Tangis Messi dalam Comeback Gila Argentina Atas Mesir di Piala Dunia 2026

- Messi menangis usai Argentina comeback 3-2 atas Mesir di Piala Dunia 2026, meluapkan rasa lega setelah laga dramatis yang membawa timnya ke perempat final.
- Sang kapten mengaku frustrasi karena gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, namun tetap bangga bisa membantu tim bangkit dan meraih kemenangan penting.
- Kemenangan ini memastikan Argentina melaju ke delapan besar dan akan menghadapi Swiss pada 12 Juli 2026 untuk memperebutkan tiket semifinal.
Jakarta, IDN Times - Kemenangan Argentina atas Mesir yang begitu dramatis, menguras emosi Lionel Messi. Usai laga di Atlanta Stadium, Selasa malam WIB (7/7/2026), Messi menangis.
Air mata Messi begitu deras turun ketika peluit panjang dibunyikan. Ekspresinya terlihat begitu lepas, terasa ada beban yang hilang dari pundaknya usai melakoni laga dramatis yang berakhir dengan kemenangan 3-2 Argentina.
1. Messi lega Argentina menang dan bertahan

Messi mengakui ada beban yang hilang, Batinnya lega karena berhasil mengantarkan Argentina lepas dari masa sulit. Partai melawan Mesir, diakui La Pulga, membuat Albiceleste begitu menderita. Dia menegaskan kemenangan atas Mesir merupakan upaya dari seluruh anggota tim. Mental para pemain Argentina, ditegaskan Messi, begitu kuat hingga akhirnya bisa menciptakan comeback magis.
"Kami sangat menderita, lagi-lagi. Tapi, inilah Piala Dunia dan semua pertandingan berlangsung sangat ketat, jadi saya sangat bahagia. Itu adalah kelegaan bagi kami semua. Tidak mudah bangkit setelah tertinggal 0-2, tetapi tim ini tidak pernah menyerah. Mereka berjuang sampai akhir. Kami beruntung mendapatkan gol Romero lebih awal. Kami mampu membalikkan keadaan dan menang dalam 90 menit. Apa yang dilakukan tim hari ini luar biasa dan saya sangat bahagia karena orang-orang masih bisa terus menikmati apa yang kami lakukan," kata Messi mengutip Metro.
2. Sempat frustrasi karena gagal penalti
Argentina sebenarnya punya momen lebih awal buat bangkit, ketika mendapatkan penalti di menit 21. Sialnya, Messi gagal menunaikan tugas tersebut karena eksekusinya diblok dengan sempurna oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Kegagalan itu, ditegaskan Messi, membuatnya frustrasi. Dia menyesal tembakannya bisa dibaca oleh Shobeir dengan mudah dan seharusnya bisa lebih baik.
"Saya benar-benar frustrasi dengan penalti itu karena gagal mencetak gol dan mengeksekusinya begitu buruk. Jika saya mencetak gol lewat penalti itu, pertandingan pasti akan berubah. Kami memiliki banyak peluang bersih dan kiper mereka melakukan penyelamatan yang luar biasa. Sangat istimewa bisa membantu tim ini setelah apa yang terjadi," kata Messi.
3. Jumpa Swiss di perempat final
Kemenangan atas Mesir memastikan langkah Argentina untuk mempertahankan status juara dunia belum berakhir. Sebab, Messi dan kawan-kawan memastikan diri melaju ke perempat final Piala Dunia 2026.
Setelah jumpa sederet tim Afrika, Argentina kini harus berhadapan dengan wakil Eropa. Adalah Swiss, yang menjadi lawan Argentina dalam duel yang digelar pada 12 Juli 2026 pagi WIB mendatang.
















