level U-20 dan terus membela negara ini hingga level senior.

Meski absen pada dua laga awal karena cedera, Hakimi kembali menjadi andalan Timnas Maroko pada laga selanjutnya. Pada laga ketiga Maroko di Piala Afrika 2025, ia hanya tampil selama 26 menit. Sedangkan, pada fase gugur, ia selalu dimainkan penuh selama 90 menit. Sejauh ini, ia baru telah menyumbang 1 assist dari 3 laga di Piala Afrika 2025.

4. Munir El Kajoui menjadi pelapis Yassine Bounou

Munir El Kajoui lahir di Melila, wilayah Spanyol yang terletak di Afrika. Karena memiliki keturunan dan lebih dekat dengan Maroko, pria berusia 36 tahun ini pun lebih memilih Maroko ketimbang Spanyol. Ia telah membela negaranya sejak Maret 2015.

Pada Piala Afrika 2025, El Kajoui hanya berstatus sebagai pelapis dari Yassine Bounou di posisi kiper. Hal itulah yang membuatnya kesulitan mendapatkan menit bermain. Bahkan, ia tak pernah tampil semenit pun di Piala Afrika 2025.

5. Meski lahir di Spanyol, Ismael Saibari tak memegang paspor Spanyol

Ismael Saibari lahir di Terrassa, sebuah kota yang terletak di Katalan. Meski lahir di Spanyol, gelandang PSV Eindhoven ini justru tak memegang paspor Negeri Matador. Dua paspor yang ia miliki berasal dari Maroko dan Belgia.

Saibari menjadi salah satu pemain kunci Maroko di Piala Afrika 2025. Ia selalu dipasang sebagai starter dalam lima laga hingga perempat final. Akan tetapi, ia tak pernah bermain penuh. Sejauh ini, ia baru mencetak satu gol, tepatnya di laga kontra Kamerun pada perempat final.

Lima pemain ini menjadi bukti suksesnya Maroko dalam merekrut pemain keturunan. Mereka memilih pemain berkualitas yang bermanfaat untuk tim nasional. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

5 Pertemuan Terakhir Chelsea dan Brentford di EPL per 16 Januari 2026

17 Jan 2026, 07:34 WIBSport