3 Pemain Tidak Tergantikan di LaLiga 2025/2026, Semuanya Kiper

1. David Soria membawa Getafe kembali bermain di Eropa
Getafe dikenal sebagai tim dengan gaya bermain yang negatif. Namun, cara tersebut nyatanya mengantarkan mereka berakhir di posisi ketujuh di LaLiga 2025/2026. Itu artinya, klub asal Madrid ini bakal menjadi wakil LaLiga di Liga Konferensi Eropa 2026/2027. Dengan begitu, Los Azulones akan kembali bermain di kompetisi level kontinen setelah terlibat di Liga Europa pada 2007/2008, 2010/2011, dan 2019/2020.
Pertahanan memang menjadi kekuatan utama tim yang dilatih Jose Bordalas. Mereka hanya kebobolan 38 gol. Jumlah tersebut bahkan enam angka lebih banyak dibanding gol yang berhasil dibuat. Hanya ada dua tim yang gawangnya lebih jarang kebobolan di LaLiga 2025/2026 dibanding Getafe. Mereka adalah sang juara, Barcelona (36), dan runner-up, Real Madrid (35). David Solaria memainkan peran krusial di balik catatan impresif ini.
Menurut FBRef, Solaria merupakan kiper dengan persentase penyelamatan tertinggi kedua (75,5 persen). Pria lokal berusia 33 tahun dengan tinggi 1,93 meter itu hanya kalah dari penjaga gawang Barcelona, Joan Garcia (80,4 persen). Solaria total membuat 115 penyelamatan dan 12 clean sheet. Menariknya, dua penyelamatan di antaranya dibuat dengan menahan tendangan penalti dalam laga yang sama, yaitu pada pekan ke-31 melawan Levante (13/4/2026). Sayangnya, mereka kalah 0-1.
2. Ionut Radu membuat Celta Vigo tetap tampil di Eropa
Celta Vigo memutuskan tidak memperpanjang kontrak Vicente Guaita setelah 2024/2025 selesai. Padahal, kiper asli Spanyol setingi 1,9 meter itu membantu mereka duduk di posisi ketujuh yang merupakan pencapaian terbaik dalam 9 musim terakhir. Berkatnya, Os Celestes juga lolos ke Liga Europa 2025/2026. Ini menjadi penampilan pertama di kompetisi Eropa usai terakhir kali mencicipinya pada 2016/2017.
Manajemen mengambil langkah itu karena kondisi Guaita yang makin rentan cedera akibat usia yang menua. Namun, mereka tidak otomatis menyerahkan tanggung jawab kiper utama kepada sang pelapis, Ivan Villar. Celta justru merekrut sosok anyar. Mereka lantas memilih Ionut Radu yang diboyong secara gratis dari Venezia. Menariknya, pria yang lahir di Rumania pada 28 Mei 1997 itu baru saja terdegradasi bersama Venezia di Serie A Italia.
Namun, Radu memang tampil cukup apik. Ia baru bergabung dari Inter Milan pada paruh kedua. Kiper setinggi 1,88 meter ini kemudian bermain 15 kali, membuat 4 clean sheet, dan kebobolan 18 gol. Radu lantas melanjutkan tren positifnya di Celta. Ia tidak tergantikan sepanjang LaLiga 2025/2026 dengan torehan 10 clean sheet dan kebobolan 48 gol. Hasilnya, Celta naik satu peringkat dari musim sebelumnya sehingga akan tetap tampil di Liga Europa pada 2026/2027.
3. Antonio Sivera membantu Alaves bertahan di LaLiga
Alaves kalah 1-2 dari Rayo Vallecano pada pekan pemungkas LaLiga 2025/2026. Namun, mereka berhasil selamat dari degradasi dengan berakhir di posisi 14. Pencapaian tersebut tidak terlepas karena kemenangan 1-0 atas Barcelona dan Real Oviedo dalam dua pertandingan sebelumnya.
Itu merupakan 2 dari 5 clean sheet yang dibuat sang kiper, Antonio Sivera. Penjaga gawang asli Spanyol setinggi 1,85 meter ini total kebobolan 58 gol. Penampilannya mungkin tidak terlalu istimewa. Namun, peran pria berusia 29 tahun tersebut memang bukan cuma permainan.
Sivera merupakan kapten Alaves sejak mereka kembali ke LaLiga pada 2023/2024. Ia sudah memperkuat klub mulai 2017 usai bergabung dari Valencia. Sivera dipercaya sebagai kiper utama Alaves setelah kembali dari masa peminjaman di Almeria pada paruh kedua 2019/2020.
Tiga nama di atas tidak tergantikan sama sekali di LaLiga 2025/2026. Meski semuanya kiper, jumlah yang minim menunjukkan yang mereka lakukan memang istimewa.



















