Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pencapaian Jepang di 5 Edisi Terakhir Piala Dunia per 2026
Para pemain Jepang berlatih di Monterrey, Meksiko, jelang Piala Dunia 2026. (AFP/Julio Cesar Aguilar)
  • Jepang konsisten tampil di lima edisi terakhir Piala Dunia, dengan pencapaian terbaik mencapai babak 16 besar pada 2010, 2018, dan 2022.
  • Performa Jepang berfluktuasi, sempat terpuruk di fase grup 2014 namun mampu menyingkirkan tim besar seperti Jerman dan Spanyol pada 2022.
  • Pada Piala Dunia 2026, Jepang lolos ke babak 32 besar tanpa kekalahan di grup namun tersingkir tipis 1-2 dari Brasil setelah sempat unggul lebih dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jepang merupakan tim yang rutin bermain di Piala Dunia. Sayangnya, pada 2026, mereka harus gugur pada babak 32 besar. Hasil ini pun turut menghiasi pencapaian Jepang di lima edisi terakhir Piala Dunia per 2026.

1. Jepang mencapai 16 besar Piala Dunia 2010

Jepang tampil impresif di Piala Dunia 2010 dengan menembus babak 16 besar untuk kedua kalinya dalam sejarah. Tim asuhan Takeshi Okada mengawali fase grup dengan kemenangan 1-0 atas Kamerun lewat gol Keisuke Honda. Mereka kemudian kalah 0-1 dari Belanda, tetapi bangkit pada laga terakhir dengan menundukkan Denmark 3-1. Hasil tersebut membawa Samurai Biru finis sebagai runner-up Grup E dengan koleksi enam poin.

Pada babak 16 besar, Jepang menghadapi Paraguay. Kedua tim bermain imbang tanpa gol setelah melewati pertarungan sengit selama 120 menit. Lini pertahanan yang dikomandoi Yuji Nakazawa dan Marcus Tulio Tanaka mampu meredam serangan lawan hingga babak tambahan usai. Sayangnya, Jepang tersingkir setelah kalah 3-5 melalui adu penalti akibat kegagalan Yuichi Komano mengeksekusi tendangan.

2. Jepang menempati dasar klasemen Grup C Piala Dunia 2014

Jepang datang ke Piala Dunia 2014 dengan status sebagai juara Asia. Bermaterikan pemain bintang seperti Keisuke Honda, Samurai Biru justru tampil kurang maksimal sejak laga perdana. Mereka gagal mempertahankan keunggulan hingga akhirnya takluk 1-2 di tangan Pantai Gading. Kekalahan menyakitkan di awal turnamen ini langsung meruntuhkan mentalitas bertanding anak asuh Alberto Zaccheroni.

Harapan yang sempat terjaga akhirnya sirna pada dua pertandingan fase grup berikutnya. Jepang hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Yunani sebelum akhirnya dibekuk Kolombia dengan skor telak 1-4. Hasil tersebut membuat mereka terdampar di dasar klasemen Grup C dengan koleksi satu poin saja.

3. Jepang takluk dari Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018

Jepang finis sebagai runner-up Grup H Piala Dunia 2018 dengan raihan empat poin. Tim asuhan Akira Nishino mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Kolombia. Mereka kemudian bermain imbang 2-2 melawan Senegal. Meski kalah 0-1 dari Polandia pada laga terakhir, Samurai Biru tetap lolos berkat aturan fair play.

Perjalanan Jepang berakhir dramatis pada babak 16 besar ketika menghadapi Belgia di Rostov Arena. Mereka sempat unggul dua gol melalui Genki Haraguchi dan Takashi Inui. Namun, Belgia berhasil bangkit hingga menang 3-2 lewat gol Nacer Chadli pada masa injury time.

4. Jepang kalah adu penalti dari Kroasia pada babak 16 besar Piala Dunia 2022

Pada Piala Dunia 2022, Jepang tergabung di Grup E yang dihuni dua mantan juara dunia, yakni Jerman dan Spanyol. Tim asuhan Hajime Moriyasu mengawali perjalanan dengan kemenangan 2-1 atas Jerman. Mereka kemudian takluk 0-1 dari Kosta Rika sehingga peluang lolos kembali terbuka untuk semua tim. Jepang akhirnya memastikan diri menjadi juara grup usai menundukkan Spanyol 2-1.

Jepang menghadapi Kroasia pada babak 16 besar. Daizen Maeda membawa Samurai Biru unggul sebelum jeda turun minum. Namun, Ivan Perisic menyamakan kedudukan pada menit ke-55 sehingga skor tetap sama kuat 1-1 hingga perpanjangan waktu berakhir. Pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Sayangnya, langkah Jepang terhenti setelah tiga eksekutornya digagalkan Dominik Livakovic.

5. Jepang gagal ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Brasil

Jepang berhasil lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026 secara meyakinkan sebagai runner-up Grup F. Sepanjang fase grup, Samurai Biru tidak terkalahkan. Mereka sukses menahan imbang Belanda dan Swedia serta menaklukkan Tunisia lewat kemenangan telak 4-0.

Perjalanan skuad asuhan Hajime Moriyasu harus terhenti di tangan Brasil pada babak 32 besar. Jepang sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Kaishu Sano saat pertandingan berjalan 29 menit. Sayangnya, mereka harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor tipis 1-2. Gol kemenangan Brasil dicetak oleh Gabriel Martinelli pada masa injury time babak kedua.

Samurai Biru kerap melaju hingga fase gugur. Hingga saat ini, prestasi terbaik mereka di Piala Dunia adalah mencapai babak 16 besar. Jepang bisa saja lebih baik tahun ini, tetapi tidak melakukannya karena terbentur Brasil pada 32 besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article