Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Pemain yang Membobol Gawang Portugal di Piala Dunia 2026
ilustrasi gol dalam sepak bola (pixabay.com/ChaosSoccerGear)
  • Portugal tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol, membuat pencapaian terbaik mereka tetap peringkat ketiga pada edisi 1966.
  • Dalam lima laga, Portugal hanya kebobolan tiga gol yang dicetak oleh Yoane Wissa (Kongo), Ivan Perisic (Kroasia), dan Mikel Merino (Spanyol).
  • Meskipun pertahanan Portugal cukup solid sepanjang turnamen, gol-gol lawan muncul akibat lemahnya antisipasi terhadap umpan silang dan celah di lini belakang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Langkah Tim Nasional Portugal harus terhenti pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Cristiano Ronaldo dan kolega gagal memenuhi ambisi meraih gelar juara usai kalah tipis 0-1 dari Spanyol. Dengan hasil ini, keberhasilan menempati peringkat ketiga edisi 1966 masih menjadi pencapaian terbaik Portugal di Piala Dunia.

Di balik kegagalan pada 2026, lini pertahanan Selecao das Quinas sejatinya tampil cukup baik. Dalam 5 laga sejak pertandingan pertama fase grup hingga babak 16 besar, mereka hanya kebobolan 3 gol. Berikut tiga nama pencetak gol tersebut.

1. Gol Yoane Wissa berbuah satu poin bagi Kongo pada laga pertama

Portugal memulai laga dengan baik saat berjumpa Republik Demokratik Kongo pada laga pertama fase grup. Enam menit babak pertama berjalan, mereka unggul 1-0 berkat gol Joao Neves. Sayangnya, keunggulan tersebut hanya bertahan hingga menit 45+4. Kongo menyamakan kedudukan lewat aksi Yoane Wissa, pemain Newcastle United. Itu sekaligus menjadi gol penutup pada laga ini. 

Gol pemain berusia 29 tahun tersebut berawal dari sepak pojok Arthur Masuaku. Setelah menyodorkan umpan pendek ke rekannya, Masuaku kembali mendapat bola di sisi kanan lini serang. Ia melepaskan umpan lambung ke depan gawang yang menghampiri Wissa. Tanpa pengawalan berarti dari barisan pertahanan Portugal, Wissa melepaskan sundulan keras dari jarak dekat yang tak mampu ditepis Diogo Costa. 

2. Gol Ivan Perisic membuat Kroasia unggul lebih dahulu pada babak 32 besar

Gawang Portugal kebobolan untuk kedua kalinya pada babak 32 besar, saat berebut kemenangan dengan Kroasia. Selecao das Quinas berada di situasi yang tak apik usai dibobol Ivan Perisic dan tertinggal 0-1 pada menit 53. Untungnya, tim besutan Roberto Martinez berhasil comeback hingga menang tipis 2-1 lewat gol balasan dari Cristiano Ronaldo dan Goncalo Ramos.

Gol Perisic seakan-akan menegaskan kemampuan kurang maksimal Portugal dalam mengantisipasi umpan silang. Ketika Josip Stanisic melepaskan umpan dari sisi kanan, Perisic berhasil memanfaatkan area terbuka di sisi lainnya. Dirinya berhasil menerima bola dengan kontrol apik sebelum melepaskan sepakan mendatar ke gawang yang melewati Joao Cancelo dan Diogo Costa. 

3. Gol Mikel Merino menjadi mimpi buruk bagi Portugal pada babak 16 besar

Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 secara dramatis. Hingga menit 90, tak ada gol yang tercipta dalam duel kontra Spanyol pada babak 16 besar. Mikel Merino lantas menjadi sosok yang membawa mimpi buruk bagi Selecao das Quinas. Bermain untuk menggantikan Dani Olmo sejak menit 85, Merino mencetak gol penentu kemenangan bagi La Furia Roja pada menit 90+1. 

Menariknya, gol tersebut bermula dari keputusan Mikel Merino untuk melakukan tendangan bebas cepat. Dua pemain Spanyol memainkan bola untuk menemukan celah di pertahanan Portugal sebelum sodoran umpan menghampiri Ferran Torres. Meski dijaga dua pemain lawan, Torres berhasil melepaskan umpan terobosan kepada Merino yang memanfaatkan celah di antara dua bek Portugal dan menusuk ke area pertahanan lawan. Pemain Arsenal tersebut berhasil melakukan penyelesaian akhir klinis dengan shooting kaki kiri ke sisi kanan gawang Portugal.

Kekalahan dari Spanyol sekaligus menjadi penurunan prestasi bagi Portugal usai mencapai perempat final pada edisi sebelumnya (2022). Meski hanya kebobolan tiga gol sepanjang turnamen, catatan tersebut belum cukup untuk membawa Selecao das Quinas melangkah lebih jauh. Sejumlah gol yang bersarang ke gawang Diogo Costa pun lahir dari situasi yang sebenarnya dapat diantisipasi dengan lebih baik. Evaluasi di sektor pertahanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan Portugal untuk menghadapi turnamen besar berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article