Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Pencetak Gol Tertua di Serie A 2025/2026, Ada Luka Modric

5 Pencetak Gol Tertua di Serie A 2025/2026, Ada Luka Modric
pertandingan sepak bola (unsplash.com/Zach Rowlandson)
Intinya Sih
  • Luka Modric, di usia 40 tahun, jadi pencetak gol tertua Serie A 2025/2026 dan dua kali jadi penentu kemenangan AC Milan.
  • Jamie Vardy, Pedro, Juan Cuadrado, dan Nemanja Matic juga masuk daftar berkat gol penting mereka meski sudah berusia di atas 37 tahun.
  • Deretan pemain veteran ini menunjukkan pengalaman dan ketenangan masih bisa membawa pengaruh besar di kompetisi tertinggi Italia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Serie A Italia kerap menjadi panggung bagi pemain-pemain yang telah melewati usia emas. Meski demikian, kehadiran mereka tetap mampu menghadirkan aksi-aksi ciamik di atas lapangan. Pengalaman serta ketenangan dalam bermain membuat aksi mereka layak disorot.

Sederet pemain gaek turut meramaikan persaingan di Serie A pada 2025/2026 ini. Salah satu di antaranya ialah Luka Modric yang memainkan peran penting di lini tengah AC Milan meski telah berusia 40 tahun. Ia juga berhasil mengukir rekor sebagai 1 dari 5 pencetak gol tertua di ajang ini.

1. Gol Luka Modric (40 tahun 5 bulan 4 hari) menjadi penentu kemenangan bagi AC Milan

Luka Modric menjadi pencetak gol tertua di Serie A 2025/2026. Itu terjadi berkat golnya untuk AC Milan ke gawang Pisa pada pekan 25, Jumat (13/2/2026), saat berusia 40 tahun 5 bulan 4 hari. Menariknya, gol tersebut sekaligus menjadi penentu kemenangan bagi Rossoneri sebagai tim tamu.

Itu bukan satu-satunya gol yang diciptakan Modric di ajang ini. Pada pekan 3, ia juga menciptakan sebuah gol ketika bermain selama 90 menit menghadapi Bologna. Sama seperti gol kedua, kontribusi ini juga menjadi penentu kemenangan bagi AC Milan yang tampil di markas sendiri.

2. Saat berusia 39 tahun 4 bulan 6 hari, Jamie Vardy bikin gol kemenangan atas Udinese

Jamie Vardy telah melewati musim pertama di Serie A bersama Cremonese dengan baik. Ia mengemas 7 gol dan 3 assist dari total 29 penampilan. Sayangnya, kontribusi itu tak cukup membantu timnya menghindari degradasi.

Vardy masuk daftar ini berkat sebuah gol ke gawang Udinese pada pekan 37. Ia menciptakan gol penentu kemenangan bagi timnya sebagai tim tamu. Dalam duel di Bluenergy Stadium tersebut, Vardy berusia 39 tahun 4 bulan 6 hari.

3. Gol Pedro (38 tahun 9 bulan 25 hari) tercipta pada laga terakhir bersama Lazio

Pedro menutup kiprahnya di Serie A 2025/2026 yang sekaligus musim terakhirnya bersama Lazio dengan begitu baik. Pada pekan penutup, ia mencetak gol penentu kemenangan atas Pisa. dalam laga tersebut, ia berusia 38 tahun 9 bulan 25 hari dan bertugas sebagai kapten tim.

Sepanjang musim ini di Serie A, gelandang asal Spanyol tersebut bermain dalam 29 laga dan mengemas 5 gol serta 2 assist. Sebelum gol penentu kemenangan pada pekan penutup, ia juga sempat menyita perhatian dengan mengemas 1 gol dan 1 assist pada pekan 34. Kontribusi tersebut menghindarkan Lazio dari kekalahan saat menjamu Udinese.

4. Juan Cuadrado bobol gawang AC Milan saat berusia 37 tahun 4 bulan 28 hari

Juan Cuadrado menjalani musim pertama di Pisa pada 2025/2026 ini. Sayangnya, ia tak mampu tampil maksimal, terutama pada pertengahan musim, karena cedera. Dari 19 kali kesempatan bermain, ia menyumbang 1 gol yang sayangnya tak cukup membawa Pisa terhindar dari degradasi.

Satu-satunya gol tersebut membuat Cuadrado berada di daftar ini bersama nama-nama top lainnya. Ia menciptakannya ketika merumput selama 45 menit dalam duel kontra AC Milan pada pekan 8, saat berusia 37 tahun 4 bulan 28 hari. Gol itu berbuah satu poin bagi Pisa sebagai tim tamu di Giuseppe Meazza.

5. Nemanja Matic (37 tahun 3 bulan 23 hari) bobol gawang Pisa pada pekan 12

Nemanja Matic, gelandang berpengalaman asal Serbia, menjadi nama terakhir di daftar ini. Itu berkat golnya untuk Sassuolo saat bertemu Pisa pada pekan 12. Dengan usia 37 tahun 3 bulan 23 hari, ia mencetak sebuah gol dalam hasil imbang 2-2 di Mapei Stadium.

Pada awal musim ini, Matic kembali ke Serie A dengan menerima tawaran Sassuolo. Selain sebuah gol, ia juga menciptakan sebuah assist dari total 34 penampilan. Assist tersebut berbuah kemenangan 3-1 dalam pertemuan kedua kontra Pisa pada pekan 23. 

Kehadiran para pemain senior ini membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap bersinar di level tertinggi sepak bola Italia. Dengan pengalaman, visi bermain, serta ketenangan di momen krusial, mereka masih mampu menjadi pembeda bagi tim masing-masing. Menarik dinantikan apakah pada musim berikutnya akan kembali lahir aksi-aksi spesial dari para veteran di panggung Serie A.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More